Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Author: pskp

Bupati Kotawaringin Timur Launching Tiga Proyek Perubahan PKN Tingkat II untuk Perkuat Pelayanan Publik dan Transformasi Digital

Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur, Halikinnor, secara resmi melaunching tiga proyek perubahan yang digagas peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin (22/06/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, serta percepatan transformasi digital di daerah.

Tiga inovasi yang diluncurkan yakni SIKADES (Sistem Konsultasi Desa) oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), RADAR SOSIAL (Ruang Aduan dan Respon Cepat Masalah Kemasyarakatan Berbasis Partisipasi Publik) oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, serta KOCERDIK (Kolaborasi Cerdas Digital) oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

Kepala DPMD Kotawaringin Timur, Ninuk Muji Rahayu, menjelaskan SIKADES hadir untuk memudahkan aparatur desa berkonsultasi secara digital dengan DPMD tanpa harus datang langsung ke kantor. Sementara itu, Muslih memperkenalkan RADAR SOSIAL sebagai wadah pengaduan masyarakat yang memungkinkan setiap laporan diverifikasi dan diteruskan kepada perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti secara cepat dan terukur. Di bidang literasi digital, Cok Orda Putra Legawa meluncurkan KOCERDIK yang bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital secara bijak melalui kolaborasi berbagai pihak.

Dalam sambutannya, Bupati Halikinnor menyampaikan apresiasi atas lahirnya ketiga inovasi tersebut. Menurutnya, proyek perubahan yang dihasilkan melalui PKN Tingkat II harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung peningkatan kinerja pemerintah daerah.

“Proyek perubahan ini bukan hanya menjadi syarat dalam pelatihan kepemimpinan, tetapi harus menjadi inovasi yang berkelanjutan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Saya berharap SIKADES, RADAR SOSIAL, dan KOCERDIK dapat diimplementasikan secara optimal untuk mempercepat pelayanan, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mendukung transformasi digital di Kabupaten Kotawaringin Timur,” ujar Halikinnor.

Melalui peluncuran ketiga proyek perubahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pemkab Kotawaringin Timur Jalin Kerja Sama Strategis dengan Pemkot Bandung, Fokus Tingkatkan PAD dan Digitalisasi Layanan Publik

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, sebagai upaya memperkuat pembangunan daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pengembangan inovasi, serta percepatan digitalisasi layanan publik.

Kerja sama tersebut ditandai dengan pertemuan antara Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, dan Wali Kota Muhammad Farhan di Bandung, Senin.(15/06/2026)

Bupati Halikinnor menyampaikan bahwa kolaborasi antardaerah menjadi langkah strategis untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, pengalaman dan inovasi yang telah diterapkan Kota Bandung dapat menjadi referensi berharga bagi Kotawaringin Timur dalam mengoptimalkan potensi daerah.

“Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi kedua daerah, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan pendapatan daerah dan pelayanan publik yang lebih efektif serta modern,” ujar Halikinnor

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus berkomitmen melakukan transformasi tata kelola pemerintahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Melalui kerja sama ini, berbagai peluang sinergi dapat dikembangkan, mulai dari digitalisasi layanan pemerintahan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penguatan sektor ekonomi daerah.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa kemajuan daerah akan lebih mudah dicapai melalui kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarpemerintah daerah. Ia juga melihat Kotawaringin Timur memiliki potensi besar yang dapat terus dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“kita bersama-sama mewujudkan sebuah kolaborasi antardaerah bersama saudara-saudara kita dari Kabupaten Kotawaringin Timur agar kolaborasi ini semakin kuat mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Farhan.

Melalui kemitraan ini, Pemkab Kotawaringin Timur berharap dapat mengadopsi berbagai praktik terbaik yang telah diterapkan Kota Bandung, sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor pembangunan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang inovatif, berdaya saing, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas bagi masyarakat Kotawaringin Timur.

Penerbangan Perdana Super Air Jet, Buka Akses Baru dan Perkuat Konektivitas Udara Kotim

Kabupaten Kotawaringin Timur kembali mencatatkan langkah penting dalam penguatan konektivitas transportasi udara. Maskapai penerbangan Super Air Jet resmi membuka layanan penerbangan perdana rute Jakarta–Sampit–Jakarta melalui Bandara H. Asan Sampit, Kamis (12/6). Kehadiran rute baru ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat, memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, serta mendukung pengembangan sektor investasi dan pariwisata.

Acara inagurasi penerbangan perdana tersebut dihadiri oleh Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan, perwakilan maskapai, instansi vertikal, serta kepala daerah dari kabupaten seruyan.

Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan, Ferdinand Nurdin, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan menghadirkan layanan penerbangan baru harus diikuti dengan komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutannya.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola bandara, dan maskapai penerbangan menjadi faktor utama agar layanan tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Yang sulit bukan hanya menghadirkan pesawat, tetapi bagaimana mempertahankannya agar tetap beroperasi secara berkelanjutan. Untuk itu diperlukan dukungan seluruh pihak,” ujarnya.

Ia juga menilai Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki potensi besar, termasuk dalam pengembangan layanan perjalanan ibadah umrah yang dapat terhubung melalui jaringan penerbangan Lion Group.

Selain itu, Ferdinand turut memberikan sejumlah masukan terkait pengembangan infrastruktur bandara, di antaranya perlunya perpanjangan landasan pacu (runway) hingga minimal 2.250 meter dengan lebar 45 meter agar pesawat berbadan sedang seperti Airbus A320 dapat beroperasi secara lebih optimal. Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan standar keamanan dan keselamatan bandara serta mengapresiasi langkah pemerintah daerah dalam menangani hambatan di sekitar kawasan penerbangan.

Sementara itu, Direktur Utama Super Air Jet, Ari Azhari, menyampaikan rasa bangga karena Sampit menjadi kota ke-36 dalam jaringan layanan penerbangan Super Air Jet di Indonesia.
Menurutnya, pembukaan rute ini akan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat Kotawaringin Timur dan daerah sekitarnya untuk terhubung dengan berbagai kota besar di Indonesia melalui jaringan penerbangan yang terintegrasi dengan Batik Air dan Lion Air.

“Dengan satu tiket penerbangan, masyarakat dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi di Indonesia. Kami berharap kehadiran Super Air Jet dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Bupati Kotawaringin Timur, H. Halikinnor, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung hadirnya layanan penerbangan baru tersebut. Ia menilai konektivitas udara yang semakin baik akan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah, khususnya dalam mendukung investasi, perdagangan, pariwisata, dan pelayanan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, lanjutnya, berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas dan pelayanan di Bandara H. Asan Sampit agar mampu mengakomodasi kebutuhan transportasi udara yang semakin berkembang.

“Kehadiran penerbangan jet dengan jadwal dan tarif yang kompetitif diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, memperlancar arus barang dan jasa, serta memberikan kontribusi terhadap pengendalian inflasi daerah,” ungkapnya.

Dengan resmi beroperasinya rute Jakarta–Sampit–Jakarta oleh Super Air Jet, Kabupaten Kotawaringin Timur semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah. Pemerintah daerah optimistis peningkatan konektivitas udara akan membuka lebih banyak peluang investasi, mempercepat mobilitas masyarakat, dan mendorong kemajuan pembangunan di wilayah Kotim maupun daerah sekitarnya.

Jemaah Haji Kotim Tiba di Tanah Air, Suasana Haru dan Syukur Warnai Penyambutan di Bandara H. Asan Sampit

Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti area kedatangan Bandara H. Asan Sampit, Jumat (12/6), saat ratusan jemaah haji asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tiba kembali di tanah air setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Tangis bahagia, pelukan hangat, dan ucapan syukur mewarnai pertemuan antara para jemaah dengan keluarga yang telah menanti sejak pagi hari.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur secara resmi menyambut kepulangan jemaah haji musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah selama lebih dari satu bulan di Arab Saudi. Kepulangan ini menjadi momentum penuh makna, tidak hanya bagi para jemaah, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat yang turut mendoakan kelancaran pelaksanaan ibadah mereka.

Proses pemulangan jemaah dilakukan dalam dua kelompok terbang (kloter). Meskipun sempat mengalami penyesuaian jadwal akibat keterlambatan armada pesawat, seluruh rangkaian kedatangan berjalan lancar dan tertib. Kloter pertama yang membawa 103 jemaah mendarat di Bandara H. Asan Sampit pada pukul 12.10 WIB, sementara kloter kedua dengan jumlah 60 jemaah dijadwalkan tiba pada pukul 14.50 WIB.

Penyambutan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, bersama unsur terkait. Kehadiran pemerintah daerah merupakan bentuk perhatian dan penghormatan kepada para tamu Allah yang telah menunaikan rukun Islam kelima.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah dalam keadaan sehat dan selamat. Ia juga mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang telah mendukung proses keberangkatan hingga pemulangan jemaah haji tahun ini.

