Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Berita

103 Pejabat Dilantik, Diana Setiawan Dipercaya Menjabat Pj Sekda Kotawaringin Timur

Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) H. Halikinnor, S.H., M.M. melantik dan mengambil sumpah/janji 103 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, sekaligus mengangkat  Diana Setiawan, SE., MAP sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat (11/9/2026).

Sebanyak 103 pejabat yang dilantik terdiri dari *16 pejabat pimpinan tinggi pratama, 44 pejabat administrator, dan 43 pejabat pengawas*. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Bupati Kotim Nomor 800.1.3.3/775/BKPSDM.MP/2026.

Sementara itu, pengangkatan Diana Setiawan sebagai Pj Sekda ditetapkan melalui Keputusan Bupati Kotim Nomor 800.1.3.3/774/BKPSDM.MP/2026.

Dalam sambutannya, Bupati Halikinnor menegaskan bahwa pelantikan merupakan bagian dari penerapan *manajemen talenta* sekaligus upaya memperkuat tata kelola pemerintahan dan mempercepat kinerja pelayanan publik.

Bupati meminta seluruh pejabat yang baru dilantik segera melakukan konsolidasi, memperkuat koordinasi, serta bekerja dengan profesional, disiplin, berintegritas dan penuh tanggung jawab.

“Jangan berhenti pada kebanggaan jabatan. Tunjukkan hasil karya terbaik dari amanah yang saudara emban,” pesan Bupati.

Bupati juga mengingatkan pentingnya kekompakan seluruh pihak dalam menghadapi *Karhutla* yang saat ini menjadi salah satu tantangan daerah. Ia mengajak pemerintah daerah, TNI-Polri, dunia usaha, relawan dan masyarakat bersama-sama memperkuat penanganan Karhutla.

Bupati berharap para pejabat yang dilantik mampu menjalankan amanah dengan baik dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin optimal bagi masyarakat.

Maulid Nabi 1448 H, Wabup Kotim Ajak Masyarakat Perkuat Persaudaraan dan Kepedulian Hadapi Karhutla

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiah, kepedulian sosial dan kebersamaan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), khususnya dalam menghadapi musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (8/9/2026) tersebut berlangsung di Masjid Wahyu Al Hadi Islamic Center Sampit. Peringatan Maulid Nabi mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Memperkuat Ukhuwah Islamiah, Kepedulian dan Kebersamaan Menghadapi Musibah Karhutla dan Kabut Asap.”

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Kotawaringin Timur Hj. Irawati, S.Pd., M.A.P.  Sementara tausiah dalam peringatan tersebut disampaikan oleh Dr. K.H. Muhari, S.Ag., M.I.Kom. dari Banjarmasin.

Dalam sambutannya, Irawati menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun persaudaraan, kepedulian dan semangat saling membantu.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi semakin penting di tengah kondisi masyarakat yang saat ini menghadapi dampak karhutla dan kabut asap. Situasi tersebut membutuhkan kepedulian serta kebersamaan dari seluruh elemen masyarakat.

“Semangat persaudaraan dan toleransi yang diajarkan Rasulullah SAW hendaknya menjadi pedoman bagi kita untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan. Jangan sampai perbedaan menjadi sumber perpecahan,” ujar Irawati.

Ia mengatakan, Kabupaten Kotawaringin Timur merupakan daerah yang memiliki masyarakat dengan latar belakang yang beragam, baik agama, suku, budaya maupun kondisi sosial. Keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang harus terus dijaga dan dirawat bersama.

Irawati mengajak masyarakat menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun daerah. Menurutnya, persatuan dan kebersamaan menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana dan persoalan lingkungan yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

“Dalam kondisi seperti ini, kita harus saling peduli, saling membantu dan memperkuat gotong royong. Kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW,” katanya.

Selain masyarakat, Wakil Bupati juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus meningkatkan kepedulian sosial serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam situasi yang membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.

Ia berharap semangat kebersamaan yang dibangun melalui peringatan Maulid Nabi dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat diharapkan turut berperan dalam menjaga lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, serta saling membantu menghadapi dampak kabut asap.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat, berbagai persoalan yang dihadapi daerah diharapkan dapat ditangani secara bersama-sama.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiah, kepedulian dan kebersamaan, sekaligus mengimplementasikan keteladanan Rasulullah SAW dalam menjaga persatuan, membantu sesama dan menghadapi berbagai tantangan yang terjadi di tengah masyarakat.

