Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Author: pskp

Apel Siaga Karhutla 2026, Pemkab Kotim Perkuat Sinergi Hadapi Musim Kemarau

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar Apel Siaga, Gelar Peralatan, dan Gladi Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Halaman Parkir Stadion 29 Nopember Sampit, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi meningkat selama musim kemarau.

Kegiatan dihadiri oleh Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Hj. Irawati, S.Pd., M.A.P., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Masyarakat Peduli Api (MPA), dunia usaha, relawan, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Wakil Bupati menegaskan bahwa penanggulangan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, sinergi yang telah terbangun selama ini harus terus diperkuat agar upaya pencegahan dan penanganan dapat berjalan secara optimal.

“Apel hari ini kita berharap sinergi semua pihak yang ada. Ada TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api, pihak dunia usaha, dan juga dari Provinsi Kalimantan Tengah. Kita ingin bersama-sama menjaga Kotawaringin Timur agar terhindar dari bencana karhutla,” ujar Irawati.

Ia menjelaskan, memasuki musim kemarau dengan kondisi cuaca yang semakin panas dan potensi pengaruh fenomena El Nino, seluruh personel dan peralatan harus berada dalam kondisi siap siaga. Selain kesiapan sumber daya, langkah-langkah pencegahan juga harus terus diutamakan melalui patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat, serta deteksi dini terhadap titik-titik rawan kebakaran.

Menurut Wakil Bupati, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menargetkan agar wilayah Kotim dapat terbebas dari bencana karhutla atau setidaknya mampu menekan jumlah kejadian kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

“Mari jadikan apel ini sebagai tanda bahwa Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur bersama seluruh stakeholder berkomitmen melindungi masyarakat dari ancaman karhutla serta menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat,” tambahnya.

Selain pelaksanaan apel, kegiatan juga dirangkaikan dengan gelar peralatan dan gladi kesiapsiagaan. Berbagai sarana dan prasarana penanggulangan karhutla ditampilkan untuk memastikan seluruh peralatan operasional berada dalam kondisi siap digunakan apabila terjadi keadaan darurat. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana evaluasi kesiapan personel dan efektivitas koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dalam upaya pencegahan karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar, menjaga lingkungan sekitar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Melalui Apel Siaga Karhutla Tahun 2026 ini, Pemkab Kotim berharap koordinasi antarinstansi semakin solid sehingga upaya pencegahan, penanggulangan, dan penanganan kebakaran hutan dan lahan dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan efektif. Dengan sinergi seluruh elemen, Kabupaten Kotawaringin Timur diharapkan mampu melewati musim kemarau dengan aman, meminimalkan risiko kabut asap, serta menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Pemkab Kotim Tekankan Budaya Inovasi untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Publik

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pengembangan budaya inovasi di lingkungan pemerintahan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Inovasi Pelayanan Publik yang diikuti aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai perangkat daerah.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi, yang mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa inovasi telah menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap instansi pemerintah dalam menghadapi tantangan pelayanan publik yang semakin dinamis.

“Inovasi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas ASN dalam menghadirkan pelayanan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi maupun kebutuhan masyarakat. Setiap perangkat daerah didorong agar mampu menciptakan terobosan dan solusi inovatif sehingga pelayanan publik menjadi lebih cepat, mudah diakses, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pelaksanaan pelatihan tersebut juga menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotawaringin Timur, Cok Orda Putra Legawa, S.Si., M.Sc., sebagai narasumber. Dalam materinya, ia menekankan pentingnya membangun budaya inovasi yang berkelanjutan dengan memanfaatkan transformasi digital sebagai salah satu pengungkit utama peningkatan kualitas pelayanan publik.

Cok Orda Putra Legawa menjelaskan bahwa inovasi tidak hanya dimaknai sebagai penciptaan aplikasi atau teknologi baru, tetapi juga mencakup perubahan cara kerja, penyederhanaan proses pelayanan, serta kolaborasi antarperangkat daerah untuk menghasilkan layanan yang lebih efektif dan responsif.

“Budaya inovasi harus tumbuh di setiap organisasi perangkat daerah. Inovasi bukan sekadar mengikuti perlombaan, tetapi menjadi solusi nyata dalam menyelesaikan permasalahan pelayanan publik sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan literasi digital, memperkuat kolaborasi, dan berani melakukan perubahan demi mendukung transformasi birokrasi yang lebih modern dan adaptif.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berkualitas turut tercermin dari berbagai capaian yang berhasil diraih. Di antaranya Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebesar 3,22 dengan kategori Baik, Indeks Reformasi Birokrasi sebesar 76,68 dengan predikat BB, Nilai SAKIP sebesar 65,49 dengan predikat B, Indeks Pelayanan Publik sebesar 4,06, serta Indeks Inovasi Daerah sebesar 56,34 dengan predikat Inovatif.

Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Namun demikian, pemerintah daerah menyadari bahwa perkembangan teknologi, meningkatnya ekspektasi masyarakat, serta kompleksitas tantangan pembangunan menuntut inovasi dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai permasalahan pelayanan di unit kerja masing-masing, menyusun desain inovasi yang aplikatif, mengimplementasikannya secara terukur, hingga melakukan monitoring dan evaluasi agar inovasi yang dihasilkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga mendorong seluruh pimpinan perangkat daerah agar memberikan dukungan penuh terhadap implementasi inovasi yang lahir dari pelatihan tersebut, sehingga tidak berhenti sebagai dokumen atau konsep semata, melainkan menjadi bagian dari budaya kerja organisasi.

Dengan penguatan budaya inovasi dan pemanfaatan transformasi digital, Pemkab Kotim optimistis mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin prima, mempercepat reformasi birokrasi, serta mendukung terwujudnya pemerintahan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Konsisten Raih Predikat Inovatif, Pemkab Kotim Bidik Status Sangat Inovatif pada 2026

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan pemerintahan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Pengukuran dan Penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026 serta Asistensi Pelaporan Inovasi Daerah yang digelar di Aula Sei Mentaya Bapperida, Senin (13/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendorong setiap perangkat daerah untuk terus melahirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelaporan inovasi sebagai salah satu indikator penilaian nasional.

Sambutan Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur yang dibacakan Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Setda Kotim, Bima Eka Wardhana, menegaskan bahwa inovasi telah menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari penyelenggaraan pemerintahan di tengah perkembangan teknologi, meningkatnya ekspektasi masyarakat, serta kompleksitas tantangan pembangunan daerah.

“Inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Pemerintah daerah dituntut mampu menghadirkan berbagai terobosan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, efektivitas birokrasi, serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa hingga tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur telah menghasilkan 109 inovasi daerah yang dikembangkan oleh perangkat daerah, kecamatan, hingga kelurahan. Berbagai inovasi tersebut menjadi salah satu faktor yang mengantarkan Kotawaringin Timur secara konsisten meraih predikat “Inovatif” dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah selama lima tahun berturut-turut, yakni sejak 2021 hingga 2025.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah yang terus berupaya menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pelayanan publik melalui pendekatan yang kreatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur tidak ingin berpuas diri. Pada tahun 2026, pemerintah daerah menargetkan peningkatan status menjadi “Sangat Inovatif”, predikat tertinggi dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah menilai diperlukan penguatan tidak hanya dari sisi jumlah inovasi, tetapi juga kualitas implementasi, keberlanjutan program, dampak yang dihasilkan, serta kelengkapan dokumentasi dan pelaporan inovasi.

Bima menjelaskan bahwa pelaporan inovasi memiliki peran penting karena menjadi bukti bahwa sebuah inovasi benar-benar dilaksanakan, memberikan manfaat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pelaporan inovasi bukan semata-mata untuk mengejar nilai Indeks Inovasi Daerah ataupun penghargaan Innovative Government Award (IGA), tetapi menjadi media dokumentasi praktik-praktik terbaik sekaligus bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan,” jelasnya.

Ia menambahkan, semakin baik kualitas pelaporan inovasi yang disusun oleh perangkat daerah, semakin besar peluang inovasi Kabupaten Kotawaringin Timur dikenal secara nasional, direplikasi oleh daerah lain, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan daya saing daerah.

Melalui kegiatan sosialisasi dan asistensi tersebut, seluruh peserta yang berasal dari perangkat daerah, kecamatan, dan kelurahan diberikan pemahaman mengenai indikator penilaian Indeks Inovasi Daerah, tata cara penyusunan laporan, hingga pendampingan teknis agar inovasi yang telah dikembangkan memenuhi standar penilaian yang ditetapkan.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi secara aktif, menyempurnakan dokumen inovasi, serta memastikan setiap inovasi yang telah dilaksanakan memiliki bukti dukung yang lengkap dan berkualitas.

Dengan semangat kolaborasi dan budaya inovasi yang terus diperkuat, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur optimistis mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat reformasi birokrasi, serta mewujudkan target meraih predikat “Sangat Inovatif” pada Indeks Inovasi Daerah Tahun 2026.

Ratusan Warga Semarakkan Jalan Sehat Hari Koperasi ke-79 dan Hari Kewirausahaan & UMKM Nasional 2026 di Sampit

Ratusan masyarakat bersama pelaku koperasi, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), organisasi kemasyarakatan, serta jajaran perangkat daerah memadati Taman Kota Sampit dalam kegiatan Jalan Sehat memperingati Hari Koperasi ke-79 dan Hari Kewirausahaan & UMKM Nasional Tahun 2026, Minggu (12/7/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di depan Swalayan UMKM Sampit tersebut dibuka secara resmi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Umar Kaderi, S.H., M.Sc., yang hadir mewakili Bupati Kotawaringin Timur. Suasana penuh semangat dan kebersamaan terlihat sejak pagi, mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mendukung pengembangan koperasi dan UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah.

Dalam sambutannya, Umar Kaderi menyampaikan bahwa Hari Koperasi Nasional ke-79 tahun ini mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, yang menjadi pengingat pentingnya memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, koperasi harus mampu bertransformasi menjadi badan usaha yang modern, profesional, akuntabel, dan berbasis digital tanpa meninggalkan jati diri sebagai wadah ekonomi yang berlandaskan asas kekeluargaan dan gotong royong sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Peringatan Hari Koperasi bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun koperasi yang semakin maju, mandiri, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga memperingati Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional Tahun 2026. Umar Kaderi menegaskan bahwa UMKM telah terbukti menjadi tulang punggung perekonomian nasional karena memiliki daya tahan tinggi, mampu menciptakan lapangan kerja, serta menggerakkan roda ekonomi hingga ke pelosok daerah.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan UMKM, berbagai upaya terus dilakukan, salah satunya melalui optimalisasi keberadaan Swalayan UMKM Sampit sebagai pusat promosi, pemasaran, sekaligus etalase produk-produk unggulan daerah.

Ia berharap Swalayan UMKM Sampit dapat berkembang menjadi pusat kurasi produk lokal dan rumah oleh-oleh khas Kotawaringin Timur yang mampu menarik minat wisatawan maupun masyarakat luas, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para pelaku usaha.

“Swalayan UMKM Sampit diharapkan menjadi etalase produk unggulan daerah, pusat kurasi produk, sekaligus rumah oleh-oleh bagi wisatawan lokal maupun nasional. Dengan demikian, keberadaannya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para perajin serta pelaku UMKM di Kotawaringin Timur,” ungkapnya.

Selain menjadi ajang olahraga bersama, kegiatan jalan sehat juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, pelaku koperasi, pelaku UMKM, dan masyarakat. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Acara berlangsung meriah dengan diwarnai kebersamaan, semangat gotong royong, serta antusiasme peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai. Melalui peringatan Hari Koperasi ke-79 dan Hari Kewirausahaan & UMKM Nasional Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem koperasi dan UMKM sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi daerah.

Kotim Miliki Duta UMKM Pertama, Pemilihan Duta UMKM 2026 Jadi Tonggak Penguatan Wirausaha Lokal

Kabupaten Kotawaringin Timur resmi memiliki Duta UMKM pertama setelah Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Kotawaringin Timur sukses menggelar malam Penutupan dan Penobatan Duta UMKM Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2026 di Swalayan UMKM Sampit, Jalan Yos Sudarso, Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Koperasi ke-79 serta Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional Tahun 2026 ini menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya pengembangan UMKM di Kotawaringin Timur. Untuk pertama kalinya, pemerintah daerah menghadirkan ajang pencarian figur muda yang diharapkan mampu menjadi wajah, inspirasi, sekaligus motor penggerak kemajuan UMKM lokal menuju usaha yang modern, inovatif, dan berdaya saing nasional.

Acara penutupan sekaligus penobatan secara resmi dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kotawaringin Timur, Muslih, S.T., M.AP. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, dewan juri, sponsor, serta komunitas Pemuda Peduli Masyarakat Kotim yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.

Muslih menegaskan bahwa Duta UMKM yang terpilih bukan hanya menjadi simbol atau ikon promosi, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar untuk mengawal kemajuan UMKM di Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Tugas Duta UMKM yang terpilih tidak hanya selesai pada acara seremonial hari ini saja. Ada tiga peran penting yang harus diemban ke depan, yaitu sebagai Inovator, yang mampu melahirkan inovasi bagi pelaku UMKM lainnya; Kolaborator, yang menjembatani kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan; serta Promotor, yang aktif memperkenalkan produk-produk unggulan Kotawaringin Timur hingga mampu menembus pasar nasional,” ujar Muslih.

Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh finalis yang belum berhasil meraih gelar agar tetap semangat mengembangkan potensi diri dan usahanya. Menurutnya, seluruh peserta merupakan aset daerah yang akan terus mendapatkan pembinaan untuk mendukung lahirnya wirausaha-wirausaha baru yang berkualitas.

“Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berkomitmen untuk terus memberikan ruang, pembinaan, dan pendampingan bagi para pelaku UMKM agar mampu berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

Pada malam puncak tersebut, dewan juri yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, dan pegiat UMKM, yakni Cok Orda Putra Legawa, Asykuriah, Fitriani Winarni, Dr. Titiek Setiyowati, Erisa Tria Maulida, dan Fajar Ramadhan, menetapkan enam pemenang terbaik Duta UMKM Kotawaringin Timur Tahun 2026.

Adapun para pemenang yang berhasil meraih penghargaan adalah:

  • Agris Tisaniah sebagai Duta UMKM Kotim 2026;
  • Muhammad Pradika R. sebagai Wakil I Duta UMKM;
  • Putri Rahayu sebagai Wakil II Duta UMKM;
  • Gabriella Siagara sebagai Duta UMKM Inspiratif;
  • Christ Nicolas Wesley sebagai Duta UMKM Inovasi; dan
  • Ashila Rahmatul H. sebagai Duta UMKM Digital Promosi.

Keenam Duta UMKM tersebut diharapkan menjadi duta promosi yang mampu memperkenalkan produk unggulan daerah, mendorong lahirnya inovasi, memperluas jejaring pemasaran, serta menginspirasi generasi muda untuk berwirausaha.

Rangkaian peringatan Hari Koperasi ke-79 dan Hari Kewirausahaan & UMKM Nasional Tahun 2026 kemudian ditutup dengan kegiatan Jalan Sehat bersama masyarakat pada keesokan harinya. Dalam kesempatan tersebut, para Duta UMKM Kotim 2026 diperkenalkan secara resmi kepada masyarakat sebagai representasi semangat baru dalam membangun UMKM yang tangguh, kreatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Pemkab Kotim Resmikan Gedung TK dan Mulai Pembangunan SD Swasta Baitul Ilmi, Perkuat Akses Pendidikan Berkarakter Qur’ani

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan akses pendidikan yang berkualitas dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan peresmian Gedung Taman Kanak-Kanak (TK) Baitul Ilmi sekaligus peletakan batu pertama pembangunan SD Swasta Baitul Ilmi di Jalan Gunung Slamet, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi, yang mewakili Bupati Kotawaringin Timur. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan, Camat Baamang, Lurah Baamang Barat, Ketua DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Kotawaringin Timur, Ketua Yayasan Baitul Ilmi beserta jajaran pengurus, tokoh agama, tokoh masyarakat, guru, dan para orang tua murid.

Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Rafiq Riswandi, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Baitul Ilmi atas dedikasi dan kontribusinya dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang representatif bagi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan gedung baru TK Baitul Ilmi bukan hanya menghadirkan sarana pendidikan yang lebih baik, tetapi juga menjadi simbol kepedulian bersama terhadap masa depan generasi penerus bangsa.

“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, pembangunan SD Swasta Baitul Ilmi ini menjadi langkah penting dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” ujar Rafiq saat membacakan sambutan Bupati.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah menyambut baik peran aktif lembaga pendidikan swasta dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kotawaringin Timur. Sinergi antara pemerintah, yayasan, tenaga pendidik, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia yang unggul, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, serta memiliki daya saing.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga berharap proses pembangunan SD Swasta Baitul Ilmi dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target sehingga segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Kehadiran sekolah tersebut diharapkan mampu mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan nilai-nilai keislaman yang kuat.

Prosesi peresmian Gedung TK Baitul Ilmi dan peletakan batu pertama pembangunan SD Swasta Baitul Ilmi berlangsung khidmat. Acara ditandai dengan pengucapan basmalah sebagai simbol dimulainya operasional gedung TK sekaligus awal pembangunan sekolah dasar yang diharapkan menjadi salah satu pusat pendidikan berkualitas di Kecamatan Baamang.

Melalui pembangunan fasilitas pendidikan ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkarakter sebagai fondasi dalam mencetak sumber daya manusia unggul demi mendukung kemajuan daerah di masa mendatang.

Pemkab Kotim Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan TPPO

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan terhadap perempuan melalui Pertemuan Koordinasi dan Kerja Sama Lintas Sektor dalam rangka Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan (KTP) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Tahun 2026.

Dalam sambutan Bupati Kotawaringin Timur yang dibacakan langsung oleh Asisten I Setda Kotim, Waren, pada kegiatan tersebut, disampaikan apresiasi kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB), seluruh mitra kerja, stakeholder, serta panitia yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah melalui perlindungan perempuan dan anak.

Bupati menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan maupun tindak pidana perdagangan orang merupakan persoalan serius yang tidak hanya melanggar hak asasi manusia, tetapi juga berdampak luas terhadap kualitas hidup masyarakat, pembangunan daerah, serta masa depan korban. Korban tidak hanya mengalami penderitaan fisik, tetapi juga trauma psikologis, kerugian ekonomi, hingga dampak sosial yang berkepanjangan.

Karena itu, penanganan persoalan tersebut tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Diperlukan komitmen, koordinasi, dan kolaborasi yang kuat antara perangkat daerah, aparat penegak hukum, lembaga layanan, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, media, dunia usaha, hingga seluruh elemen masyarakat. Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama agar upaya pencegahan, penanganan perlindungan, dan pemulihan korban dapat berjalan secara efektif.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga berkomitmen untuk terus memperkuat sistem perlindungan perempuan melalui peningkatan edukasi kepada masyarakat, penguatan layanan pengaduan, pendampingan korban, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyempurnaan regulasi dan tata kelola penanganan kasus.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan memiliki akses terhadap informasi yang benar dan berani melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan tindak kekerasan maupun perdagangan orang.

Melalui forum koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap tidak hanya tercipta ruang diskusi, tetapi juga menghasilkan langkah-langkah nyata yang dapat diimplementasikan bersama.

Kesepahaman mengenai peran masing-masing pihak, mekanisme koordinasi yang jelas, pertukaran data dan informasi dengan tetap menjaga kerahasiaan korban, hingga penguatan jejaring layanan sampai ke tingkat desa dan kelurahan menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem perlindungan perempuan di daerah.

Pada kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa hasil pertemuan diharapkan menjadi landasan yang kuat dalam mempererat kerja sama lintas sektor, mempercepat langkah pencegahan, serta meningkatkan kualitas perlindungan bagi perempuan di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kegiatan secara resmi dibuka dengan tema “Sinergi Lintas Sektor dalam Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan Berbasis Gender Online melalui Pendidikan Gender dan Penegakan Hukum.” Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap sinergi yang terbangun dapat menciptakan lingkungan yang aman, adil, dan bebas dari kekerasan serta tindak pidana perdagangan orang bagi seluruh masyarakat.

Bupati Halikinnor Menjadi Responden Sensus Ekonomi 2026, Ajak Masyarakat Berpartisipasi Aktif

Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), H. Halikinnor, S.H., M.M., menerima kedatangan petugas Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang dipimpin langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur, Eddy Surahman, di Rumah Jabatan Bupati Kotim, Selasa (23/6/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan oleh BPS untuk memperoleh data ekonomi yang lengkap, akurat, dan mutakhir sebagai dasar perencanaan pembangunan nasional maupun daerah.

Pada kesempatan itu, H. Halikinnor mengikuti proses pendataan yang dilakukan petugas sensus dengan memberikan informasi yang diperlukan secara terbuka dan lengkap. Ia menyampaikan apresiasi kepada BPS Kabupaten Kotim atas pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dinilai memiliki peran strategis dalam menghasilkan data berkualitas.

“Data yang akurat menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan. Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah dapat memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi dan potensi ekonomi daerah sehingga program pembangunan dapat dirancang lebih tepat sasaran,” ujar Halikinnor.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Kotawaringin Timur, Eddy Surahman, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan pendataan menyeluruh terhadap berbagai aktivitas ekonomi di luar sektor pertanian. Hasil sensus nantinya akan menjadi rujukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan, mendorong investasi, serta memperkuat daya saing usaha dan perekonomian daerah.

 

Bupati Kotim juga mengajak seluruh masyarakat, pelaku usaha, serta berbagai pihak terkait untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar dan lengkap kepada petugas sensus.

“Partisipasi aktif masyarakat sangat penting demi terwujudnya data ekonomi yang berkualitas. Dengan data yang baik, kita dapat bersama-sama mewujudkan Kotawaringin Timur yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.

Bupati Kotim Lepas Kafilah MTQ VIII KORPRI Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026

Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, secara resmi melepas Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII KORPRI Kabupaten Kotawaringin Timur yang akan berlaga pada MTQ VIII KORPRI Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Kabupaten Murung Raya. Pelepasan dilaksanakan di Aula Rumah Jabatan Bupati Kotawaringin Timur, Senin (22/6).

Kafilah Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan mengikuti berbagai cabang perlombaan MTQ KORPRI sebagai perwakilan daerah. Keikutsertaan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pembinaan keagamaan, meningkatkan kualitas sumber daya aparatur, serta menumbuhkan semangat pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari dan pelaksanaan tugas pemerintahan.