Suasana emosional begitu terasa ketika para jemaah mulai keluar dari area kedatangan. Senyum haru, pelukan erat, hingga air mata kebahagiaan menjadi pemandangan yang mengiringi pertemuan kembali para jemaah dengan keluarga mereka setelah berpisah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Agenda penyambutan turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Kotawaringin Timur, perwakilan instansi vertikal, perangkat daerah terkait, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan dan perhatian bersama terhadap para jemaah haji yang telah menyelesaikan ibadah dengan penuh khidmat.

Dengan tibanya seluruh jemaah di Kabupaten Kotawaringin Timur, diharapkan nilai-nilai spiritual, keteladanan, serta pengalaman selama menjalankan ibadah haji dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan bermasyarakat dan turut memperkuat semangat kebersamaan serta kerukunan di Bumi Habaring Hurung.

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemkab Kotim Gelar Korve Massal di Kawasan Strategis Kota Sampit

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar aksi nyata peduli lingkungan melalui kegiatan kerja bakti massal (korve) yang dilaksanakan pada Sabtu (6/6) pagi.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Hj. Irawati, serta diikuti oleh perwakilan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur. Aksi gotong royong ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan, keindahan, dan kelestarian lingkungan perkotaan.

Sejak pagi hari, para peserta korve bergerak menuju lokasi yang telah ditentukan, dengan fokus pembersihan di sepanjang ruas jalan dari Bundaran Polres Kotim hingga Lampu Lalu Lintas Simpang Empat pertemuan Jalan Tjilik Riwut dan Jalan Pramuka. Kawasan tersebut merupakan salah satu jalur utama yang memiliki tingkat mobilitas masyarakat cukup tinggi setiap harinya.

Dalam pelaksanaannya, Wakil Bupati bersama para peserta tampak bahu-membahu membersihkan berbagai fasilitas umum, khususnya area trotoar dan median jalan. Kegiatan meliputi pembabatan rumput liar yang tumbuh di sepanjang jalur pedestrian, pembersihan drainase ringan, serta pengumpulan dan pengangkutan sampah yang berserakan di sekitar lokasi.

Wakil Bupati Hj. Irawati menyampaikan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga harus diwujudkan melalui aksi nyata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa lingkungan yang bersih dan sehat akan memberikan manfaat besar bagi kualitas hidup masyarakat. Semangat gotong royong seperti ini perlu terus dipertahankan dan menjadi budaya di tengah masyarakat,” ujarnya.

Pemilihan kawasan Bundaran Polres Kotim hingga Simpang Empat Jalan Tjilik Riwut–Jalan Pramuka dinilai strategis karena merupakan salah satu urat nadi transportasi Kota Sampit yang setiap hari dilalui masyarakat. Dengan dilaksanakannya aksi bersih-bersih secara serentak, kawasan tersebut kini terlihat lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi pengguna jalan maupun pejalan kaki.

Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mendorong partisipasi aktif seluruh pihak dalam mewujudkan Kota Sampit yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.

Pemkab Kotim Terima Audiensi Pembentukan DAOPS dan Survei Kantor Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menerima kunjungan audiensi terkait pembentukan Daerah Operasional (DAOPS) dan survei lokasi Kantor Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup pada Kamis (4/6). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pers Sekretariat Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur.

Audiensi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung pengelolaan lingkungan hidup, khususnya peningkatan kesiapsiagaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur diwakili oleh Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kazpul Zein Heriyanto, S.T., M.T.

Turut hadir perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup yang melakukan pemaparan terkait rencana pembentukan DAOPS serta survei lokasi yang akan mendukung operasional Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan.

Dalam sambutannya, Kazpul Zein Heriyanto menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap upaya pengendalian lingkungan hidup di daerah. Menurutnya, keberadaan DAOPS dan Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kebakaran lahan yang selama ini menjadi salah satu tantangan di wilayah Kalimantan.

“Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mendukung penuh kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, termasuk pelaksanaan berbagai kegiatan di daerah operasional (DAOPS) serta rencana penempatan Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Kami berharap dengan adanya brigade ini, upaya penanganan dan pencegahan kebakaran lahan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan efektif sehingga ke depan tidak lagi terjadi kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur,” ujarnya.

Pembentukan DAOPS dan penempatan Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas daerah dalam menghadapi potensi karhutla. Selain memperkuat respons penanganan di lapangan, keberadaan brigade juga diharapkan mampu mengoptimalkan langkah-langkah mitigasi dan pencegahan melalui koordinasi lintas sektor yang lebih terintegrasi.