Melalui semangat tersebut, masyarakat Kotawaringin Timur diharapkan semakin solid dalam menjaga keharmonisan serta bersama-sama menghadapi musibah karhutla dan kabut asap demi terciptanya lingkungan yang aman, sehat dan kondusif.

Pemkab Kotim Sambut Kunjungan Rombongan HKI dari Jerman, Dorong Pengenalan Budaya dan Kesenian Daerah

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyambut baik kunjungan rombongan Huria Kristen Indonesia (HKI) dari Jerman dalam rangka audiensi sekaligus mendukung upaya pengenalan budaya dan kesenian daerah kepada masyarakat internasional.

Kunjungan tersebut berlangsung pada Senin (7/9/2026) di Aula Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Kotawaringin Timur. Pertemuan tersebut dihadiri dan diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Umar Kaderi, S.H., M.Sc.

Dalam kesempatan tersebut, Umar Kaderi menyampaikan apresiasi atas kedatangan rombongan dari Jerman yang memiliki ketertarikan untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat, budaya dan kesenian yang berkembang di Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur sangat menyambut dan mengapresiasi kedatangan saudara dari Jerman untuk belajar budaya dan kesenian di sini,” ujar Umar Kaderi.

Menurutnya, kunjungan dari luar negeri seperti ini merupakan kesempatan positif bagi daerah untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Kotawaringin Timur.

Kotawaringin Timur memiliki keberagaman budaya dan kesenian yang tumbuh di tengah masyarakat. Keberagaman tersebut menjadi potensi daerah yang perlu terus dilestarikan sekaligus diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk masyarakat dari negara lain.

Umar Kaderi berharap para tamu dari Jerman dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai kehidupan sosial dan budaya masyarakat Kotawaringin Timur. Interaksi selama kunjungan juga diharapkan dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai keberagaman budaya.

“Semoga selama berada di Kotawaringin Timur, para tamu dapat mengenal lebih dekat budaya dan kesenian daerah serta mendapatkan pengalaman yang baik dan berkesan,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur turut memberikan fasilitasi yang diperlukan selama rombongan berada di wilayah Kotim. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu kelancaran rangkaian kegiatan sekaligus memberikan kesempatan kepada rombongan untuk melihat secara langsung berbagai potensi budaya dan kesenian daerah.

Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas pengenalan potensi daerah ke tingkat internasional. Pertukaran budaya melalui kunjungan langsung dinilai dapat menjadi sarana untuk membangun pemahaman, mempererat hubungan antarmasyarakat serta memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada masyarakat dunia.

Pemkab Kotim berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada kunjungan semata, tetapi dapat menjadi awal terjalinnya hubungan yang lebih luas di masa mendatang, termasuk peluang kerja sama dalam bidang sosial, budaya maupun pengembangan potensi daerah.

Melalui dukungan dan keterbukaan terhadap kunjungan seperti ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berkomitmen untuk terus mendorong pelestarian sekaligus promosi budaya dan kesenian daerah, sehingga kekayaan budaya Kotim semakin dikenal dan diapresiasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Hari Lahir Adhyaksa ke-81, Bupati Halikinnor Perkuat Sinergi dengan Kejari Kotim untuk Pembangunan Daerah 

Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) H. Halikinnor, S.H., M.M., didampingi Sekretaris Daerah Kotim Umar Kaderi, S.H., M.Sc., menghadiri syukuran peringatan  Hari Lahir Adhyaksa ke-81 tahun 2026 di Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur, Rabu (2/9/2026).

Kedatangan Bupati Halikinnor disambut langsung Kepala Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur Edwin Ignatius Beslar, S.H., M.H., bersama jajaran.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Halikinnor menyampaikan ucapan selamat kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur beserta seluruh jajaran. Ia berharap Kejaksaan Republik Indonesia, khususnya jajaran Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur, terus meningkatkan profesionalisme, integritas dan pengabdian dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, saya mengucapkan selamat Hari Lahir Adhyaksa ke-81. Semoga Kejaksaan Republik Indonesia semakin profesional, berintegritas, dan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan serta memberikan pelayanan bagi masyarakat,” ujar Halikinnor.

