Berita
Kotawaringin Timur menuju Smart City
Kotawaringin Timur — Wakil Bupati (Wabup) Kotawaringin Timur Irawati, S.Pd membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Masterplan Kota Cerdas (Smart City) Kabupaten Kotawaringin Timur 2022 di Aula Sei. Mentaya Bappelitbangda Kab. Kotawaringin Timur, Rabu, (08/06/2022).
Dalam laporanya Kadis Kominfo Multazam menjelaskan, bahwa pelaksanaan Bimtek bertujuan untuk sinkronisasi mewujudkan Smart City di Kabupaten Kotawaringin Timur. Bimtek smart City tahap I dilakukan selama dua hari dari tanggal 8 dan 9 Juni 2022 dengan peserta dari unsur perangkat daerah, Akademisi, Keuangan/Bank, Rumah Sakit, Perusahaan Telekomunikasi, Komunitas dan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah.
”Kabupaten Kotawaringin Timur di percaya oleh Kementerian Kominfo masuk 50 dari 514 kota atau Kabupaten se Indonesia untuk mengikuti Bimtek Smart City yang akan diadakan selama 4 gelombang dan di bulan Desember akan dilakukan kajian dan evaluasi,” jelasnya.
Sementara itu Wabub menyebutkan, seiring dengan visi pembangunan daerah dalam RPJMD kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2021-2026 yaitu “Terwujudnya Kabupaten Kotawaringin Timur yang mandiri, maju dan sejahtera”, maka gerakan menuju smart diharapkan dapat membawa perubahan percepatan ekonomi yang berkelanjutan, infrastruktur, dan tata ruang yang berkualitas, jaminan pendidikan, kesehatan dan sosial budaya, reformasi birokrasi yang efektif dan efisien, serta partisipasi dan kolaborasi dalam pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh masyakarat di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Kegiatan bimbingan teknis ini sebagai wadah untuk bersama-sama menggali ide dan gagasan serta ajang bertukar pikiran dalam menyusun master plan dan quick win yang akan menjadi pedoman bagi implementasi smart city di kabupaten kotawaringin timur. ”Dengan menerapkan inovasi dan teknologi layanan publik, akan lebih efisien efektif serta lebih transparan sehingga meningkatkan layanan yang lebih baik dan tepat sasaran. Selain itu kesalahan informasi dapat diminimalisir secara cerdas dengan menerapkan solusi terukur,” paparnya. Wabup menambahkan, layanan publik yang dikemas dalam Smart City terbagi dalam enam dimensi yaitu Smart Governance, Smart Branding, Smart Economi, Smart Living, Smart Society dan Smart Evironment.
”Kita harus optimis dan berkomitmen untuk terus bersinergi dan berkolaborasi semua stekholder agar benar terbangun baik Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi Kota Cerdas.

Masih dikatakan Wabup, dengan terselenggaranya Bimtek Penyusunan Masterplan smart city Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2022, diharapkan meningkatkan pemahaman dan komitmen dari semua unsur dalam mewujudkan gerakan menuju Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai smart city.