Melalui audiensi dan survei lapangan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, melindungi kawasan rentan kebakaran, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran lahan.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program strategis di bidang lingkungan hidup sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menciptakan daerah yang aman, lestari, dan bebas dari ancaman kebakaran lahan.

Pemkab Kotim Perkuat Tata Kelola Data Geospasial Melalui Bimtek Berstandar KUGI

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pengelolaan data dan informasi geospasial sebagai fondasi perencanaan pembangunan yang terarah, akurat, dan berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Data dan Informasi Geospasial Berstandar Katalog Unsur Geografi Indonesia (KUGI) Tahun 2026 yang dilaksanakan di Aula Sei Mentaya BAPPERIDA Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan ini dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Umar Kaderi, yang membacakan sambutan Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Badan Informasi Geospasial (BIG), perangkat daerah terkait, serta peserta dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotim.

Dalam sambutannya, Bupati Halikinnor menegaskan bahwa data geospasial memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan daerah. Menurutnya, data geospasial yang akurat, mutakhir, dan terstandarisasi menjadi kebutuhan penting untuk menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.

“Data geospasial yang terintegrasi sangat dibutuhkan untuk mendukung berbagai sektor pembangunan, mulai dari perencanaan tata ruang, pengelolaan lingkungan hidup, pembangunan infrastruktur, pemanfaatan sumber daya alam, hingga pengembangan ekonomi daerah,” ujar Halikinnor dalam sambutan tertulisnya.

Ia menjelaskan, penerapan standar KUGI merupakan langkah penting dalam mewujudkan keseragaman struktur dan atribut data geospasial sesuai standar nasional. Dengan demikian, data yang dihasilkan oleh masing-masing perangkat daerah dapat saling terhubung, mudah diakses, dan memiliki kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui pelaksanaan bimtek ini, Pemerintah Kabupaten Kotim berharap kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintah daerah dalam mengelola data geospasial tematik dapat semakin meningkat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat kualitas dan kelengkapan data yang tersaji pada Geoportal Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai pusat informasi geospasial daerah.

Bupati juga menekankan pentingnya peran aktif seluruh perangkat daerah dalam memastikan data yang diproduksi telah melalui proses validasi dan verifikasi yang baik sebelum diintegrasikan ke dalam sistem informasi geospasial daerah.

“Setiap perangkat daerah memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan data yang berkualitas. Karena itu, diperlukan komitmen bersama agar data geospasial yang tersedia benar-benar valid, akurat, dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan,” tegasnya.

Lebih lanjut, penguatan tata kelola data geospasial ini juga menjadi bagian dari implementasi kebijakan Satu Data Indonesia, yang menekankan pentingnya penyelenggaraan data pemerintah yang terintegrasi, akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan tersedianya data geospasial yang berkualitas dan berstandar nasional, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur optimistis dapat meningkatkan efektivitas perencanaan pembangunan, memperkuat koordinasi antarperangkat daerah, serta menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran demi mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Pemkab Kotim Gelar FGD Penataan Kelembagaan Perangkat Daerah untuk Wujudkan Organisasi yang Adaptif dan Efisien

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penataan Kelembagaan Perangkat Daerah di Ruang Rapat Anggrek Tewu, Gedung A Sekretariat Daerah Kabupaten Kotim, Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengevaluasi dan menata struktur organisasi perangkat daerah agar lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap dinamika pembangunan serta kebutuhan masyarakat.

FGD dihadiri oleh unsur perangkat daerah, pejabat struktural, tenaga ahli, serta pemangku kepentingan terkait yang memiliki peran dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Umar Kaderi, S.H., M.Sc., mewakili Bupati Kotawaringin Timur.

Dalam sambutannya, Umar Kaderi menegaskan bahwa penataan kelembagaan bukan sekadar perubahan struktur organisasi, melainkan langkah strategis untuk memastikan perangkat daerah mampu menjalankan fungsi pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan secara optimal sesuai tantangan serta kebutuhan daerah yang terus berkembang.

Ia menjelaskan bahwa FGD tersebut menjadi forum penting untuk menghimpun berbagai pandangan, masukan, dan rekomendasi dari para peserta sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan penataan kelembagaan yang tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Melalui FGD ini, saya berharap seluruh peserta dapat memberikan masukan, pandangan, dan rekomendasi yang konstruktif berdasarkan data, fakta, serta kebutuhan riil daerah. Hasil diskusi ini diharapkan menjadi landasan dalam mewujudkan organisasi pemerintah daerah yang lebih adaptif, profesional, efisien, dan berorientasi pada hasil,” ujarnya.