Ia berharap momentum Hari Lahir Adhyaksa ke-81 dapat menjadi penguat komitmen bersama untuk terus membangun kerja sama yang positif, menjaga kepastian hukum, serta mendukung terciptanya iklim pembangunan daerah yang kondusif.

“Dengan semangat *“Menguatkan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas Menuju Indonesia Adil dan Makmur”, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Kejaksaan dan seluruh unsur Forkopimda dalam mewujudkan pemerintahan yang baik, pembangunan yang berkualitas serta pelayanan publik yang semakin optimal.

Bupati Halikinnor Tinjau Posko Karhutla BPBD Kotim, Pastikan Kesehatan Petugas dan Relawan Terjaga

Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) H. Halikinnor didampingi Dandim 1015/Sampit, Kapolres Kotim, serta sejumlah instansi terkait meninjau Posko Karhutla BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa (1/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan personel dalam menghadapi dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus memastikan kondisi kesehatan para petugas dan relawan yang selama ini terlibat dalam penanganan di lapangan.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati bersama rombongan melihat layanan kesehatan yang disediakan di Posko Karhutla sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan dan keselamatan petugas serta relawan. Layanan kesehatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan personel yang harus bekerja di tengah kondisi lapangan yang cukup berat, termasuk paparan asap dan aktivitas pemadaman dalam waktu yang cukup lama.

Layanan kesehatan tersebut disediakan dan didukung melalui kolaborasi berbagai pihak, di antaranya Palang Merah Indonesia (PMI), Apotik Surabaya, BRI, Pudding, Toko Mas Abadi, serta pihak-pihak lainnya yang turut memberikan dukungan bagi petugas dan relawan penanganan karhutla. Dukungan tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat dalam memastikan kesehatan personel tetap terjaga selama menjalankan tugas.

Bupati H. Halikinnor bersama rombongan juga turut melakukan pemeriksaan kesehatan di posko. Pemeriksaan meliputi pengecekan kondisi kesehatan sebagai bentuk perhatian sekaligus contoh bahwa kesehatan personel harus menjadi bagian dari kesiapsiagaan dalam penanganan karhutla.

Halikinnor menegaskan, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada upaya pemadaman, tetapi juga harus memperhatikan keselamatan dan kesehatan seluruh personel yang bertugas.

“Kita ingin memastikan petugas dan relawan yang berada di lapangan dalam kondisi sehat dan siap menjalankan tugas. Mereka bekerja cukup berat dalam penanganan karhutla, sehingga kesehatan harus kita perhatikan,” ujar Halikinnor.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan untuk mengetahui kondisi personel, terutama bagi mereka yang terlibat langsung dalam pemadaman dan penanganan karhutla.

“Kalau kondisi kesehatan mereka baik, tentu akan lebih siap dalam melaksanakan tugas. Jangan sampai karena terlalu fokus menangani karhutla, kesehatan petugas justru terabaikan,” katanya.

Bupati juga mengapresiasi kerja keras seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla, baik BPBD, TNI, Polri, instansi pemerintah, relawan maupun masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang memberikan dukungan terhadap layanan kesehatan di Posko Karhutla. Menurutnya, dukungan tersebut sangat membantu dalam menjaga kondisi fisik petugas dan relawan selama menjalankan tugas di lapangan.

Ia berharap sinergi dan koordinasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga penanganan karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur dapat dilakukan secara cepat, terpadu dan tetap mengutamakan keselamatan personel.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas dan relawan yang terus bekerja di lapangan, termasuk pihak-pihak yang memberikan dukungan terhadap layanan kesehatan. Mari kita bersama-sama menjaga Kotim dari ancaman karhutla dan tetap mengutamakan keselamatan serta kesehatan dalam setiap pelaksanaan tugas,” pungkasnya.

Bupati Kotim Kerahkan Dua Ekskavator untuk Percepat Penanganan Karhutla di Kawasan Bandara H. Asan Sampit

Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, terus diperkuat.

Pemerintah Kabupaten Kotim menurunkan dua unit alat berat berupa ekskavator untuk membantu proses pemadaman sekaligus mencegah meluasnya kebakaran di kawasan sekitar Bandara H Asan Sampit.

Langkah tersebut dipimpin langsung Bupati Kotim Halikinnor yang didampingi Dandim 1015/Sampit, Kapolres Kotim, serta sejumlah instansi terkait saat meninjau lokasi penanganan karhutla, Selasa (1/9/2026).

