Inovasi Desa Siaga Stunting dan Si Laras Jadi Strategi Kotim Tekan Angka Stunting
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui berbagai inovasi dalam Penilaian Kinerja Stunting Tahun 2026, Senin (27/4).

Pj. Sekretaris Daerah Kotim, Umar Kaderi, menyampaikan bahwa strategi yang dijalankan difokuskan pada intervensi nyata di tingkat desa melalui tiga pilar utama, yakni Desa Siaga Stunting, aplikasi Si Laras, dan Gerakan Orang Tua Asuh.
Program Desa Siaga Stunting mendorong kemandirian masyarakat melalui edukasi, penyuluhan, serta pemberian makanan tambahan (PMT) yang dikelola langsung oleh PKK, termasuk dapur gizi berbasis dana CSR. Salah satu implementasi terlihat di Desa Hanipan, yang berhasil menjaga angka stunting tetap terkendali melalui pemantauan rutin.
Sementara itu, aplikasi Si Laras menjadi instrumen digital untuk memantau perkembangan intervensi secara real-time, sehingga memudahkan pemerintah dalam mengambil langkah cepat dan tepat berbasis data.
Adapun Gerakan Orang Tua Asuh memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendampingi anak berisiko stunting, dengan optimalisasi pemanfaatan CSR secara lebih tepat sasaran.
Umar Kaderi menegaskan, sinergi lintas sektor, termasuk OPD, TPPS, dan PKK, menjadi kunci utama dalam menekan angka stunting di Kotim. Melalui berbagai inovasi ini, Pemkab Kotim optimistis dapat mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan unggul.
0 komentar