Menurut Umar, pemerintah daerah saat ini dituntut untuk mampu membangun tata kelola pemerintahan yang lincah dan efektif di tengah berbagai tantangan pembangunan, perkembangan teknologi, serta tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi. Oleh karena itu, evaluasi dan penyesuaian struktur organisasi perlu dilakukan secara berkala agar perangkat daerah dapat bekerja lebih optimal dan tidak terjadi tumpang tindih fungsi maupun kewenangan.

FGD Penataan Kelembagaan Perangkat Daerah ini juga merupakan tindak lanjut dari evaluasi kelembagaan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran dan reformasi birokrasi yang saat ini menjadi fokus pemerintah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.

Berbagai aspek strategis menjadi fokus pembahasan dalam forum tersebut, mulai dari efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi perangkat daerah, kesesuaian beban kerja organisasi, optimalisasi sumber daya aparatur, hingga peluang penguatan koordinasi dan kolaborasi antarperangkat daerah dalam mendukung pencapaian target pembangunan daerah.

Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap dapat menghasilkan rekomendasi yang komprehensif dan implementatif sebagai dasar penyusunan kebijakan penataan kelembagaan yang lebih tepat, terukur, dan sesuai dengan karakteristik daerah.

Melalui langkah penataan kelembagaan yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik serta percepatan pembangunan daerah.

Bupati Kotim Ajak Masyarakat Jadikan Pancasila Pedoman Menghadapi Tantangan Zaman

Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), H. Halikinnor, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup dalam menghadapi berbagai tantangan global dan dinamika perkembangan zaman. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Halaman Kantor Bupati Kotawaringin Timur, Senin (1/6/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol atau seremonial tahunan, melainkan ideologi yang hidup dan menjadi penuntun bangsa dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman. Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menjadi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila di berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Bupati juga mengajak generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam setiap tindakan nyata serta tidak membiarkan nilai-nilai luhur tersebut hanya menjadi slogan semata.

Menurutnya, ketangguhan Indonesia dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman merupakan bukti nyata relevansi Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Pada kesempatan yang sama, Bupati turut menyampaikan apresiasi atas dimulainya rangkaian kegiatan Sensus Ekonomi 2026. Ia menekankan bahwa sensus tersebut merupakan agenda strategis nasional untuk memperoleh data ekonomi yang akurat, mutakhir, dan terpercaya sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah maupun nasional. Selain itu, Bupati juga menyambut baik peresmian Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan.

Keberadaan Redkar dinilai menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi kebakaran permukiman maupun kebakaran hutan dan lahan. Mengakhiri sambutannya, Bupati berharap semangat gotong royong, persatuan, dan nilai-nilai Pancasila semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat guna mewujudkan Kabupaten Kotawaringin Timur yang maju, mandiri, dan sejahtera.

HNR Cup II 2026 Resmi Dibuka, Bupati Kotim Harapkan Lahir Atlet Berprestasi

Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), H. Halikinnor, secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola HNR Cup II Tahun 2026 di Stadion 29 November Sampit, Minggu (31/5/2026). Turnamen yang akan berlangsung selama sekitar 32 hari tersebut menjadi ajang pembinaan atlet sekaligus hiburan bagi masyarakat. Dalam sambutannya, Halikinnor menyampaikan apresiasi kepada panitia, sponsor, aparat keamanan, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai HNR Cup II merupakan wujud kebersamaan dalam memajukan olahraga sepak bola di Kotawaringin Timur.

“Saya berharap HNR Cup II ini dapat menjadi wadah penyaluran bakat dan potensi pemain muda berbakat di Kotawaringin Timur. Melalui ajang ini, kita ingin melahirkan generasi pemain sepak bola yang mampu mengharumkan nama daerah, baik di tingkat regional maupun nasional,” ujar Halikinnor.

Menurutnya, turnamen ini tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga berdampak positif terhadap perekonomian daerah, khususnya bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di sekitar lokasi pertandingan. Bupati juga mengapresiasi penyelenggaraan HNR Cup II yang terlaksana melalui dukungan sponsor dan swadaya masyarakat tanpa menggunakan anggaran pemerintah daerah. Hal tersebut menunjukkan tingginya kepedulian berbagai pihak terhadap kemajuan olahraga di Kotim.

Mengusung tema “Sepakbola Adalah Romantisme Cinta yang Paling Nyata”, HNR Cup II diharapkan mampu mempererat persaudaraan, meningkatkan sportivitas, dan menjadi ajang yang melahirkan talenta-talenta sepak bola terbaik dari Kabupaten Kotawaringin Timur.