Di tengah kondisi lahan gambut yang masih berpotensi terbakar, suara mesin alat berat mulai bekerja membuka jalur di area yang selama ini sulit dijangkau petugas.

Langkah tersebut dipimpin langsung Bupati Kotim Halikinnor yang didampingi Dandim 1015/Sampit, Kapolres Kotim, serta sejumlah instansi vertikal saat meninjau lokasi penanganan karhutla, Selasa (1/9/2026).

Di tengah kondisi lahan gambut yang masih berpotensi terbakar, suara mesin alat berat mulai bekerja membuka jalur di area yang selama ini sulit dijangkau petugas.

Jalur tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai akses pemadaman, tetapi juga menjadi sekat bakar untuk menahan pergerakan api.

Halikinnor mengatakan dua ekskavator yang diturunkan memiliki tugas utama membuat kanal, sekat bakar, serta membuka jalan menuju titik-titik kebakaran yang berada jauh di dalam kawasan lahan.

“Hari ini kita menurunkan dua alat berat berupa ekskavator yang kegunaannya untuk membuat kanal dan sekat bakar, sekaligus membuat jalan bagi petugas pemadaman agar lebih mudah masuk ke daerah-daerah yang berada di bagian dalam,” kata Halikinnor.

Menurutnya, keberadaan jalur tersebut diharapkan mampu mempercepat mobilisasi personel sekaligus menjadi penghalang alami agar api tidak merambat ke wilayah lain.

“Jalan ini harapannya juga berfungsi sebagai kanal dan sekat bakar untuk menahan agar api tidak melebar ke mana-mana,” ujarnya.

Ia menjelaskan, fokus pengerjaan saat ini berada di kawasan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara H Asan Sampit yang menjadi salah satu area prioritas perlindungan.

Selain pembangunan kanal dan sekat bakar, alat berat juga akan digunakan untuk membuat kolam atau embung penampungan air apabila ditemukan lokasi yang memungkinkan.

“Selain pemadaman yang terus berjalan, kita juga dibantu alat berat untuk membuat kanal-kanal. Jika ada kawasan yang memungkinkan, kita gali untuk membuat tampungan air sehingga bisa dimanfaatkan dalam proses pemadaman,” jelasnya.

Di sisi lain, dukungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) juga terus diperkuat sejak status tanggap darurat karhutla diperpanjang.

Pemkab Kotim Gelar Sholat Istisqa, Mohon Hujan di Tengah Kemarau dan Karhutla

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar Sholat Istisqa dengan mengangkat tema  “Menundukkan Hati, Memohon Rahmat dan Ampunan Allah SWT” , Kamis, 27 Agustus 2026, di Halaman Pemda Kotim.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kotawaringin Timur H.Halikinnor, S.H., M.M., bersama Wakil Bupati Kotim, jajaran  Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kotawaringin Timur , jajaran pemerintah daerah, serta masyarakat.

Sholat Istisqa dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan, khususnya di tengah kondisi kemarau dan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kotawaringin Timur.

Bupati Halikinnor menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk berserah diri kepada Allah SWT sekaligus memohon agar Kabupaten Kotim diberikan hujan dan terhindar dari berbagai musibah.

“Kegiatan ini bertujuan untuk berserah diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meminta agar mudah-mudahan kita diberikan hujan, karena belakangan ini kita dihadapkan dengan cobaan karhutla yang masih sampai sekarang,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi karhutla yang terjadi juga dapat menjadi bahan introspeksi bersama agar masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan. Alam perlu dijaga dan dirawat agar tetap memberikan manfaat bagi kehidupan.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menyadari bahwa upaya menghadapi berbagai bencana tidak hanya membutuhkan ikhtiar manusia, tetapi juga doa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.

“Dan mungkin saja ini teguran agar kita lebih bisa menjaga alam kita dan merawatnya. Kita juga sadar perlu melibatkan yang ada di atas,” tambahnya.