Dalam sambutannya, Bupati Halikinnor menegaskan bahwa MTQ KORPRI bukan hanya ajang kompetisi membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk membangun karakter ASN yang religius, berintegritas, dan profesional.

“MTQ KORPRI bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan sarana pembinaan mental dan spiritual Aparatur Sipil Negara agar senantiasa menjunjung tinggi nilai religius, integritas, profesionalisme, dan akhlak mulia dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Halikinnor.

Menurutnya, ASN memiliki peran penting sebagai pelayan masyarakat yang tidak hanya dituntut memiliki kemampuan dan kompetensi, tetapi juga karakter serta moral yang baik. Oleh karena itu, kegiatan MTQ menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keimanan dan ketakwaan di lingkungan KORPRI.

Bupati juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh peserta, pelatih, pembina, serta pihak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan kafilah Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas semangat, dedikasi, dan kesungguhan saudara sekalian dalam mempersiapkan diri mengikuti ajang ini. Tampilkan kemampuan terbaik, jaga kekompakan, dan junjung tinggi sportivitas selama mengikuti perlombaan,” pesannya.

Selain mengejar prestasi, Halikinnor mengingatkan bahwa para peserta juga membawa nama baik daerah. Karena itu, seluruh anggota kafilah diharapkan mampu menunjukkan sikap yang mencerminkan nilai-nilai ASN BerAKHLAK, menjaga etika, disiplin, serta menjadi duta Kabupaten Kotawaringin Timur yang memberikan kesan positif selama berada di Kabupaten Murung Raya.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap keikutsertaan kafilah pada MTQ VIII KORPRI Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan sekaligus memperkuat semangat religius, kebersamaan, dan integritas ASN dalam mendukung terwujudnya pelayanan publik yang berkualitas.

Bupati Kotawaringin Timur Launching Tiga Proyek Perubahan PKN Tingkat II untuk Perkuat Pelayanan Publik dan Transformasi Digital

Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur, Halikinnor, secara resmi melaunching tiga proyek perubahan yang digagas peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin (22/06/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, serta percepatan transformasi digital di daerah.

Tiga inovasi yang diluncurkan yakni SIKADES (Sistem Konsultasi Desa) oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), RADAR SOSIAL (Ruang Aduan dan Respon Cepat Masalah Kemasyarakatan Berbasis Partisipasi Publik) oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, serta KOCERDIK (Kolaborasi Cerdas Digital) oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

Kepala DPMD Kotawaringin Timur, Ninuk Muji Rahayu, menjelaskan SIKADES hadir untuk memudahkan aparatur desa berkonsultasi secara digital dengan DPMD tanpa harus datang langsung ke kantor. Sementara itu, Muslih memperkenalkan RADAR SOSIAL sebagai wadah pengaduan masyarakat yang memungkinkan setiap laporan diverifikasi dan diteruskan kepada perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti secara cepat dan terukur. Di bidang literasi digital, Cok Orda Putra Legawa meluncurkan KOCERDIK yang bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital secara bijak melalui kolaborasi berbagai pihak.

Dalam sambutannya, Bupati Halikinnor menyampaikan apresiasi atas lahirnya ketiga inovasi tersebut. Menurutnya, proyek perubahan yang dihasilkan melalui PKN Tingkat II harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung peningkatan kinerja pemerintah daerah.

“Proyek perubahan ini bukan hanya menjadi syarat dalam pelatihan kepemimpinan, tetapi harus menjadi inovasi yang berkelanjutan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Saya berharap SIKADES, RADAR SOSIAL, dan KOCERDIK dapat diimplementasikan secara optimal untuk mempercepat pelayanan, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mendukung transformasi digital di Kabupaten Kotawaringin Timur,” ujar Halikinnor.

Melalui peluncuran ketiga proyek perubahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pemkab Kotawaringin Timur Jalin Kerja Sama Strategis dengan Pemkot Bandung, Fokus Tingkatkan PAD dan Digitalisasi Layanan Publik

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, sebagai upaya memperkuat pembangunan daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pengembangan inovasi, serta percepatan digitalisasi layanan publik.

Kerja sama tersebut ditandai dengan pertemuan antara Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, dan Wali Kota Muhammad Farhan di Bandung, Senin.(15/06/2026)

Bupati Halikinnor menyampaikan bahwa kolaborasi antardaerah menjadi langkah strategis untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, pengalaman dan inovasi yang telah diterapkan Kota Bandung dapat menjadi referensi berharga bagi Kotawaringin Timur dalam mengoptimalkan potensi daerah.

“Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi kedua daerah, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan pendapatan daerah dan pelayanan publik yang lebih efektif serta modern,” ujar Halikinnor

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus berkomitmen melakukan transformasi tata kelola pemerintahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Melalui kerja sama ini, berbagai peluang sinergi dapat dikembangkan, mulai dari digitalisasi layanan pemerintahan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penguatan sektor ekonomi daerah.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa kemajuan daerah akan lebih mudah dicapai melalui kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarpemerintah daerah. Ia juga melihat Kotawaringin Timur memiliki potensi besar yang dapat terus dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“kita bersama-sama mewujudkan sebuah kolaborasi antardaerah bersama saudara-saudara kita dari Kabupaten Kotawaringin Timur agar kolaborasi ini semakin kuat mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Farhan.

Melalui kemitraan ini, Pemkab Kotawaringin Timur berharap dapat mengadopsi berbagai praktik terbaik yang telah diterapkan Kota Bandung, sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor pembangunan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang inovatif, berdaya saing, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas bagi masyarakat Kotawaringin Timur.

Penerbangan Perdana Super Air Jet, Buka Akses Baru dan Perkuat Konektivitas Udara Kotim

Kabupaten Kotawaringin Timur kembali mencatatkan langkah penting dalam penguatan konektivitas transportasi udara. Maskapai penerbangan Super Air Jet resmi membuka layanan penerbangan perdana rute Jakarta–Sampit–Jakarta melalui Bandara H. Asan Sampit, Kamis (12/6). Kehadiran rute baru ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat, memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, serta mendukung pengembangan sektor investasi dan pariwisata.

Acara inagurasi penerbangan perdana tersebut dihadiri oleh Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan, perwakilan maskapai, instansi vertikal, serta kepala daerah dari kabupaten seruyan.

Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan, Ferdinand Nurdin, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan menghadirkan layanan penerbangan baru harus diikuti dengan komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutannya.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola bandara, dan maskapai penerbangan menjadi faktor utama agar layanan tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Yang sulit bukan hanya menghadirkan pesawat, tetapi bagaimana mempertahankannya agar tetap beroperasi secara berkelanjutan. Untuk itu diperlukan dukungan seluruh pihak,” ujarnya.

Ia juga menilai Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki potensi besar, termasuk dalam pengembangan layanan perjalanan ibadah umrah yang dapat terhubung melalui jaringan penerbangan Lion Group.

Selain itu, Ferdinand turut memberikan sejumlah masukan terkait pengembangan infrastruktur bandara, di antaranya perlunya perpanjangan landasan pacu (runway) hingga minimal 2.250 meter dengan lebar 45 meter agar pesawat berbadan sedang seperti Airbus A320 dapat beroperasi secara lebih optimal. Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan standar keamanan dan keselamatan bandara serta mengapresiasi langkah pemerintah daerah dalam menangani hambatan di sekitar kawasan penerbangan.

Sementara itu, Direktur Utama Super Air Jet, Ari Azhari, menyampaikan rasa bangga karena Sampit menjadi kota ke-36 dalam jaringan layanan penerbangan Super Air Jet di Indonesia.
Menurutnya, pembukaan rute ini akan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat Kotawaringin Timur dan daerah sekitarnya untuk terhubung dengan berbagai kota besar di Indonesia melalui jaringan penerbangan yang terintegrasi dengan Batik Air dan Lion Air.

“Dengan satu tiket penerbangan, masyarakat dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi di Indonesia. Kami berharap kehadiran Super Air Jet dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Bupati Kotawaringin Timur, H. Halikinnor, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung hadirnya layanan penerbangan baru tersebut. Ia menilai konektivitas udara yang semakin baik akan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah, khususnya dalam mendukung investasi, perdagangan, pariwisata, dan pelayanan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, lanjutnya, berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas dan pelayanan di Bandara H. Asan Sampit agar mampu mengakomodasi kebutuhan transportasi udara yang semakin berkembang.

“Kehadiran penerbangan jet dengan jadwal dan tarif yang kompetitif diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, memperlancar arus barang dan jasa, serta memberikan kontribusi terhadap pengendalian inflasi daerah,” ungkapnya.

Dengan resmi beroperasinya rute Jakarta–Sampit–Jakarta oleh Super Air Jet, Kabupaten Kotawaringin Timur semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah. Pemerintah daerah optimistis peningkatan konektivitas udara akan membuka lebih banyak peluang investasi, mempercepat mobilitas masyarakat, dan mendorong kemajuan pembangunan di wilayah Kotim maupun daerah sekitarnya.

Jemaah Haji Kotim Tiba di Tanah Air, Suasana Haru dan Syukur Warnai Penyambutan di Bandara H. Asan Sampit

Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti area kedatangan Bandara H. Asan Sampit, Jumat (12/6), saat ratusan jemaah haji asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tiba kembali di tanah air setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Tangis bahagia, pelukan hangat, dan ucapan syukur mewarnai pertemuan antara para jemaah dengan keluarga yang telah menanti sejak pagi hari.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur secara resmi menyambut kepulangan jemaah haji musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah selama lebih dari satu bulan di Arab Saudi. Kepulangan ini menjadi momentum penuh makna, tidak hanya bagi para jemaah, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat yang turut mendoakan kelancaran pelaksanaan ibadah mereka.

Proses pemulangan jemaah dilakukan dalam dua kelompok terbang (kloter). Meskipun sempat mengalami penyesuaian jadwal akibat keterlambatan armada pesawat, seluruh rangkaian kedatangan berjalan lancar dan tertib. Kloter pertama yang membawa 103 jemaah mendarat di Bandara H. Asan Sampit pada pukul 12.10 WIB, sementara kloter kedua dengan jumlah 60 jemaah dijadwalkan tiba pada pukul 14.50 WIB.

Penyambutan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, bersama unsur terkait. Kehadiran pemerintah daerah merupakan bentuk perhatian dan penghormatan kepada para tamu Allah yang telah menunaikan rukun Islam kelima.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah dalam keadaan sehat dan selamat. Ia juga mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang telah mendukung proses keberangkatan hingga pemulangan jemaah haji tahun ini.

Suasana emosional begitu terasa ketika para jemaah mulai keluar dari area kedatangan. Senyum haru, pelukan erat, hingga air mata kebahagiaan menjadi pemandangan yang mengiringi pertemuan kembali para jemaah dengan keluarga mereka setelah berpisah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Agenda penyambutan turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Kotawaringin Timur, perwakilan instansi vertikal, perangkat daerah terkait, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan dan perhatian bersama terhadap para jemaah haji yang telah menyelesaikan ibadah dengan penuh khidmat.

Dengan tibanya seluruh jemaah di Kabupaten Kotawaringin Timur, diharapkan nilai-nilai spiritual, keteladanan, serta pengalaman selama menjalankan ibadah haji dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan bermasyarakat dan turut memperkuat semangat kebersamaan serta kerukunan di Bumi Habaring Hurung.

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemkab Kotim Gelar Korve Massal di Kawasan Strategis Kota Sampit

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar aksi nyata peduli lingkungan melalui kegiatan kerja bakti massal (korve) yang dilaksanakan pada Sabtu (6/6) pagi.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Hj. Irawati, serta diikuti oleh perwakilan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur. Aksi gotong royong ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan, keindahan, dan kelestarian lingkungan perkotaan.

Sejak pagi hari, para peserta korve bergerak menuju lokasi yang telah ditentukan, dengan fokus pembersihan di sepanjang ruas jalan dari Bundaran Polres Kotim hingga Lampu Lalu Lintas Simpang Empat pertemuan Jalan Tjilik Riwut dan Jalan Pramuka. Kawasan tersebut merupakan salah satu jalur utama yang memiliki tingkat mobilitas masyarakat cukup tinggi setiap harinya.

Dalam pelaksanaannya, Wakil Bupati bersama para peserta tampak bahu-membahu membersihkan berbagai fasilitas umum, khususnya area trotoar dan median jalan. Kegiatan meliputi pembabatan rumput liar yang tumbuh di sepanjang jalur pedestrian, pembersihan drainase ringan, serta pengumpulan dan pengangkutan sampah yang berserakan di sekitar lokasi.

Wakil Bupati Hj. Irawati menyampaikan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga harus diwujudkan melalui aksi nyata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa lingkungan yang bersih dan sehat akan memberikan manfaat besar bagi kualitas hidup masyarakat. Semangat gotong royong seperti ini perlu terus dipertahankan dan menjadi budaya di tengah masyarakat,” ujarnya.

Pemilihan kawasan Bundaran Polres Kotim hingga Simpang Empat Jalan Tjilik Riwut–Jalan Pramuka dinilai strategis karena merupakan salah satu urat nadi transportasi Kota Sampit yang setiap hari dilalui masyarakat. Dengan dilaksanakannya aksi bersih-bersih secara serentak, kawasan tersebut kini terlihat lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi pengguna jalan maupun pejalan kaki.

Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mendorong partisipasi aktif seluruh pihak dalam mewujudkan Kota Sampit yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.