Pemkab Kotim Apresiasi Seminar Ilmiah “Santri di Era Digitalisasi”, Dorong Generasi Berkarakter dan Melek Teknologi

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengapresiasi terselenggaranya Seminar Ilmiah bertajuk “Santri di Era Digitalisasi: Tantangan dan Solusi” yang menghadirkan narasumber Dr. Habib Muhammad Hanif. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Rumah Jabatan Bupati Kotawaringin Timur, Sabtu (30/5/2026), dan diikuti oleh para santri, tokoh agama, pendidik, serta masyarakat umum.

Seminar ini menjadi wadah diskusi dan pembelajaran bagi generasi muda, khususnya kalangan santri, dalam menghadapi berbagai perubahan yang terjadi akibat perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Selain memperkuat wawasan keislaman, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman tentang tantangan dan peluang yang hadir di era transformasi digital.

Dalam sambutannya, Bupati Kotawaringin Timur, H. Halikinnor, S.H., M.M., menekankan pentingnya membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam penguasaan teknologi, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, dan nilai-nilai keagamaan yang kuat sebagai fondasi kehidupan.

Menurutnya, kemajuan teknologi merupakan keniscayaan yang harus disikapi secara bijak. Teknologi dapat menjadi sarana yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses informasi, dan mendorong inovasi. Namun di sisi lain, tanpa dibarengi dengan penguatan moral dan spiritual, perkembangan teknologi juga dapat menimbulkan berbagai tantangan sosial bagi generasi muda.

“Generasi muda, khususnya para santri, harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif dan produktif. Kemajuan teknologi hendaknya menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas diri, memperluas ilmu pengetahuan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan justru mengikis nilai-nilai moral dan keagamaan,” ujar Halikinnor.

Sementara itu, Dr. Habib Muhammad Hanif dalam paparannya mengajak para santri untuk tidak tertinggal dalam perkembangan zaman. Ia menegaskan bahwa santri masa kini harus memiliki kemampuan untuk memahami berbagai perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), media digital, dan perubahan sosial yang terus berkembang.

Menurutnya, tantangan umat di era digital semakin kompleks dan membutuhkan solusi yang relevan dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, diperlukan generasi santri dan ulama yang tidak hanya menguasai ilmu agama secara mendalam, tetapi juga memahami realitas kontemporer sehingga mampu memberikan panduan dan solusi bagi masyarakat.

“Era digital menghadirkan banyak peluang sekaligus tantangan. Santri harus hadir sebagai bagian dari solusi dengan memadukan kedalaman ilmu agama, wawasan kebangsaan, dan pemahaman terhadap perkembangan teknologi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong para santri untuk menjadikan teknologi sebagai sarana dakwah, pendidikan, pengembangan kreativitas, serta inovasi yang memberikan manfaat luas bagi umat dan masyarakat. Dengan demikian, santri dapat berperan aktif dalam membangun peradaban yang maju tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai keislaman.

Seminar ilmiah ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat literasi digital, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta membangun kesiapan generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan. Sejalan dengan upaya transformasi digital yang terus berkembang di Indonesia, santri diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta inovasi dan agen perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap lahir generasi santri yang adaptif terhadap perkembangan zaman, memiliki daya saing tinggi, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama dan budaya bangsa.

“Santri bukan tertinggal oleh zaman, tetapi penjaga arah di tengah derasnya era digitalisasi.”

Ketua TP Posyandu Kotim Tinjau Implementasi Transformasi Posyandu di Posyandu ILP Tanah Mas

Ketua Tim Penggerak (TP) Posyandu Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Hj. Khairiah Halikinnor, melanjutkan rangkaian kunjungan kerja dalam rangka pemantauan implementasi Transformasi Posyandu di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Setelah sebelumnya mengunjungi sejumlah posyandu di Kecamatan Baamang dan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, kali ini Hj. Khairiah meninjau langsung pelaksanaan layanan di Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Tanah Mas, Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Senin (25/5/2026).

Kunjungan tersebut turut didampingi Tim Pembina Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kabupaten Kotawaringin Timur, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, tenaga kesehatan, serta kader posyandu setempat. Kehadiran rombongan disambut antusias oleh masyarakat yang hadir untuk mengikuti kegiatan pelayanan dan pembinaan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dalam memastikan implementasi Transformasi Posyandu berjalan optimal hingga tingkat kelurahan dan desa. Transformasi Posyandu merupakan program nasional yang bertujuan memperkuat pelayanan dasar kepada masyarakat melalui integrasi berbagai layanan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Dalam arahannya, Hj. Khairiah Halikinnor menegaskan bahwa posyandu saat ini telah berkembang menjadi wadah pelayanan masyarakat yang tidak hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mendukung berbagai layanan dasar lainnya melalui pendekatan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Transformasi Posyandu merupakan langkah strategis untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Saat ini fungsi posyandu tidak lagi terbatas pada pelayanan kesehatan, tetapi telah diperluas untuk mendukung enam bidang pelayanan dasar yang menjadi kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan ini, diharapkan pelayanan yang diberikan menjadi lebih terpadu, mudah diakses, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” ujar Hj. Khairiah.

Ia juga mengapresiasi dedikasi para kader posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan di tingkat masyarakat. Menurutnya, keberhasilan transformasi posyandu sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader, dan partisipasi aktif masyarakat.

Selama kunjungan, Hj. Khairiah meninjau berbagai kegiatan pelayanan yang berlangsung di Posyandu ILP Tanah Mas, sekaligus berdialog dengan kader dan warga untuk mendengarkan langsung berbagai masukan serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program di lapangan. Dialog tersebut menjadi bagian penting dalam upaya evaluasi dan peningkatan kualitas layanan posyandu ke depan.

Selain meninjau posyandu, Hj. Khairiah bersama rombongan juga mengunjungi salah satu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berada di Kelurahan Tanah Mas. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini yang menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Di lokasi PAUD, Hj. Khairiah berkesempatan melihat secara langsung proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Ia juga berinteraksi dengan para siswa, menyapa, dan memberikan motivasi kepada anak-anak agar semangat belajar sejak dini. Suasana hangat dan penuh keceriaan terlihat ketika anak-anak menyambut kedatangannya dengan senyum dan antusiasme.

Kunjungan kerja ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dalam memperkuat pelayanan dasar yang terintegrasi, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat. Melalui transformasi Posyandu dan dukungan berbagai pihak, diharapkan kualitas pelayanan publik di tingkat akar rumput dapat terus meningkat dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Perkuat Transformasi Digital, Pemkab Kotim Bangun Sinergi Lintas Sektor

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan transformasi digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Forum Koordinasi Lintas Sektor Bidang Literasi Digital dan Keamanan Informasi yang dilaksanakan di Ruang Smart Command Hall (SCH) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin (25/5).

Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, sektor perbankan, pelaku usaha, media massa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung percepatan transformasi digital di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Umar Kaderi, S.H., M.Sc. Turut hadir Staf Ahli Bupati yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, perwakilan perguruan tinggi, sektor perbankan, pelaku UMKM, insan media, serta sejumlah perangkat daerah terkait.

Dalam sambutannya, Umar Kaderi menegaskan bahwa transformasi digital merupakan salah satu agenda penting pembangunan daerah yang sejalan dengan visi dan misi Bupati Kotawaringin Timur dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, efektif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi.

Menurutnya, digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk meningkatkan efisiensi birokrasi, mempercepat akses layanan masyarakat, serta memperkuat daya saing daerah di tengah perkembangan era digital.

“Forum ini merupakan langkah progresif untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung transformasi digital di Kabupaten Kotawaringin Timur. Melalui digitalisasi, kita tidak hanya mendorong efisiensi dan efektivitas pelayanan publik, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat, dunia usaha, dan sektor pendidikan untuk berkembang bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa transformasi digital harus dapat dirasakan hingga ke tingkat desa. Pemerataan akses teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor penting agar manfaat digitalisasi dapat dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotawaringin Timur, Cok Orda Putra Legawa, S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa forum koordinasi ini difokuskan pada tiga program prioritas utama, yaitu penguatan literasi dan pendidikan digital, pemberdayaan serta digitalisasi UMKM, dan peningkatan keamanan informasi.

Menurutnya, tantangan perkembangan teknologi saat ini menuntut adanya kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah dan berbagai pihak agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara produktif, aman, dan bertanggung jawab.

“Penguatan literasi digital tidak hanya menyasar kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat terhadap keamanan informasi, etika digital, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan,” jelasnya.

Komitmen kolaboratif dari berbagai pihak tampak dalam forum tersebut. Perwakilan perguruan tinggi, seperti Universitas Darwan Ali dan Universitas Muhammadiyah Sampit, menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam kegiatan edukasi literasi digital dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi masyarakat, pelajar, dan pelaku usaha.

Di sektor ekonomi, dukungan datang dari Bank Kalteng yang berkomitmen mendukung digitalisasi UMKM melalui perluasan penggunaan sistem pembayaran digital berbasis QRIS. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemudahan transaksi sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal.

Sementara itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kotawaringin Timur menyatakan kesiapan mendukung program literasi digital melalui penyediaan sarana dan media edukasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas. Dukungan juga diberikan oleh Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Diskominfo Kotim yang telah melakukan pembaruan perangkat publikasi digital guna memperkuat promosi dan pemasaran produk UMKM lokal.

Sebagai tindak lanjut forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga berencana mengintegrasikan berbagai program dan informasi hasil koordinasi ke dalam sub-menu khusus pada portal resmi pemerintah daerah. Langkah ini bertujuan meningkatkan transparansi, memperluas akses informasi publik, serta memudahkan masyarakat memperoleh informasi terkait program literasi digital, keamanan informasi, dan pengembangan UMKM.

Melalui forum koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap terbangun ekosistem digital yang kuat, kolaboratif, dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media diharapkan mampu mempercepat terwujudnya masyarakat yang cakap digital, aman dalam beraktivitas di ruang siber, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

Peringatan HUT ke-69 Provinsi Kalteng, Wabup Kotim Tekankan Kemandirian Daerah dan Efisiensi Anggaran

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah melalui upacara yang berlangsung khidmat di Halaman Kantor Bupati Kotawaringin Timur, Sabtu (23/5) pagi. Upacara tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Hj. Irawati, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan sambutan tertulis Gubernur Kalimantan Tengah.

Peringatan hari jadi tahun ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang pembangunan Kalimantan Tengah sekaligus penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing. Upacara diikuti oleh unsur Forkopimda, ASN, TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.

Suasana upacara terasa semakin khidmat dan emosional ketika seluruh peserta diajak mendengarkan rekaman suara sejarah terbentuknya Provinsi Kalimantan Tengah. Audio bersejarah tersebut mengisahkan perjuangan para tokoh pendiri yang telah berjuang mewujudkan terbentuknya provinsi ini sebagai rumah bersama masyarakat Kalimantan Tengah.

Mengenakan pakaian adat khas daerah, Hj. Irawati menyampaikan pesan Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, yang menekankan pentingnya memperkuat kemandirian daerah di tengah berbagai tantangan pembangunan dan dinamika fiskal yang dihadapi saat ini.

Dalam sambutan tersebut dijelaskan bahwa pembangunan daerah merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan perencanaan matang, konsistensi, dan pengelolaan sumber daya yang efektif. Oleh karena itu, efisiensi anggaran menjadi salah satu instrumen penting agar setiap program pembangunan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

“Efisiensi adalah memastikan setiap rupiah uang rakyat menghasilkan manfaat nyata bagi rakyat, dengan fokus pada prioritas, tepat sasaran, dan berdampak langsung,” demikian kutipan sambutan Gubernur Kalimantan Tengah yang dibacakan oleh Wakil Bupati.

Selain efisiensi, Gubernur juga menekankan pentingnya memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, daerah yang kuat adalah daerah yang mampu mengelola potensi dan sumber dayanya secara mandiri guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

“Momentum Hari Jadi ini harus menjadi pengingat kita bahwa daerah yang kuat adalah daerah yang mampu berdiri di atas kakinya sendiri. Untuk itu, kemandirian daerah perlu terus kita perkuat dengan mengoptimalkan PAD,” lanjutnya.

Sambutan tersebut juga menggarisbawahi pentingnya sinergi pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah melalui penyelarasan program pembangunan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Keselarasan arah pembangunan diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat serta pemerataan pembangunan hingga ke pelosok daerah.

Di sisi lain, Gubernur mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), terutama menjelang musim kemarau. Upaya pencegahan dinilai lebih penting daripada penanganan setelah kebakaran terjadi, sehingga diperlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Tidak hanya itu, masyarakat juga diajak untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam berbagai kebutuhan pokok seperti cabai, sayuran, dan tanaman produktif lainnya.

“Kemandirian daerah dimulai dari kemandirian keluarga-keluarganya,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

Menutup pembacaan sambutan, Wakil Bupati Hj. Irawati menyampaikan pesan Gubernur agar seluruh masyarakat Kalimantan Tengah terus menjaga dan mengamalkan Filosofi Huma Betang sebagai identitas dan kekuatan sosial masyarakat Kalimantan Tengah. Nilai-nilai kebersamaan, toleransi, gotong royong, serta penghormatan terhadap keberagaman diyakini menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan dan mendukung pembangunan daerah.