Melalui pelaksanaan Sholat Istisqa ini, Pemkab Kotim berharap hujan segera turun sehingga dapat membantu mengatasi kondisi kemarau serta mengurangi potensi terjadinya karhutla.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, serta bersama-sama memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Pemkab Kotim Terapkan Belajar dari Rumah Selama Tanggap Darurat Karhutla

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengambil langkah perlindungan terhadap peserta didik di tengah meningkatnya risiko kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Melalui Surat Edaran Bupati Kotawaringin Timur Nomor 400.3.1/1182/DISDIK-1/2026, Pemkab Kotim menetapkan pelaksanaan Belajar dari Rumah (BDR) bagi satuan pendidikan selama masa tanggap darurat bencana karhutla. Kebijakan tersebut ditetapkan pada 20 Agustus 2026.

Kebijakan ini mencakup satuan PAUD, SD, SMP, serta satuan pendidikan nonformal di Kabupaten Kotawaringin Timur. BDR diberlakukan sejak surat edaran diterbitkan hingga kondisi kualitas udara kembali pada kategori baik atau sehat, dengan tetap memperhatikan perkembangan status tanggap darurat karhutla di daerah.

Bupati Kotim Halikinnor menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan meliburkan sekolah, melainkan mengalihkan proses pembelajaran dari tatap muka menjadi pembelajaran dari rumah untuk menjaga keberlangsungan pendidikan sekaligus melindungi kesehatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

“Keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi prioritas, sementara proses pembelajaran tetap harus berjalan melalui Belajar dari Rumah hingga kondisi memungkinkan untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka.”tegas bupati

Langkah ini diambil seiring kondisi karhutla Kotim yang masih memerlukan kewaspadaan tinggi. Pemkab sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat karhutla dan kekeringan sejak 30 Juli hingga 26 Agustus 2026, dan tengah mempertimbangkan perpanjangan status tersebut melihat kondisi kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga September.

Dengan kebijakan ini, pemerintah daerah berharap proses pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan anak-anak di tengah kondisi kabut asap.

 

foto : istimewa

Pemkab Kotim Perkuat Penanganan Karhutla melalui Sinergi OPD, TNI dan Polri

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan perangkat daerah, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya.

Bupati Kotim H. Halikinnor menyampaikan, pemerintah daerah bersama TNI dan Polri terus melaksanakan pemadaman di lapangan hingga malam hari. Dukungan juga diperkuat dengan mengerahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membantu penyediaan air melalui armada tangki masing-masing.

Langkah tersebut dilakukan menyusul kembali munculnya sejumlah titik api yang sebelumnya telah berhasil dipadamkan. Pada Jumat (21/8/2026), sekitar 12 titik api terpantau di wilayah sekitar Kota Sampit.

Selain pemadaman, pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api dan mengoptimalkan upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas. Masyarakat turut diminta berperan aktif dengan melakukan pemantauan di lingkungan masing-masing dan segera melaporkan apabila menemukan dugaan pembakaran lahan secara sengaja.

“Saya minta bantuan masyarakat untuk memonitor lingkungan masing-masing. Jika memang ada yang sengaja membakar, segera laporkan kepada pihak berwajib,” ujar Halikinnor saat turut memantau proses pemadaman karhutla di Jalan H.M. Arsyad, Jumat (21/8/2026).

Bupati menjelaskan, salah satu kendala dalam penanganan karhutla saat ini adalah keterbatasan sumber air. Kondisi cuaca yang panas menyebabkan sejumlah embung dan sumur bor yang selama ini menjadi sumber air untuk pemadaman mengalami kekeringan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah dalam memperkuat kesiapsiagaan dan dukungan sumber daya untuk penanganan karhutla, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air di lokasi kejadian.

Halikinnor menyampaikan apresiasi kepada seluruh OPD, TNI, Polri, petugas pemadam, serta unsur terkait yang telah berperan aktif dalam upaya penanganan karhutla. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat kepedulian dan semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Bupati Halikinnor Ajak Masyarakat Bersama Cegah Karhutla Meluas

Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) H. Halikinnor mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas, khususnya di sekitar kawasan permukiman.

Imbauan tersebut disampaikan Halikinnor saat memantau langsung penanganan karhutla di Jalan H.M. Arsyad, Sampit, Jumat (21/8/2026).

Ia meminta masyarakat segera mengambil langkah apabila menemukan titik api kecil di sekitar lingkungan. Menurutnya, penanganan sejak dini penting agar api tidak semakin meluas dan mengancam permukiman warga.

