Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Berita

Kotawaringin Timur menuju Smart City

Kotawaringin Timur — Wakil Bupati (Wabup) Kotawaringin Timur Irawati, S.Pd membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Masterplan Kota Cerdas (Smart City) Kabupaten Kotawaringin Timur 2022 di Aula Sei. Mentaya Bappelitbangda Kab. Kotawaringin Timur, Rabu, (08/06/2022).

Dalam laporanya Kadis Kominfo Multazam menjelaskan, bahwa pelaksanaan Bimtek bertujuan untuk sinkronisasi mewujudkan Smart City di Kabupaten Kotawaringin Timur. Bimtek smart City tahap I dilakukan selama dua hari dari tanggal 8 dan 9 Juni 2022 dengan peserta dari unsur perangkat daerah, Akademisi, Keuangan/Bank, Rumah Sakit, Perusahaan Telekomunikasi, Komunitas dan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah.

”Kabupaten Kotawaringin Timur di percaya oleh Kementerian Kominfo masuk 50 dari 514 kota atau Kabupaten se Indonesia untuk mengikuti Bimtek Smart City yang akan diadakan selama 4 gelombang dan di bulan Desember akan dilakukan kajian dan evaluasi,” jelasnya.

Sementara itu Wabub menyebutkan, seiring  dengan  visi  pembangunan  daerah  dalam  RPJMD kabupaten Kotawaringin  Timur  tahun  2021-2026 yaitu “Terwujudnya Kabupaten Kotawaringin  Timur  yang  mandiri,  maju  dan  sejahtera”,  maka gerakan  menuju  smart  diharapkan dapat membawa perubahan percepatan ekonomi yang berkelanjutan, infrastruktur, dan tata ruang yang berkualitas, jaminan pendidikan, kesehatan dan sosial budaya, reformasi birokrasi yang efektif dan efisien, serta partisipasi dan kolaborasi dalam pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh masyakarat di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kegiatan bimbingan teknis ini sebagai wadah untuk bersama-sama menggali ide dan gagasan serta ajang bertukar pikiran dalam menyusun master plan dan quick win yang akan menjadi pedoman bagi implementasi smart city di kabupaten kotawaringin timur. ”Dengan menerapkan inovasi dan teknologi layanan publik, akan lebih efisien efektif serta lebih transparan sehingga meningkatkan layanan yang lebih baik dan tepat sasaran. Selain itu kesalahan informasi dapat diminimalisir secara cerdas dengan menerapkan solusi terukur,” paparnya. Wabup menambahkan, layanan publik yang dikemas dalam Smart City terbagi dalam enam dimensi yaitu Smart Governance, Smart Branding, Smart Economi, Smart Living, Smart Society dan Smart Evironment.

”Kita harus optimis dan berkomitmen untuk terus bersinergi dan berkolaborasi semua stekholder agar benar terbangun baik Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi Kota Cerdas.

Masih dikatakan Wabup, dengan terselenggaranya Bimtek Penyusunan Masterplan smart city Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2022, diharapkan meningkatkan pemahaman dan komitmen dari semua unsur dalam mewujudkan gerakan menuju Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai smart city. 

Pada kesempatan ini, Tim Pembimbing dari Kementerian Kominfo RI melakukan audiensi dengan Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor. Pada kesempatan ini, Bupati Kotim menyampaikan komitmen beliau dalam acara bimbingan teknis ini serta mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kominfo RI untuk Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan bimbingan oleh Kementerian. Ada beberapa hal yang di catat dan menjadi masukan dalam rangka menyusun smart city yaitu Integrasi dan kolaborasi. Dan 2 hal ini menjadi kata kunci untuk kemudian di sesuaikan dengan RPJMD dan perkembangan kekinian Kabupaten Kotawaringin Timur. (admin)

Bupati Kotim Tinjau Kebakaran Lahan di Bagendang Hilir, Penanganan dan Bantuan Warga Jadi Prioritas

SAMPIT— Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gang Dahlia, Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga menghanguskan kebun milik warga yang menjadi sumber penghidupan mereka. Di tengah upaya pemadaman, keterbatasan suplai air menjadi salah satu kendala utama yang harus dihadapi petugas di lapangan.

Kondisi tersebut diketahui saat Bupati Kotawaringin Timur, H. Halikinnor, S.H., M.M., bersama Wakil Bupati Hj. Irawati, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah pejabat terkait meninjau langsung lokasi kebakaran.

Dalam peninjauan itu, Halikinnor menjelaskan bahwa lahan yang terbakar merupakan kebun karet milik warga. Api kemudian merembet ke arah barat hingga membakar sejumlah kebun sawit di sekitarnya.

Menurutnya, kondisi lahan yang didominasi tanah gambut membuat proses pemadaman semakin sulit. Api tidak hanya membakar vegetasi di permukaan, tetapi juga merambat di bawah permukaan tanah sehingga berpotensi memunculkan titik api baru.

“Kendala utama yang kita hadapi saat ini adalah suplai air. Petugas sudah berupaya maksimal melakukan pemadaman, tetapi ketersediaan air di lokasi menjadi tantangan tersendiri.” ujar Halikinnor.

Upaya pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan dengan memanfaatkan peralatan pemadam yang tersedia. Namun, angin kencang dan karakteristik tanah gambut membuat api sulit dikendalikan.

Titik api yang terlihat telah padam di permukaan dapat kembali menyala ketika tertiup angin. Kondisi ini mengharuskan petugas melakukan penyiraman secara berulang untuk memastikan bara api benar-benar terkendali.

Keterbatasan air pun menjadi persoalan penting karena proses pemadaman membutuhkan pasokan yang memadai dan berkelanjutan. Meski menghadapi berbagai kendala, tim gabungan tetap berupaya maksimal untuk mencegah api meluas ke area lainnya.

Halikinnor berharap hujan segera turun sehingga dapat membantu mengurangi intensitas kebakaran dan mempercepat proses pemadaman.

Di balik upaya mengendalikan api, dampak kebakaran terhadap kehidupan masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah daerah. Sejumlah warga mengalami kerugian karena kebun yang selama ini menjadi sumber penghasilan mereka ikut terbakar.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur akan melakukan pendataan terhadap warga terdampak sebagai dasar penyaluran bantuan melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat.

“Kita tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga harus memperhatikan kondisi masyarakat yang terdampak. Kebun mereka terbakar dan itu merupakan sumber penghidupan. Karena itu, warga yang terdampak perlu kita data agar penanganan dan bantuan dapat disiapkan sesuai kebutuhan.”ucapnya

Selain pendataan dan penyaluran bantuan, pemerintah daerah akan menyiapkan langkah antisipasi agar warga yang kehilangan sumber penghidupan tidak sampai mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Salah satu upaya yang disiapkan ialah pengadaan bantuan beras bagi warga terdampak melalui koordinasi dengan perangkat daerah terkait, dengan mempertimbangkan hasil pendataan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Asap Masih Pekat, Bupati Kotim Perkuat Penanganan Karhutla dan Upayakan Bantuan Water Bombing

SAMPIT– Kabut asap yang masih menyelimuti Kota Sampit menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Bupati Kotim Halikinnor didampingi Wakil Bupati Irawati memimpin rapat koordinasi (rakor) penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Jumat (23/10/2026).

Rakor tersebut difokuskan pada evaluasi kondisi terkini kebakaran, kendala pemadaman, serta langkah percepatan penanganan agar api tidak semakin meluas dan dampak kabut asap terhadap masyarakat dapat ditekan.

Dalam pembahasan, terungkap bahwa minimnya curah hujan dan sulitnya akses menuju titik api menjadi tantangan utama petugas di lapangan. Sejumlah titik kebakaran dilaporkan berjarak sekitar 7 hingga lebih dari 10 kilometer dari akses yang dapat dijangkau, sehingga membutuhkan tambahan sarana, personel, dan upaya ekstra untuk mencapai lokasi.

Bupati Halikinnor menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dan optimalisasi seluruh sumber daya untuk mempercepat penanganan karhutla.

“Penanganan karhutla harus menjadi perhatian bersama. Kita perlu bergerak cepat, memperkuat koordinasi, dan mengoptimalkan seluruh sarana yang ada agar titik api segera dikendalikan dan kebakaran tidak semakin meluas,” ujar Halikinnor.

Untuk memperkuat upaya pemadaman, Pemkab Kotim berencana menambah sarana operasional, antara lain selang air dan embung portabel. Pemerintah daerah juga mengupayakan penggunaan cairan pemadam khusus F-500/Foam 2000 yang dikembangkan Polda Kalimantan Tengah guna mendukung penanganan kebakaran.

Selain itu, Pemkab Kotim telah meminta bantuan kepada Komandan Lanud Iskandar agar helikopter water bombing dari Kuala Pembuang dapat membantu pemadaman di wilayah Pulau Hanaut, Teluk Sampit, dan Dilampuyang.

Meski demikian, pemadaman melalui jalur darat tetap menjadi prioritas, terutama pada kawasan lahan gambut yang memerlukan penanganan intensif untuk mencegah api merambat di bawah permukaan tanah dan kembali muncul.

Terkait kebakaran yang diperkirakan mencapai 60 hektare di area konsesi PT RMU, pemerintah daerah meminta perusahaan turut membantu pemadaman di wilayah sekitarnya. Sementara itu, kewenangan pemberian sanksi berada pada pemerintah pusat selaku pihak yang menerbitkan izin.

Usai memimpin rakor, Bupati Halikinnor bersama Wakil Bupati Irawati langsung menuju lokasi kebakaran yang dilaporkan terjadi di dekat Pengadilan Negeri Sampit. Keduanya turun ke lapangan untuk memastikan kondisi terkini sekaligus melihat secara langsung penanganan.

Pemkab Kotim berharap penguatan koordinasi, penambahan sarana pemadaman, dan upaya mendapatkan dukungan water bombing dapat mempercepat pengendalian titik api serta mencegah kebakaran meluas ke wilayah lainnya.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

SIAP MAS Permudah Warga Sampaikan Aspirasi Pembangunan, Diskominfo Kotim Dukung Digitalisasi Kelurahan

SAMPIT – Digitalisasi perencanaan pembangunan di tingkat kelurahan terus didorong untuk memperluas partisipasi masyarakat dan meningkatkan kualitas pengelolaan aspirasi warga. Salah satunya melalui Sistem Informasi Aspirasi Partisipatif Masyarakat (SIAP MAS) yang digagas Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kotawaringin Timur, Cok Orda Putra Legawa, S.Si., M.Sc., menghadiri sosialisasi optimalisasi perencanaan dan pengelolaan keuangan kelurahan melalui SIAP MAS di Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kamis (22/10/2026).

Inovasi yang digagas Sekretaris Lurah Mentawa Baru Hulu, Nia Pitriani, S.Pd., M.A.P., tersebut dirancang sebagai sarana digital untuk memudahkan masyarakat menyampaikan aspirasi, usulan, dan kebutuhan prioritas pembangunan secara mudah, tertib, dan terstruktur.

Melalui Google Form SIAP MAS, masyarakat dapat mengajukan berbagai usulan sesuai kebutuhan lingkungan dan wilayahnya, mulai dari bidang kesehatan, infrastruktur, seni dan budaya, pemberdayaan masyarakat, hingga pertanian dan perikanan.

Kepala Diskominfo Kotim, Cok Orda Putra Legawa, menyambut baik penerapan inovasi tersebut. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dapat membantu memperbaiki proses penyampaian aspirasi sekaligus mendukung kelurahan dalam menghimpun kebutuhan pembangunan masyarakat.

“Diskominfo menyambut baik inovasi SIAP MAS ini. Dengan adanya sistem digital tersebut, masyarakat memiliki sarana untuk menyampaikan usulan pembangunan di wilayahnya dengan lebih mudah. Aspirasi yang masuk juga dapat tersimpan secara digital sehingga Kelurahan Mentawa Baru Hulu memiliki basis data usulan masyarakat yang dapat menjadi bahan dalam perencanaan pembangunan,” ujarnya.

Keberadaan basis data aspirasi tersebut diharapkan dapat membantu kelurahan mengidentifikasi kebutuhan prioritas masyarakat secara lebih terstruktur. Dengan demikian, usulan yang disampaikan warga dapat terdokumentasi dan menjadi bahan pertimbangan dalam proses perencanaan pembangunan serta pengelolaan keuangan kelurahan sesuai mekanisme yang berlaku.

Sementara itu, Camat Mentawa Baru Ketapang berharap inovasi SIAP MAS tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi dan peluncuran semata, tetapi terus dimanfaatkan dan dikembangkan agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam penggunaan inovasi tersebut sehingga SIAP MAS dapat menjadi sarana partisipasi masyarakat yang efektif dalam mendukung pembangunan di tingkat kelurahan.

Melalui penerapan SIAP MAS, Kelurahan Mentawa Baru Hulu diharapkan mampu memperkuat partisipasi warga, meningkatkan ketertiban dokumentasi aspirasi, serta mendukung perencanaan pembangunan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Inovasi ini sekaligus menjadi salah satu upaya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, partisipatif, dan transparan di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Bupati Kotim Tinjau Penutupan Permanen Jalan Tjilik Riwut untuk Perpanjangan Runway Bandara Sampit

SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), H. Halikinnor, S.H., M.M., didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), meninjau langsung lokasi penutupan permanen Jalan Tjilik Riwut di kawasan dekat Bandara H. Asan Sampit, Kamis (22/10/2026).

Penutupan jalan tersebut dilakukan untuk mendukung rencana perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara H. Asan Sampit. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pengembangan infrastruktur bandara guna meningkatkan pelayanan dan menunjang kebutuhan transportasi udara di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati menegaskan bahwa penyesuaian akses jalan perlu dilakukan untuk mendukung rencana pengembangan bandara. Ia juga meminta agar masyarakat memperhatikan perubahan akses dan menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan.

“Penutupan permanen Jalan Tjilik Riwut ini merupakan bagian dari upaya mendukung rencana pengembangan Bandara H. Asan Sampit, khususnya perpanjangan landasan pacu. Kami berharap masyarakat dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan perubahan akses ini demi mendukung pembangunan infrastruktur transportasi udara di Kotawaringin Timur,” ujar Bupati.

Seiring dengan penutupan tersebut, masyarakat, khususnya pengguna jalan yang biasa melintasi Jalan Tjilik Riwut di sekitar bandara, diimbau untuk memperhatikan rambu-rambu lalu lintas dan menggunakan jalur alternatif yang tersedia.

Pengendara juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan serta merencanakan perjalanan dengan baik agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan lancar dan aman.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap masyarakat dapat mendukung pengaturan akses jalan tersebut sebagai bagian dari proses pengembangan Bandara H. Asan Sampit. Koordinasi dengan pihak terkait juga menjadi penting agar tahapan pengembangan berjalan sesuai perencanaan.

Peninjauan langsung oleh Bupati bersama jajaran OPD ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap penataan kawasan bandara sekaligus dukungan terhadap rencana perpanjangan landasan pacu yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan pelayanan transportasi udara bagi masyarakat.

Dengan dukungan seluruh pihak, pengembangan Bandara H. Asan Sampit diharapkan dapat memberikan manfaat bagi konektivitas wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kotawaringin Timur.

Peringatan Hari Santri di Tengah Kabut Asap, Bupati Kotim Tekankan Doa dan Kepedulian Lingkungan

SAMPIT– Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 melalui kegiatan istigasah dan doa bersama di Aula Rumah Jabatan Bupati Kotawaringin Timur, Kamis (22/10/2026). Pelaksanaan kegiatan yang biasanya digelar di lapangan terbuka tersebut dipindahkan ke dalam ruangan akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), demi menjaga kesehatan para santri dan peserta yang hadir.

Dalam sambutannya, Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor, S.H., M.M. menyampaikan bahwa Hari Santri Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum untuk mengenang dan menghargai perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, termasuk melalui Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.

Menurut Bupati, semangat perjuangan tersebut harus terus diwariskan dan diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa. Di tengah perkembangan zaman, santri diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mengembangkan kreativitas, serta membangun kemandirian ekonomi.

Santri juga diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, berwawasan luas, dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.

Bupati turut menyoroti kondisi kabut asap akibat karhutla dan kemarau panjang yang melanda Kotim. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan bersama sekaligus pengingat bagi seluruh masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Pemerintah daerah bersama unsur terkait telah melakukan berbagai upaya untuk menangani karhutla, mulai dari pemadaman titik api hingga penerapan teknologi modifikasi cuaca. Namun, upaya tersebut perlu didukung oleh kesadaran dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Di tengah berbagai ikhtiar yang dilakukan, Bupati mengajak masyarakat, khususnya para santri, untuk memperkuat doa dan memohon pertolongan Allah SWT agar kondisi daerah segera membaik.

“Manusia memiliki keterbatasan, sehingga selain terus berikhtiar, kita juga harus memperbanyak doa. Mari kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan yang membawa rahmat, sehingga kabut asap dan kemarau panjang yang melanda daerah kita dapat segera berakhir,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.

Kegiatan istigasah dan doa bersama tersebut menjadi bagian dari ikhtiar spiritual dalam menghadapi kondisi lingkungan yang terjadi di Kotim. Momentum ini sekaligus mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan menghindari tindakan pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran serta memperburuk kualitas udara.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak para santri untuk terus menuntut ilmu, menjaga persatuan dan kerukunan, serta mengamalkan nilai hubbul wathan minal iman, yang bermakna cinta tanah air merupakan bagian dari iman.

Ia berharap para santri dapat terus berperan dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, memperkuat persatuan, dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap semangat perjuangan para ulama dan santri terus hidup dalam diri generasi muda, sehingga lahir generasi yang religius, berilmu, mandiri, cinta tanah air, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan kelestarian lingkungan.

Korban Perundungan Mogok Sekolah, Bupati Kotim Turun Tangan Pastikan Pemulihan Anak

SAMPIT – Perundungan berulang yang dialami seorang pelajar madrasah di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berdampak pada keberlanjutan pendidikannya. Korban dilaporkan tidak lagi bersekolah karena tekanan yang dialaminya. Menindaklanjuti laporan tersebut, Bupati Kotim H. Halikinnor mendatangi langsung kediaman korban pada Rabu (21/10) siang untuk memastikan penanganan terhadap anak dan keluarganya.

Dari kunjungan tersebut, Halikinnor mendapati korban tidak hanya membutuhkan pendampingan untuk mengatasi dampak psikologis perundungan, tetapi juga berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas yang tinggal di rumah tidak layak huni.

Ibu korban yang berstatus janda menjadi tulang punggung keluarga. Namun, aktivitasnya untuk mencari nafkah kini terkendala setelah mengalami kecelakaan akibat ditabrak.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotim berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) untuk menindaklanjuti dugaan perundungan di lingkungan madrasah. Pihak sekolah, guru, serta siswa yang diduga melakukan perundungan akan dipanggil untuk dimintai keterangan dan ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kemenag tadi langsung menangani itu, memanggil kepala sekolah, guru-gurunya, dan juga anak-anak yang membully dia,” ujar Halikinnor.

Menurutnya, penanganan harus dilakukan secara menyeluruh agar korban memperoleh perlindungan dan dapat kembali mengakses pendidikan dengan aman. Apabila korban mengalami trauma atau tidak bersedia kembali ke sekolah semula, pemerintah daerah siap memfasilitasi perpindahan ke sekolah lain yang lebih aman dan kondusif.

Pemkab Kotim juga melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) untuk menurunkan tim psikolog guna memberikan pendampingan dan membantu pemulihan kondisi psikologis korban.

Selain pemulihan korban, perhatian diberikan kepada kondisi keluarga. Pemkab Kotim berkolaborasi dengan komunitas Nasi Darurat untuk membantu keluarga tersebut. Pemerintah daerah juga merencanakan perbaikan rumah korban agar keluarga dapat tinggal di tempat yang lebih layak.

Halikinnor menyatakan siap mengupayakan dukungan bersama pejabat daerah dan pengusaha setempat melalui penggalangan dana secara sukarela apabila anggaran pemerintah yang tersedia belum mencukupi. Ia juga berencana membantu penyediaan modal usaha bagi ibu korban agar dapat kembali memperkuat perekonomian keluarga.

Di sisi lain, Halikinnor mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap perilaku dan interaksi antarsiswa di lingkungan sekolah. Menurutnya, peran guru tidak hanya menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga memastikan anak didik berada dalam lingkungan yang aman dan terbebas dari perundungan.

“Guru-guru yang setiap hari bersama anak-anak, coba dimonitor. Jangan hanya mengajar dan memberikan pelajaran, lalu tidak diawasi,” tegasnya.

Ia juga mengimbau para orang tua untuk berperan aktif dalam membimbing anak di rumah, termasuk menanamkan sikap saling menghormati dan tidak menyakiti orang lain.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa perundungan bukan sekadar persoalan antarsiswa. Jika dibiarkan, perilaku tersebut dapat berdampak pada kondisi psikologis anak, rasa aman, dan keberlanjutan pendidikannya. Karena itu, diperlukan keterlibatan sekolah, keluarga, dan pemerintah untuk mencegah perundungan serta memastikan setiap anak memperoleh perlindungan dan kesempatan belajar yang layak.

Bupati Kotim Hadiri Pelepasan Kepala KSOP Sampit, Tekankan Pentingnya Sinergi

SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), H. Halikinnor, S.H., M.M., menghadiri kegiatan *Coffee Morning dan Pelepasan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit* yang digelar di Palace Ballroom, Aquarius Boutique Hotel, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara pemerintah daerah, instansi kepelabuhanan, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan Pelabuhan Sampit, sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian Hotman Siagian, S.Si.T., S.E., M.M., yang selanjutnya mendapat penugasan sebagai Kepala Kantor KSOP Kelas III Sunda Kelapa.

Dalam sambutannya, Halikinnor menyampaikan terima kasih kepada Sampit Marine Family yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, komunikasi dan kolaborasi yang baik menjadi fondasi penting dalam mendukung kelancaran aktivitas kepelabuhanan dan pembangunan daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada Bapak Hotman Siagian atas pengabdian dan kerja sama yang telah terjalin selama kurang lebih satu setengah tahun memimpin KSOP Kelas III Sampit. Semoga sukses dalam menjalankan tugas di tempat yang baru,” ujar Halikinnor.

Ia menegaskan, Pelabuhan Sampit merupakan salah satu pintu gerbang perekonomian Kotim yang memiliki peran strategis dalam mendukung distribusi hasil bumi, arus barang, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Oleh karena itu, keselamatan pelayaran dan kelancaran operasional pelabuhan harus menjadi perhatian bersama. Halikinnor menilai, pengelolaan pelabuhan yang baik membutuhkan sinergi antara KSOP, Pelindo, perusahaan pelayaran, pelaku usaha, aparat keamanan, dan masyarakat.

“Pelabuhan Sampit memiliki peran penting bagi pergerakan ekonomi daerah. Karena itu, kita harus terus memperkuat koordinasi dan kerja sama agar aktivitas pelabuhan berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegasnya.

Halikinnor juga mengapresiasi upaya Hotman Siagian dalam menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran serta membangun hubungan baik dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat selama bertugas di Sampit.

Menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari lamanya masa jabatan, tetapi juga dari kontribusi, hubungan baik, dan manfaat yang ditinggalkan selama menjalankan amanah.

Ia berharap penugasan Hotman Siagian di KSOP Kelas III Sunda Kelapa dapat berjalan lancar dan membawa kesuksesan. Halikinnor juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas di Sampit terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

Kepada Capt. Indra Novel Sinaga selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala KSOP Kelas III Sampit, Halikinnor berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan demi mendukung pelayanan kepelabuhanan serta pertumbuhan ekonomi Kotim.

Pada kesempatan tersebut, ia turut mengajak seluruh pelaku usaha untuk mematuhi ketentuan keselamatan pelayaran, menjaga kelestarian sungai dan laut, serta memperhatikan kenyamanan masyarakat di sekitar kawasan pelabuhan.

Menutup sambutannya, Halikinnor mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjunjung tinggi semangat *Handep Hapakat*, yang mencerminkan gotong royong, serta *Belom Bahadat*, yakni hidup beradat dan saling menghormati.

“Dengan semangat kebersamaan dan saling menghormati, saya berharap Pelabuhan Sampit semakin berkembang menjadi pelabuhan yang aman, lancar, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur,” pungkasnya.

Bupati Kotim Tinjau Penanganan Karhutla di Camba, Apresiasi Dukungan Perusahaan

SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), H. Halikinnor, S.H., M.M., meninjau langsung upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Camba, Senin (19/10/2026). Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati Kotim Irawati,S.Pd.,M.A.P dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung penanganan karhutla yang melanda kawasan mulai dari Kandan hingga Camba, yang merupakan wilayah perbatasan dengan NSP.

Halikinnor menjelaskan, lahan yang terbakar merupakan area sitaan atau kawasan Perkebunan di Kawasan Hutan (PKH) yang belum ditanami. Ia mengapresiasi dukungan perusahaan yang turut membantu pemadaman meskipun lokasi kebunnya tidak berada di titik kebakaran.

“Saya mengapresiasi kepedulian dan dukungan perusahaan yang telah membantu upaya pemadaman karhutla, meskipun lokasi kebakaran bukan berada di area kebunnya. Dukungan berupa alat berat, tim pemadam, pembuatan sekat bakar hingga penyewaan helikopter untuk water bombing sangat membantu upaya penanganan di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak sangat diperlukan mengingat penanganan karhutla membutuhkan dukungan personel, peralatan, serta sumber daya yang memadai, terutama di kawasan yang sulit dijangkau.

Ia juga mengimbau perusahaan lain yang berada di sekitar kawasan perbatasan, agar turut berperan aktif dengan mengerahkan alat berat dan membantu pemadaman sejak dini.

“Saya berharap perusahaan lain juga dapat berperan aktif membantu penanganan karhutla. Kita perlu bergerak bersama dan mengerahkan sumber daya yang tersedia agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak semakin meluas,” tegasnya.

Selain itu, Bupati mengingatkan seluruh petugas pemadam, termasuk Masyarakat Peduli Api (MPA) di setiap desa, agar selalu mengutamakan keselamatan dan kesehatan selama menjalankan tugas di lapangan.

Halikinnor menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat penanganan karhutla serta meminimalkan dampak kebakaran terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur

Bupati Kotim Sampaikan Belasungkawa dan Serahkan Santunan kepada Keluarga Relawan Karhutla

SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), H. Halikinnor, menyerahkan santunan kepada keluarga relawan yang meninggal dunia dalam  penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penyerahan santunan berlangsung di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Kotim, Senin (19/10/2026), sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah daerah terhadap keluarga yang ditinggalkan.

Salah satu penerima santunan adalah Ermawati, istri almarhum Farid Fathur Rahman, staf Kecamatan Pulau Hanaut yang dikabarkan meninggal dunia karena sakit. Semasa hidupnya, Farid diketahui aktif terlibat dalam kegiatan sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Halikinnor menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum serta mengapresiasi pengabdian Farid dalam upaya pencegahan karhutla.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Kami turut berduka atas kepergian almarhum yang telah menunjukkan kepedulian melalui keterlibatannya dalam kegiatan sosialisasi pencegahan karhutla. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Halikinnor.

Ia mengatakan, keterlibatan masyarakat dan berbagai unsur dalam sosialisasi pencegahan karhutla merupakan bagian penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

“Santunan ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah daerah kepada keluarga yang ditinggalkan. Kami menyampaikan penghargaan atas pengabdian almarhum serta berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban keluarga,” tambahnya.

Sementara itu, Ermawati menjelaskan bahwa suaminya meninggal dunia karena sakit, bukan setelah melakukan pemadaman karhutla. Sebelum jatuh sakit, Farid memang terlibat dalam kegiatan sosialisasi pencegahan karhutla di dua desa, tetapi tidak ikut melakukan pemadaman.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla, baik melalui sosialisasi, edukasi, maupun kegiatan pemadaman di lapangan.

Semangat kepedulian dan gotong royong tersebut diharapkan terus terjaga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kotim.

Kafilah Kotim Raih Juara Umum II FSQ XII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah

SAMPIT – Kafilah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meraih Juara Umum II pada Festival Seni Qasidah (FSQ) XII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas. Kotim memperoleh nilai 58, di bawah Kabupaten Kapuas dengan nilai 75 dan unggul dua poin dari Kabupaten Murung Raya yang meraih nilai 56.

Bupati Kotawaringin Timur, H. Halikinnor, menyampaikan apresiasi atas prestasi tersebut. Ia menilai capaian ini merupakan hasil kerja keras peserta, pelatih, dan pembina, serta dukungan pemerintah daerah dalam mengembangkan seni Islami.

“Alhamdulillah, kami bangga atas prestasi kafilah Kotawaringin Timur yang berhasil meraih Juara Umum II pada FSQ tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2026. Ini menunjukkan bahwa generasi muda Kotim memiliki potensi besar untuk berprestasi di bidang seni qasidah dan musik religi,” ujar Halikinnor.

Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan pembinaan dan kualitas peserta agar mampu meraih hasil yang lebih baik pada kompetisi mendatang.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, pelatih, pembina, dan semua pihak yang telah mendukung kafilah Kotim. Semoga prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan, sekaligus menjadi dorongan untuk terus melestarikan seni budaya Islami di daerah,” tambahnya.

Berdasarkan Keputusan Dewan Juri FSQ XII yang ditetapkan pada 18 Oktober 2026, kafilah Kotim meraih sejumlah prestasi pada cabang Bintang Vokalis Gambus dan Pop Religi.

Pada cabang Bintang Vokalis Gambus, Abdul Rofiq Al Farisi meraih Juara I kategori remaja putra, Muhammad Hafidzul Umam meraih Juara I kategori dewasa putra, dan Nor Khairia meraih Juara II kategori dewasa putri.

Sementara itu, pada cabang Pop Religi, Muhammad Rafif Al Khalifi meraih Juara I kategori anak-anak putra. Naura Nadhifa meraih Juara II kategori anak-anak putri, Zildan Haikal Fikri meraih Juara II kategori remaja putra, Raihan meraih Juara II kategori dewasa putra, serta Khusnul Hatimah meraih Harapan I kategori dewasa putri.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kotim, Muhammad Haikal, yang juga bertindak sebagai Ketua Rombongan Kafilah Kotim, menyampaikan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil persiapan dan kerja keras seluruh peserta selama mengikuti kompetisi.

“Alhamdulillah, kafilah Kotawaringin Timur berhasil meraih Juara Umum II. Kami bersyukur atas hasil ini dan mengapresiasi perjuangan seluruh peserta yang telah tampil maksimal. Terima kasih kepada para pelatih, pembina, dan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur atas dukungan yang diberikan,” ujarnya.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi bagi para peserta dan tim pembina untuk terus meningkatkan kemampuan serta mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.

Prestasi ini diharapkan semakin memperkuat pembinaan seni qasidah dan musik religi di Kotawaringin Timur sekaligus mendorong generasi muda untuk terus berkarya dan berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional.

Bupati Kotim Pimpin Rakor Karhutla, Dua Titik Api di Camba dan Ganepo Jadi Fokus Penanganan

SAMPIT— Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), H. Halikinnor, memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang dirangkai dengan persiapan Kunjungan Kerja Kapolda Kalimantan Tengah Irjen. Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si. ke Kabupaten Kotim, Minggu (18/10/2026). Rapat koordinasi yang berlangsung di Pusdalops BPBD Kotim tersebut turut dihadiri oleh Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra beserta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam keterangannya, Bupati Halikinnor menyampaikan dinamika serta tantangan utama tim gabungan dalam menanggulangi karhutla di lapangan, terutama keterbatasan sumber air dan sulitnya akses ke titik api.

Halikinnor menyampaikan bahwa keterbatasan pasokan air menjadi hambatan mendasar saat pemadaman dilakukan di lapangan. Menurutnya, beberapa sumber air di titik rawan cepat mengering saat disedot, bahkan di beberapa wilayah tim harus bergantung pada siklus air pasang.

“misalnya ada airnya, begitu sekali sedot langsung habis, kita harus menunggu dulu. Bahkan kadang-kadang menunggu air pasang baru bisa ada air. Jadi kendala utama kita memang ketersediaan air,” ungkap Halikinnor.

Ia menambahkan, keterbatasan akses darat ke titik api yang berada jauh di dalam hutan semakin mempersulit penanganan. Wilayah seperti Desa Camba di Kecamatan Kota Besi serta Desa Ganepo di Kecamatan Seranau menjadi lokasi dengan tingkat kesulitan tinggi.

“Untuk di daerah seperti di Camba dan Ganepo itu kita kesulitan, apalagi Ganepo berada di seberang Sungai Mentaya. Di sana tidak ada jaringan jalan dan titik air juga tidak ada. Jangkauannya jauh masuk ke dalam hutan, itu yang menjadi kesulitan kita sampai sekarang,” jelasnya.

Oleh karena itu, Pemkab Kotim mengharapkan dukungan pemadaman dari udara (water bombing) serta bantuan hujan alami untuk menjangkau lokasi-lokasi terisolasi tersebut.

Berbeda dengan wilayah pelosok, penanganan titik api di daerah perkotaan dinilai jauh lebih efektif dan terkendali. Hal ini didukung oleh mobilisasi dan sinergi antar-OPD di lingkungan Pemkab Kotim.

“Kalau di perkotaan cara penanganannya bisa lebih efektif. Mobil pemadam tidak perlu bergerak jauh karena disuplai langsung dari OPD-OPD yang kita kerahkan. Kurang lebih ada 38 OPD yang kita arahkan untuk memobilisasi armada dan membantu pengisian air,” terangnya.

Pola pasokan air di kawasan kota disokong oleh armada kendaraan pendukung, termasuk mobil pick-up pembawa profil tandon air, sehingga proses penyemprotan dapat berlangsung kontinu dan maksimal.

Terkait kesiapan peralatan pemadaman darat, Halikinnor menegaskan bahwa ketersediaan sarana pendukung saat ini sudah cukup memadai berkat bantuan dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalteng, maupun pengadaan mandiri daerah.

Meski demikian, untuk menuntaskan dua titik api berskala cukup besar yang masih aktif di Desa Camba dan Desa Ganepo, Pemkab Kotim mengambil langkah penambahan kekuatan personil dan peralatan operasional.

“secara umum spot titik api sudah tidak banyak lagi, tetapi masih ada dua titik cukup besar di Desa Camba dan Desa Ganepo yang perlu penanganan intensif. Kita maksimalkan dengan menambah jumlah regu pemadam serta sarana prasarana pendukung seperti selang dan pump portable,” tegas Bupati Kotim.

Pemkab Kotim juga telah memperpanjang status tanggap darurat karhutla hingga 30 Oktober 2026, menyusul prakiraan BMKG yang menunjukkan potensi hujan masih rendah. Status tersebut akan dievaluasi kembali sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Pemerintah Kabupaten Kotim bersama instansi terkait akan terus memantau dan mengevaluasi perkembangan operasi penanganan karhutla ini secara berkala setiap pekannya guna memastikan seluruh upaya berjalan efektif, efisien, dan terukur hingga seluruh titik api benar-benar padam.

Menjelang kunjungan Kapolda Kalteng yang dijadwalkan pada Senin (19/10/2026), Halikinnor berharap adanya dukungan dan penguatan koordinasi lintas instansi untuk mengatasi kendala di lapangan serta mempercepat penanganan karhutla hingga seluruh titik api berhasil dipadamkan.

Kunjungi Kotim, Menhut Tegaskan Pemerintah Tak Tinggal Diam Tangani Karhutla di Kalimantan

SAMPIT – Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan. Penegasan tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Sabtu (17/10/2026) malam.

Kedatangan Menteri Kehutanan disambut langsung oleh Bupati Kotim H. Halikinnor bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD), serta relawan penanganan karhutla di kawasan Lingkar utara, Jalan Ir. Soekarno, Sampit.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Halikinnor menyampaikan perkembangan terkini kondisi karhutla di Kotim, termasuk berbagai upaya mitigasi, pemadaman, dan penanganan dampak kebakaran yang dilakukan pemerintah daerah bersama unsur terkait.
Menanggapi kondisi tersebut, Raja Juli Antoni menegaskan bahwa pemerintah terus mengupayakan berbagai langkah untuk mengendalikan karhutla, baik melalui operasi udara maupun pemanfaatan teknologi untuk membantu mengatasi dampak kabut asap.

“Kondisi Kalimantan saat ini sedang tidak baik-baik saja. Tantangan kita masih besar karena prediksi BMKG menunjukkan hujan alami di Kalimantan Tengah secara umum baru akan turun sekitar bulan November,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, upaya penanganan melalui udara terus diperkuat, antara lain dengan memperluas pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta menguji pemanfaatan teknologi penyemaian dry ice atau es kering untuk membantu mengurangi dampak kabut asap.

Menurutnya, uji coba teknologi dry ice di Sumatra Selatan sebelumnya menunjukkan hasil positif dengan peningkatan jarak pandang dari 300 meter menjadi 2.800 meter serta penurunan indeks pencemaran udara. Pasokan dry ice juga telah disiapkan untuk mendukung operasi penanganan di wilayah Kalimantan Tengah.

Selain itu, pemadaman melalui udara menggunakan helikopter atau water bombing terus dioptimalkan dengan melibatkan BNPB, Kementerian Kehutanan, TNI, serta dukungan pihak swasta. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi lapangan dan jarak pandang yang memungkinkan operasi berlangsung secara aman.

Di samping penanganan teknis, Menteri Kehutanan menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan. Menurutnya, faktor manusia masih menjadi penyebab dominan terjadinya karhutla sehingga pencegahan harus diiringi dengan tindakan tegas.

“Sekitar 99 persen kejadian karhutla ini adalah ulah manusia. Oleh karena itu, penegakan hukum terus kita perketat. Puluhan izin perusahaan yang melanggar telah kita cabut atau bekukan, dan proses hukum bagi perorangan maupun korporasi akan terus berjalan,” tegas Raja Juli Antoni.

Lebih lanjut, pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga berkoordinasi untuk menertibkan lahan-lahan terlantar di Area Penggunaan Lain (APL). Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah lahan kembali menjadi sumber kebakaran serta mengurangi risiko karhutla pada masa mendatang.

Kunjungan kerja Menteri Kehutanan ini menjadi bagian dari koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Sinergi lintas sektor, optimalisasi sumber daya, pencegahan kebakaran, dan penegakan hukum diharapkan mampu menekan kejadian karhutla serta mengurangi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Dihadapan Menthut, Bupati Kotim Ungkap Kendala Penanganan Karhutla

SAMPIT – Keterbatasan sumber air dan sulitnya akses menuju titik api menjadi kendala utama penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Kondisi ini membuat upaya pemadaman di sejumlah kawasan hutan membutuhkan dukungan tambahan, termasuk melalui pemadaman dari udara.