Pada kesempatan ini, Tim Pembimbing dari Kementerian Kominfo RI melakukan audiensi dengan Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor. Pada kesempatan ini, Bupati Kotim menyampaikan komitmen beliau dalam acara bimbingan teknis ini serta mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kominfo RI untuk Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan bimbingan oleh Kementerian. Ada beberapa hal yang di catat dan menjadi masukan dalam rangka menyusun smart city yaitu Integrasi dan kolaborasi. Dan 2 hal ini menjadi kata kunci untuk kemudian di sesuaikan dengan RPJMD dan perkembangan kekinian Kabupaten Kotawaringin Timur. (admin)
Pemkab Kotim Gelar FGD Penataan Kelembagaan Perangkat Daerah untuk Wujudkan Organisasi yang Adaptif dan Efisien
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penataan Kelembagaan Perangkat Daerah di Ruang Rapat Anggrek Tewu, Gedung A Sekretariat Daerah Kabupaten Kotim, Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengevaluasi dan menata struktur organisasi perangkat daerah agar lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap dinamika pembangunan serta kebutuhan masyarakat.
FGD dihadiri oleh unsur perangkat daerah, pejabat struktural, tenaga ahli, serta pemangku kepentingan terkait yang memiliki peran dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Umar Kaderi, S.H., M.Sc., mewakili Bupati Kotawaringin Timur.
Dalam sambutannya, Umar Kaderi menegaskan bahwa penataan kelembagaan bukan sekadar perubahan struktur organisasi, melainkan langkah strategis untuk memastikan perangkat daerah mampu menjalankan fungsi pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan secara optimal sesuai tantangan serta kebutuhan daerah yang terus berkembang.
Ia menjelaskan bahwa FGD tersebut menjadi forum penting untuk menghimpun berbagai pandangan, masukan, dan rekomendasi dari para peserta sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan penataan kelembagaan yang tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Melalui FGD ini, saya berharap seluruh peserta dapat memberikan masukan, pandangan, dan rekomendasi yang konstruktif berdasarkan data, fakta, serta kebutuhan riil daerah. Hasil diskusi ini diharapkan menjadi landasan dalam mewujudkan organisasi pemerintah daerah yang lebih adaptif, profesional, efisien, dan berorientasi pada hasil,” ujarnya.
Menurut Umar, pemerintah daerah saat ini dituntut untuk mampu membangun tata kelola pemerintahan yang lincah dan efektif di tengah berbagai tantangan pembangunan, perkembangan teknologi, serta tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi. Oleh karena itu, evaluasi dan penyesuaian struktur organisasi perlu dilakukan secara berkala agar perangkat daerah dapat bekerja lebih optimal dan tidak terjadi tumpang tindih fungsi maupun kewenangan.
FGD Penataan Kelembagaan Perangkat Daerah ini juga merupakan tindak lanjut dari evaluasi kelembagaan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran dan reformasi birokrasi yang saat ini menjadi fokus pemerintah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.
Berbagai aspek strategis menjadi fokus pembahasan dalam forum tersebut, mulai dari efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi perangkat daerah, kesesuaian beban kerja organisasi, optimalisasi sumber daya aparatur, hingga peluang penguatan koordinasi dan kolaborasi antarperangkat daerah dalam mendukung pencapaian target pembangunan daerah.

Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap dapat menghasilkan rekomendasi yang komprehensif dan implementatif sebagai dasar penyusunan kebijakan penataan kelembagaan yang lebih tepat, terukur, dan sesuai dengan karakteristik daerah.
Melalui langkah penataan kelembagaan yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik serta percepatan pembangunan daerah.
Bupati Kotim Ajak Masyarakat Jadikan Pancasila Pedoman Menghadapi Tantangan Zaman
Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), H. Halikinnor, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup dalam menghadapi berbagai tantangan global dan dinamika perkembangan zaman. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Halaman Kantor Bupati Kotawaringin Timur, Senin (1/6/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol atau seremonial tahunan, melainkan ideologi yang hidup dan menjadi penuntun bangsa dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman. Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menjadi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila di berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Bupati juga mengajak generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam setiap tindakan nyata serta tidak membiarkan nilai-nilai luhur tersebut hanya menjadi slogan semata.

Menurutnya, ketangguhan Indonesia dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman merupakan bukti nyata relevansi Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Pada kesempatan yang sama, Bupati turut menyampaikan apresiasi atas dimulainya rangkaian kegiatan Sensus Ekonomi 2026. Ia menekankan bahwa sensus tersebut merupakan agenda strategis nasional untuk memperoleh data ekonomi yang akurat, mutakhir, dan terpercaya sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah maupun nasional. Selain itu, Bupati juga menyambut baik peresmian Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan.