“Kalau ada mulai titik api kecil, segera dipadamkan dulu mumpung masih kecil. Jangan sampai melebar. Kita mengutamakan pemadaman di lingkungan permukiman untuk menjaga rumah-rumah masyarakat,” ujar Halikinnor.

Halikinnor menegaskan, penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterbatasan armada dan sumber air menjadi tantangan dalam menghadapi kondisi karhutla yang terus berkembang.

Karena itu, ia mengajak dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat untuk turut membantu upaya pemadaman sesuai kemampuan masing-masing.

“Memadamkan api ini bukan tanggung jawab pemerintah saja, tapi tanggung jawab bersama. Tolong kita sama-sama berkolaborasi, bersinergi dan bergotong royong untuk sama-sama memadamkan,” tegasnya.

Ia berharap kepedulian dan keterlibatan masyarakat dapat mempercepat penanganan titik api sekaligus mencegah kebakaran menjalar ke kawasan permukiman dan membahayakan rumah warga.

OPD Kotim Bergerak Distribusikan Air dan Dukung Pemadaman Karhutla

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam upaya penanganan di lapangan.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah OPD turut terlihat aktif mendukung petugas dengan mendistribusikan air ke lokasi kebakaran. Armada yang dikerahkan dilengkapi tandon atau tangki air serta mesin pompa untuk memastikan kebutuhan air bagi proses pemadaman tetap tersedia.

Distribusi air dilakukan secara berkelanjutan untuk membantu petugas pemadam yang tengah melakukan penyiraman dan pengendalian api. Dukungan tersebut juga diharapkan mempercepat penanganan sekaligus mencegah api meluas ke area lainnya.

Keterlibatan OPD tidak hanya terbatas pada penyediaan dan distribusi air. Masing-masing perangkat daerah turut memberikan dukungan sesuai tugas, kemampuan, dan sumber daya yang dimiliki sebagai bagian dari sinergi lintas sektor dalam menghadapi karhutla.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Kotim Halikinnor agar seluruh OPD turut mengambil peran dan tidak hanya berfokus pada tugas pemerintahan rutin, tetapi juga hadir membantu masyarakat ketika terjadi kondisi darurat.

Bupati menekankan pentingnya kebersamaan dan gotong royong dalam menghadapi karhutla yang dalam beberapa waktu terakhir membutuhkan penanganan serius. Dukungan personel, armada, peralatan, maupun suplai air menjadi bagian penting dalam memperkuat respons pemerintah daerah di lapangan.

Pemkab Kotim juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Melalui sinergi pemerintah daerah, petugas pemadam, aparat, dan masyarakat, penanganan karhutla diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif sehingga dampaknya terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.

Bupati Kotim Dorong Penguatan Karakter dan Cinta Budaya Sejak Usia Dini

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus mendorong penguatan karakter dan kecintaan terhadap budaya daerah sejak usia dini melalui Gebyar PAUD dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, yang dirangkai dengan peluncuran buku Aku Cinta Budaya Dayak di Atrium Citimall Sampit, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor, S.H., M.M. dan diikuti ratusan anak PAUD dari berbagai sekolah di Kotim. Bupati mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang menyenangkan dan membangun karakter anak.

Salah satu kegiatan yang digelar adalah lomba mewarnai kipas yang diikuti 510 peserta anak TK se-Kotawaringin Timur. Selain menjadi wadah kreativitas, kegiatan ini juga mengenalkan unsur budaya lokal kepada anak melalui aktivitas yang menyenangkan.

Penguatan kecintaan terhadap budaya daerah turut diwujudkan melalui peluncuran buku Aku Cinta Budaya Dayak karya Ermawati, SE., M.Pd. Buku tersebut memperkenalkan budaya Dayak dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Dayak, dan Inggris, serta dilengkapi QR Code untuk mendukung pembelajaran interaktif.

Pemkab Kotim menilai pengenalan budaya sejak dini penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya kreatif dan percaya diri, tetapi juga memiliki karakter serta kebanggaan terhadap identitas daerah.

Melalui sinergi pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, Gebyar PAUD diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama menyiapkan generasi Kotawaringin Timur yang berkarakter, kreatif, dan mencintai budaya daerah.

Sinergi Purnabakti dan Generasi Muda, Pemkab Kotim Dorong PWRI Jadi Inspirasi Pembangunan Daerah

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) terus mendorong peran aktif para purnabakti dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus menjadi sumber inspirasi dan pembimbing bagi generasi muda.