Persoalan tersebut disampaikan Bupati Kotim Halikinnor kepada Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni saat kunjungan kerja di Sampit, Sabtu (17/10/2026) malam.

Halikinnor melaporkan, terdapat dua lokasi kebakaran yang menjadi perhatian petugas, yakni Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, dan wilayah Camba, Kecamatan Kota Besi. Kedua lokasi tersebut menghadapi kendala akses, terutama karena titik api berada jauh dari jangkauan petugas darat.

Di Desa Ganepo, lokasi kebakaran diperkirakan berjarak 7–9 kilometer dari tepian Sungai Mentaya. Sementara itu, kebakaran di wilayah Camba terjadi di kawasan konservasi atau kawasan hutan sehingga memerlukan upaya penanganan yang intensif.

“Total personel yang ada di luar relawan, Pak Menteri, itu ada 448 orang. Mereka bekerja siang dan malam secara bergantian,” ujar Halikinnor.

Untuk mendukung operasi pemadaman, pemerintah daerah bersama unsur terkait telah mengerahkan 29 unit mobil, 113 unit mesin alkon, serta selang pemadam dengan total panjang sekitar 5.000 meter. Selain itu, sebanyak 43 mobil tangki dikerahkan untuk menyuplai air, termasuk dengan dukungan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kotim.

Namun, besarnya pengerahan personel dan peralatan belum sepenuhnya mengatasi kendala di lapangan. Kemarau panjang menyebabkan embung dan sejumlah sumur bor yang sebelumnya menjadi sumber air untuk pemadaman mulai mengering.

Petugas pun harus menerapkan sistem estafet menggunakan peralatan portabel untuk menyalurkan air ke lokasi kebakaran. Cara ini membutuhkan waktu lebih lama, terutama untuk menjangkau titik api yang berada jauh di dalam kawasan hutan.

“Kesulitan kita saat ini keterbatasan air. Embung-embung yang kita buat, termasuk sumur bor, juga mengering semua. Kalau mengambil air dari jauh, kita harus estafet menggunakan sistem portabel,” jelasnya.

Atas kondisi tersebut, Halikinnor berharap dukungan pemadaman melalui udara atau water bombing dapat membantu mempercepat penanganan, khususnya di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Menurutnya, pemadaman darat masih dapat dioptimalkan pada lokasi yang mudah diakses. Namun, keterbatasan jarak dan sumber air menjadi hambatan ketika kebakaran terjadi jauh di dalam kawasan hutan.

Selain memadamkan api, petugas juga menghadapi risiko munculnya kembali titik kebakaran setelah proses pemadaman. Karena itu, pendinginan dan penyiraman menyeluruh pada area yang terbakar menjadi bagian penting untuk mencegah api kembali menyala.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus mengerahkan personel dan peralatan bersama unsur terkait untuk mengendalikan karhutla. Dukungan tambahan diharapkan dapat memperkuat upaya pemadaman, terutama pada titik api yang sulit dijangkau, sekaligus menekan risiko meluasnya kebakaran.

Dampak Karhutla Jadi Perhatian, Bupati Kotim Pastikan Kesiapan Layanan Kesehatan

Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap serta kondisi kekeringan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terutama terkait kesehatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan air bersih. Bupati Kotim H. Halikinnor, S.H., M.M., meninjau pelayanan di RSUD dr. Murjani Sampit, Kamis (15/10/2026), untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi potensi peningkatan kebutuhan pelayanan.

Dalam peninjauan tersebut, Halikinnor memantau kesiapan sarana, peralatan, dan tenaga kesehatan. Ia juga berdialog langsung dengan masyarakat yang sedang mengakses layanan untuk mendengar kondisi serta kebutuhan mereka, sekaligus memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal di tengah situasi lingkungan yang perlu diwaspadai.

Bupati menegaskan, penanganan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare harus dilakukan secara cepat dan menyeluruh, tidak hanya di rumah sakit, tetapi juga melalui puskesmas di setiap wilayah.

“Penanganan ISPA dan diare harus dilakukan secara cepat dan optimal. Tidak hanya di rumah sakit, tetapi juga di puskesmas. Saya meminta seluruh fasilitas kesehatan memastikan kesiapan tenaga medis, sarana, dan sistem pelayanannya agar masyarakat bisa mendapatkan pertolongan sedini mungkin,” tegas Halikinnor.

Menurutnya, puskesmas memiliki peran penting dalam mendeteksi gejala, memberikan penanganan awal, serta merujuk pasien yang membutuhkan pelayanan lanjutan. Karena itu, koordinasi antara rumah sakit dan puskesmas perlu diperkuat agar penanganan pasien berlangsung cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan.

Selain kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan, persoalan air bersih di tengah kondisi kering juga menjadi perhatian Bupati. Di sejumlah wilayah, intrusi air laut dapat menyebabkan sumber air menjadi payau sehingga kualitas air yang digunakan masyarakat perlu diwaspadai.

“Saya sudah memerintahkan instansi terkait untuk berkoordinasi dengan kecamatan, kelurahan, hingga desa guna mendata kebutuhan air bersih masyarakat. Kita harus mengetahui wilayah yang mengalami kesulitan air dan jumlah kebutuhan di lapangan, sehingga langkah penanganan dan penyalurannya bisa dilakukan secara tepat sasaran,” ujar Halikinnor.

Melalui peninjauan tersebut, Bupati meminta perangkat daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi sesuai kondisi di lapangan. Upaya ini diharapkan memastikan masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan dan akses air bersih yang dibutuhkan di tengah dampak karhutla dan kondisi kekeringan.