Keberadaan Redkar dinilai menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi kebakaran permukiman maupun kebakaran hutan dan lahan. Mengakhiri sambutannya, Bupati berharap semangat gotong royong, persatuan, dan nilai-nilai Pancasila semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat guna mewujudkan Kabupaten Kotawaringin Timur yang maju, mandiri, dan sejahtera.
HNR Cup II 2026 Resmi Dibuka, Bupati Kotim Harapkan Lahir Atlet Berprestasi
Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), H. Halikinnor, secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola HNR Cup II Tahun 2026 di Stadion 29 November Sampit, Minggu (31/5/2026). Turnamen yang akan berlangsung selama sekitar 32 hari tersebut menjadi ajang pembinaan atlet sekaligus hiburan bagi masyarakat. Dalam sambutannya, Halikinnor menyampaikan apresiasi kepada panitia, sponsor, aparat keamanan, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai HNR Cup II merupakan wujud kebersamaan dalam memajukan olahraga sepak bola di Kotawaringin Timur.
“Saya berharap HNR Cup II ini dapat menjadi wadah penyaluran bakat dan potensi pemain muda berbakat di Kotawaringin Timur. Melalui ajang ini, kita ingin melahirkan generasi pemain sepak bola yang mampu mengharumkan nama daerah, baik di tingkat regional maupun nasional,” ujar Halikinnor.

Menurutnya, turnamen ini tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga berdampak positif terhadap perekonomian daerah, khususnya bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di sekitar lokasi pertandingan. Bupati juga mengapresiasi penyelenggaraan HNR Cup II yang terlaksana melalui dukungan sponsor dan swadaya masyarakat tanpa menggunakan anggaran pemerintah daerah. Hal tersebut menunjukkan tingginya kepedulian berbagai pihak terhadap kemajuan olahraga di Kotim.
Mengusung tema “Sepakbola Adalah Romantisme Cinta yang Paling Nyata”, HNR Cup II diharapkan mampu mempererat persaudaraan, meningkatkan sportivitas, dan menjadi ajang yang melahirkan talenta-talenta sepak bola terbaik dari Kabupaten Kotawaringin Timur.
Gubernur Kalteng Resmi Buka Kalteng Expo 2026, Stand Kotim Tampilkan Produk UMKM dan Hasil Pertanian
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran bersama unsur Forkopimda Provinsi Kalteng resmi membuka Kalteng Expo Tahun 2026 di Halaman GOR Indoor Serbaguna Palangka Raya, Minggu (17/05/2026) malam.
Pembukaan Kalteng Expo ditandai dengan pengguntingan pita oleh Gubernur H. Agustiar Sabran sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan pameran pembangunan dan promosi daerah tersebut.
Kalteng Expo merupakan agenda rutin tahunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah.
Kegiatan ini menjadi wadah promosi potensi daerah, pengembangan UMKM, serta ajang memperkenalkan berbagai produk unggulan dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah.
Usai membuka kegiatan, Gubernur bersama jajaran Forkopimda dan kepala daerah meninjau sejumlah stand pameran yang menampilkan produk, jasa, dan informasi dari berbagai instansi pemerintah, pelaku usaha, hingga komunitas daerah.

Salah satu stand yang dikunjungi Gubernur yakni stand Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Kotim turut berpartisipasi dengan menghadirkan berbagai produk UMKM lokal unggulan serta hasil pertanian daerah sebagai bentuk promosi potensi ekonomi dan sumber daya lokal Kotim.
Stand Kotim menarik perhatian pengunjung karena menampilkan beragam produk khas daerah yang mencerminkan kreativitas pelaku UMKM serta potensi sektor pertanian yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur.
171 Jemaah Calon Haji Kotawaringin Timur Tiba di Asrama Haji Embarkasi, Siap Lanjutkan Tahapan Keberangkatan
Sebanyak 171 jemaah calon haji asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tiba di Asrama Haji Embarkasi pada Jumat, 1 Mei 2026. Kedatangan rombongan berlangsung lancar dan disambut dengan suasana penuh semangat, menandai dimulainya tahapan penting sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci.

Sebelumnya, para jemaah diberangkatkan melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor dan melanjutkan perjalanan darat menuju asrama haji menggunakan armada bus yang telah difasilitasi. Setibanya di lokasi, seluruh jemaah langsung mengikuti serangkaian prosedur yang telah ditetapkan, mulai dari verifikasi administrasi, pembagian akomodasi, hingga pemeriksaan kesehatan menyeluruh guna memastikan kesiapan fisik sebelum terbang ke Arab Saudi.
Dalam proses tersebut, jemaah juga mendapatkan pengarahan teknis terkait jadwal keberangkatan, ketentuan selama di embarkasi, serta persiapan akhir menjelang masuk ke kloter penerbangan. Tahapan ini menjadi bagian krusial untuk memastikan seluruh jemaah memenuhi persyaratan dan dalam kondisi prima.
Turut hadir mendampingi keberangkatan, Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Kotim, Bima Eka Wardhana, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Setda Kotim, Drs. Waren, M.Si, yang juga tergabung dalam panitia penyelenggara ibadah haji daerah. Kehadiran keduanya mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran pelaksanaan ibadah haji bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menegaskan bahwa pendampingan tidak hanya dilakukan pada tahap keberangkatan, tetapi juga melalui koordinasi berkelanjutan dengan pihak terkait guna memastikan pelayanan optimal bagi jemaah selama berada di embarkasi hingga di Tanah Suci.
Para jemaah tampak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan antusias, sembari menanti jadwal penerbangan yang telah ditentukan. Harapan besar pun disampaikan agar seluruh jemaah senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan dalam menjalankan ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
Update: 171 Jemaah Calon Haji Kotim Bertolak ke Embarkasi Banjarmasin, Suasana Haru Warnai Keberangkatan
Sebanyak 171 jemaah calon haji asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi diberangkatkan menuju Embarkasi Haji Banjarmasin pada Jumat (1/5/2026). Prosesi pelepasan yang berlangsung di Bandara H. Asan Sampit diwarnai suasana haru, doa, dan rasa syukur dari para jemaah maupun keluarga yang mengantar.

Pemberangkatan dilakukan secara bertahap melalui dua penerbangan (trip) guna memastikan kelancaran dan kenyamanan perjalanan menuju embarkasi.
Pada trip pertama yang lepas landas pukul 08.00 WIB, sebanyak 101 jemaah diberangkatkan dengan pendampingan langsung dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten Kotim. Sementara itu, trip kedua yang dijadwalkan pukul 10.00 WIB mengangkut 66 jemaah dan turut didampingi oleh jajaran pejabat daerah, termasuk Asisten III Setda Kotim dan Kepala BKAD Kotim.
Selain itu, terdapat empat jemaah lainnya yang memilih berangkat secara mandiri melalui jalur darat menuju Banjarmasin.
Secara umum, seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan siap menjalani rangkaian ibadah haji. Keberangkatan ini menjadi puncak dari proses panjang yang telah dilalui, mulai dari tahapan administrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga bimbingan manasik haji.
Momentum ini juga menjadi titik awal perjalanan spiritual bagi para jemaah menuju Tanah Suci. Pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, diberikan kesehatan, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh.
Di sisi lain, kelancaran proses pemberangkatan ini turut mencerminkan koordinasi yang baik antarinstansi, mulai dari pemerintah daerah, panitia haji, hingga pihak transportasi, sehingga seluruh tahapan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Pemkab Kotim Gelar Sosialisasi Perbup dan Bimtek RPK-JMD, Dorong ASN Lebih Profesional dan Kompetitif
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar kegiatan Sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 7 Tahun 2026 serta Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Pengembangan Kompetensi Jangka Menengah Daerah (RPK-JMD), Bertempat di Aula Balai diklat BKPSDM Kotim, Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas dan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kotim.
Bupati Kotawaringin Timur, H. Halikinnor, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Pj. Sekda Kotim Umar kaderi,SH.,M.Sc menegaskan bahwa Peraturan Bupati Nomor 7 Tahun 2026 disusun sebagai upaya mendorong peningkatan disiplin, kinerja, dan profesionalisme ASN. Regulasi ini mengatur mekanisme pemberian penghargaan bagi ASN berprestasi sekaligus penegakan sanksi secara objektif dan terukur bagi pelanggaran disiplin.
“Melalui penerapan peraturan ini, diharapkan terbentuk budaya kerja yang kompetitif, berintegritas, dan berorientasi pada kinerja, sehingga ASN mampu memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah,” ujar Bupati.
Selain sosialisasi regulasi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Bimtek penyusunan RPK-JMD yang merupakan bagian dari program prioritas nasional dalam penyusunan profil kebutuhan pengembangan kompetensi ASN periode 2025–2029.
Bupati menjelaskan, setiap perangkat daerah dituntut untuk menyusun kebutuhan pengembangan kompetensi secara sistematis, berbasis Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi (AKPK), serta selaras dengan kebutuhan organisasi dan arah pembangunan daerah.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya aparatur. Oleh karena itu, penguatan sistem penghargaan dan disiplin serta perencanaan pengembangan kompetensi menjadi dua pilar penting dalam mewujudkan ASN yang unggul dan berdaya saing.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan serius, aktif berdiskusi, serta mampu mengimplementasikan hasilnya di unit kerja masing-masing.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas dan kapabilitas ASN di Kotawaringin Timur, sejalan dengan semangat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan bersih (clean governance).
Dengan mengusung nilai kebersamaan melalui filosofi “Huma Betang” dan semangat “Habarang Hurung”, Pemkab Kotim optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Inovasi Desa Siaga Stunting dan Si Laras Jadi Strategi Kotim Tekan Angka Stunting
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui berbagai inovasi dalam Penilaian Kinerja Stunting Tahun 2026, Senin (27/4).

Pj. Sekretaris Daerah Kotim, Umar Kaderi, menyampaikan bahwa strategi yang dijalankan difokuskan pada intervensi nyata di tingkat desa melalui tiga pilar utama, yakni Desa Siaga Stunting, aplikasi Si Laras, dan Gerakan Orang Tua Asuh.
Program Desa Siaga Stunting mendorong kemandirian masyarakat melalui edukasi, penyuluhan, serta pemberian makanan tambahan (PMT) yang dikelola langsung oleh PKK, termasuk dapur gizi berbasis dana CSR. Salah satu implementasi terlihat di Desa Hanipan, yang berhasil menjaga angka stunting tetap terkendali melalui pemantauan rutin.
Sementara itu, aplikasi Si Laras menjadi instrumen digital untuk memantau perkembangan intervensi secara real-time, sehingga memudahkan pemerintah dalam mengambil langkah cepat dan tepat berbasis data.
Adapun Gerakan Orang Tua Asuh memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendampingi anak berisiko stunting, dengan optimalisasi pemanfaatan CSR secara lebih tepat sasaran.
Umar Kaderi menegaskan, sinergi lintas sektor, termasuk OPD, TPPS, dan PKK, menjadi kunci utama dalam menekan angka stunting di Kotim. Melalui berbagai inovasi ini, Pemkab Kotim optimistis dapat mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan unggul.
Bupati Kotim Tekankan Pelestarian Budaya dalam Ritual Bayar Hajat di Telaga Antang
Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) menyampaikan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi leluhur dalam sambutannya pada kegiatan ritual Bayar Hajat di wilayah Kecamatan Telaga Antang.

Dalam sambutannya, Bupati mengawali dengan ungkapan filosofi daerah, “Malupit Hajat Bagantung Langit Batuyang Hawun”, yang menggambarkan situasi penuh ketidakpastian serta harapan yang menggantung. Ia mengajak masyarakat untuk senantiasa bersyukur atas kondisi daerah yang tetap kondusif di tengah berbagai tantangan.
Bupati juga menyampaikan gambaran umum Kabupaten Kotawaringin Timur dengan luas wilayah sekitar 16.796 km² dan jumlah penduduk lebih dari 454 ribu jiwa (per Desember 2024), yang terdiri dari beragam suku dan budaya. Keberagaman tersebut dinilai sebagai kekuatan yang harus dijaga bersama.

Pada kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa kehadirannya tidak hanya untuk mengikuti ritual adat, tetapi juga sebagai bagian dari kunjungan kerja pemerintah daerah ke Telaga Antang. ia menyinggung pentingnya pembangunan, termasuk peresmian SMA di wilayah tersebut.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa ritual Bayar Hajat merupakan warisan budaya suku Dayak yang memiliki nilai spiritual tinggi. Tradisi ini tidak hanya sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga sebagai sarana menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan leluhur.
“Ritual ini harus terus dilestarikan oleh generasi muda. Selain menjaga identitas budaya, juga menjadi daya tarik dalam memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Tengah kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa dalam era modernisasi yang semakin pesat, pelestarian budaya menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah, tokoh adat, maupun masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Bupati berharap nilai-nilai yang terkandung dalam ritual Bayar Hajat dapat terus dijaga, sekaligus menjadi penguat spiritual dan sosial bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan yang lebih baik.
Bupati Kotim Resmikan Peletakan Batu Pertama SD Alam Bumi Khatulistiwa, Perkuat Investasi SDM Berbasis Pendidikan Alam
Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) meresmikan peletakan batu pertama pembangunan SD Alam Bumi Khatulistiwa di Jalan Jenderal Sudirman Km 8 , Jumat (24/04/2026), sebagai tonggak hadirnya sekolah alam pertama di wilayah tersebut. Pembangunan ini dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak usia dini.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas manusianya. Karena itu, investasi di sektor pendidikan, khususnya yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman, menjadi prioritas penting.
Menurutnya, konsep sekolah alam yang diusung SD Alam Bumi Khatulistiwa menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual, dengan menekankan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, pembentukan karakter, serta kepedulian terhadap lingkungan.
“Sekolah ini memiliki visi menjadi pusat pendidikan alam terdepan yang melahirkan pembelajar sepanjang hayat. Kita ingin generasi muda Kotim tidak hanya cerdas secara akademik dan memiliki kemampuan global seperti bahasa Inggris, tetapi juga berkarakter kuat dan berjiwa patriotik,” ujarnya.
Bupati juga menekankan pentingnya nilai “Habaring Hurung” atau gotong royong sebagai fondasi dalam pengembangan pendidikan. Ia menilai, keberhasilan sekolah ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada sinergi antara yayasan, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat.
Peletakan batu pertama ini, lanjutnya, bukan sekadar awal pembangunan fisik, melainkan simbol komitmen bersama dalam membangun generasi masa depan yang unggul, berbudaya, dan berwawasan lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur turut menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Pelita Bumi Khatulistiwa sebagai penggagas pembangunan sekolah tersebut. Diharapkan, kehadiran SD Alam Bumi Khatulistiwa dapat menjadi alternatif pendidikan unggulan di daerah, sekaligus melahirkan generasi yang mencintai ilmu pengetahuan, menjaga kelestarian alam, dan mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun global.
Perkuat Tata Kelola Desa, Bupati Halikinnor Kukuhkan APDESI dan Tekankan Akuntabilitas Keuangan
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat peran strategis pemerintah desa sebagai ujung tombak pelayanan publik dan pembangunan. Hal tersebut ditegaskan Bupati Kotim, Halikinnor, saat menghadiri kegiatan Pembinaan Pengelolaan Keuangan Desa serta Pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Kotim, Selasa (22/04/2026) di Gedung Serbaguna Sampit.

Dalam sambutannya, Bupati menilai pengukuhan pengurus APDESI menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa. Ia menekankan bahwa APDESI tidak hanya berfungsi sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai wadah komunikasi dan solusi atas berbagai persoalan di tingkat desa.
“Pengurus yang baru dikukuhkan harus mampu bekerja nyata, menjadi penggerak perubahan, serta memperkuat kualitas pelayanan publik di desa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menyoroti pentingnya tata kelola keuangan desa yang transparan dan akuntabel, seiring meningkatnya alokasi anggaran desa setiap tahun. Untuk itu, kegiatan pembinaan yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kotawaringin Timur bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur menjadi langkah strategis dalam mencegah potensi penyimpangan sejak dini.
Menurutnya, penguatan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan keuangan tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas administrasi, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan hukum bagi kepala desa dalam menjalankan tugasnya.
Dalam arahannya, Bupati menyampaikan tiga penekanan utama kepada para kepala desa. Pertama, memastikan pengelolaan keuangan desa dilaksanakan sesuai regulasi dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasi, dan disiplin anggaran. Kedua, mencegah terjadinya maladministrasi yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum akibat kelalaian atau ketidaktahuan. Ketiga, mengarahkan penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa pada program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Dana desa harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama untuk penanganan stunting, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan ekonomi desa melalui BUMDes,” ujarnya.
Melalui pengukuhan APDESI dan penguatan pembinaan keuangan desa ini, Pemkab Kotim berharap tercipta pemerintahan desa yang semakin profesional, transparan, dan berintegritas, sehingga mampu mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat hingga ke tingkat desa.
Upaya Tekan Stunting: Pemkab Kotim Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal dan Edukasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi emas melalui percepatan penurunan angka stunting. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Penggerakan Masyarakat Gerakan Cegah Stunting Tingkat Kabupaten Tahun 2026 yang digelar di Puskesmas Baamang I, Kecamatan Baamang, Rabu (22/04).

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kab. Kotim, Hj. Hairiah Halikinnor, jajaran Kepala Dinas terkait, Camat Baamang, Kepala Puskesmas, serta para kader Posyandu wilayah kerja Puskesmas Baamang 1 dan Baamang 2.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Umar Kaderi, S.H., M.Sc., menekankan bahwa kunci utama penanganan stunting terletak pada pemenuhan gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
“Upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun,” ujarnya saat membuka acara tersebut secara resmi.
Menurutnya, stunting bukan sekadar masalah pertumbuhan fisik, melainkan ancaman serius terhadap perkembangan kognitif dan daya saing daerah di masa depan. Oleh karena itu, keterlibatan aktif keluarga dan lintas sektor menjadi faktor penentu keberhasilan program ini.
“Peran keluarga merupakan kunci utama dalam pencegahan stunting. Keluarga adalah lingkungan pertama dan utama bagi anak. Namun demikian, keluarga tidak dapat berjalan sendiri, dibutuhkan dukungan penuh dari seluruh OPD dan lintas sektor,” tambahnya.
Salah satu poin penting yang diangkat dalam kegiatan ini adalah optimalisasi potensi sumber daya pangan lokal. Masyarakat diajak untuk tidak bergantung pada produk olahan pabrikan, melainkan memanfaatkan bahan pangan lokal yang lebih sehat, terjangkau, dan bernilai gizi tinggi.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta yang terdiri dari kader Posyandu dan keluarga sasaran juga mendapatkan demonstrasi langsung pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal dari tenaga ahli gizi.
“Pemanfaatan pangan lokal yang sehat, terjangkau, dan bernilai gizi tinggi dapat menjadi solusi nyata dalam pencegahan stunting. Mari kita jadikan Posyandu sebagai pusat gerakan cegah stunting, dan keluarga sebagai garda terdepan,” tegas Umar.

Melalui gerakan ini, Pemkab Kotim berharap dapat memberikan motivasi lebih bagi para kader di lapangan untuk memastikan setiap anak di Kabupaten Kotawaringin Timur mendapatkan asupan gizi yang optimal demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