Komitmen tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Kotawaringin Timur, Wim R.K. Benung, saat membacakan sambutan tertulis Bupati Kotim pada Acara Syukuran Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Tahun 2026, Kamis (20/8). Kegiatan berlangsung di Cafe Atlas, Jalan S. Parman, Sampit.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Wim, disampaikan bahwa pengalaman, pengetahuan, serta keteladanan yang dimiliki para anggota PWRI merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi kemajuan daerah.

Masa purnabakti, lanjutnya, bukan berarti berakhirnya pengabdian. Para wredatama tetap memiliki ruang untuk berkontribusi melalui pemikiran, pengalaman, nasihat, dan keteladanan kepada masyarakat maupun generasi penerus.

“Masa purna bakti tetap menjadi masa yang produktif, sejahtera, dan bermartabat. Pengalaman para wredatama sangat dibutuhkan untuk menjadi sumber inspirasi, memberikan nasihat, serta membimbing generasi muda agar memiliki karakter, integritas, dan semangat membangun daerah,” ujar Wim saat membacakan sambutan Bupati.

Mengusung tema “Satu Tekad, Satu Jiwa, Memperkokoh Solidaritas Wredatama Demi Kesejahteraan Bersama”, peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sekaligus memperluas kontribusi PWRI dalam pembangunan.

Pemkab Kotim berharap PWRI dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah, terutama melalui penyampaian pemikiran, pengalaman, dan masukan konstruktif dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Sinergi antara pemerintah, para purnabakti, generasi muda, dan seluruh elemen masyarakat dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan. Pengalaman generasi terdahulu dapat menjadi pijakan, sementara energi dan inovasi generasi muda menjadi kekuatan untuk membawa daerah menuju masa depan yang lebih baik.

Selain memperkuat solidaritas antaranggota, kegiatan syukuran ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara PWRI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Semangat kebersamaan dan gotong royong diharapkan terus tumbuh sebagai kekuatan bersama dalam mewujudkan Kotawaringin Timur yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.

Bupati Kotim Pantau Posko Karhutla

Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang semakin parah mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor, S.H., M.M., turun langsung memantau Pos Jaga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Selasa (18/8/2026).

 

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh unsur yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Karhutla berada dalam kondisi siap menghadapi potensi maupun kejadian karhutla di lapangan.

Bupati Halikinnor melihat langsung kondisi posko serta kesiapan personel yang melaksanakan tugas jaga, termasuk perwakilan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Ia didampingi Wakil Koordinator III Satgas Karhutla Rihel dan Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam.

Menurut Bupati, meningkatnya kondisi karhutla membutuhkan kesiapsiagaan yang lebih kuat, terutama dalam melakukan pemantauan, pencegahan, deteksi dini, hingga respons cepat apabila terjadi kebakaran.

“Kita akan terus memantau dan melihat kesiapan dari petugas jaga, termasuk perwakilan dari OPD,” ujar Halikinnor.

Ia menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan petugas yang berada di lapangan. Keterbatasan jumlah personel menjadi salah satu tantangan, sehingga keterlibatan seluruh unsur dan peran aktif masyarakat sangat diperlukan.

“Saya minta masyarakat juga peka terhadap masalah karhutla ini. Personel kita terbatas. Namanya bencana alam, kita agak sulit menanggulanginya, tetapi setidaknya kita bisa mencegah dan mengurangi risikonya,” tegasnya.

Bupati juga meminta seluruh jajaran terkait untuk meningkatkan koordinasi dan kewaspadaan. Pemerintah daerah bersama BPBD, Satgas Karhutla, OPD, aparat, serta masyarakat harus bergerak secara terpadu agar setiap potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Kesiapsiagaan tersebut menjadi semakin penting di tengah kondisi karhutla yang terus berkembang. Selain penanganan ketika kebakaran terjadi, upaya pencegahan harus menjadi prioritas untuk menghindari meluasnya titik api dan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan maupun masyarakat.

Melalui pemantauan langsung ke Pos Jaga BPBD, Bupati memastikan kesiapan personel dan koordinasi lintas sektor terus berjalan. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.

Dengan sinergi dan kepedulian seluruh pihak, potensi karhutla di Kotim diharapkan dapat ditekan dan ditangani secara cepat, sehingga dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan.