Bupati Kotim Tekankan Pelestarian Budaya dalam Ritual Bayar Hajat di Telaga Antang
Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) menyampaikan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi leluhur dalam sambutannya pada kegiatan ritual Bayar Hajat di wilayah Kecamatan Telaga Antang.

Dalam sambutannya, Bupati mengawali dengan ungkapan filosofi daerah, “Malupit Hajat Bagantung Langit Batuyang Hawun”, yang menggambarkan situasi penuh ketidakpastian serta harapan yang menggantung. Ia mengajak masyarakat untuk senantiasa bersyukur atas kondisi daerah yang tetap kondusif di tengah berbagai tantangan.
Bupati juga menyampaikan gambaran umum Kabupaten Kotawaringin Timur dengan luas wilayah sekitar 16.796 km² dan jumlah penduduk lebih dari 454 ribu jiwa (per Desember 2024), yang terdiri dari beragam suku dan budaya. Keberagaman tersebut dinilai sebagai kekuatan yang harus dijaga bersama.

Pada kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa kehadirannya tidak hanya untuk mengikuti ritual adat, tetapi juga sebagai bagian dari kunjungan kerja pemerintah daerah ke Telaga Antang. ia menyinggung pentingnya pembangunan, termasuk peresmian SMA di wilayah tersebut.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa ritual Bayar Hajat merupakan warisan budaya suku Dayak yang memiliki nilai spiritual tinggi. Tradisi ini tidak hanya sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga sebagai sarana menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan leluhur.
“Ritual ini harus terus dilestarikan oleh generasi muda. Selain menjaga identitas budaya, juga menjadi daya tarik dalam memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Tengah kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa dalam era modernisasi yang semakin pesat, pelestarian budaya menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah, tokoh adat, maupun masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Bupati berharap nilai-nilai yang terkandung dalam ritual Bayar Hajat dapat terus dijaga, sekaligus menjadi penguat spiritual dan sosial bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan yang lebih baik.
0 komentar