Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Author: pskp

Bupati Kotim Lantik Sejumlah Pejabat, Tekankan Penguatan Pengawasan dan Pengembangan Wisata Pulau Hanibung

Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor secara resmi melantik dan mengambil sumpah janji jabatan sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin (6/4/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan bagian dari proses seleksi terbuka dan penerapan manajemen talenta yang telah memperoleh persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan pengisian jabatan strategis di lingkungan pemerintah daerah dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Salah satu posisi penting yang diisi dalam pelantikan ini adalah Inspektur Inspektorat, yang memiliki peran strategis dalam memperkuat fungsi pengawasan internal pemerintah daerah. Jabatan ini juga menjadi salah satu indikator dalam penilaian Monitoring Center for Prevention (MCP) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi guna memastikan independensi dan efektivitas pengawasan di daerah.

Adapun sejumlah pejabat yang dilantik di antaranya Bambang, SE sebagai Inspektur Inspektorat; Ramadansyah, SE, M.Ec.Dev sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata; Achijat Koesnandar, S.Si, M.P.H. sebagai Inspektur Pembantu III Inspektorat; Ali Fahlevi Hasibuan, SH sebagai Kepala Sub Bagian Keuangan Dinas Lingkungan Hidup; Tauba, S.Sos, M.Si sebagai Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Organisasi Kemasyarakatan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.

Selain itu turut dilantik Liano Trijaya, S.IP, M.A.P sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah Badan Keuangan dan Aset Daerah; Ady Suharno, S.Hut, M.Si sebagai Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan; Yuan Hendianto, SE, MM sebagai Kepala Bidang Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi; Arrofie Pratama, S.Kom, MM sebagai Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup; Rodi Hartono, SE, MT sebagai Kepala Bidang Pendaftaran, Penilaian dan Sistem Informasi Badan Pendapatan Daerah; Yudi Aprianur, S.STP sebagai Kepala Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah; serta Miftahun Nisa, S.Kep., Ners sebagai Kepala Puskesmas Ketapang 1.

Secara khusus, Bupati menyoroti pelantikan Ramadansyah sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata definitif. Selama menjabat sebagai Pelaksana Tugas, ia dinilai menunjukkan kinerja dan dedikasi yang baik, terutama dalam pengembangan destinasi wisata Pulau Hanibung.

“Jadikan Pulau Hanibung sebagai ikon baru pariwisata di Kabupaten Kotawaringin Timur yang mampu menggerakkan ekonomi kreatif serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Halikinnor.

Bupati berharap dengan status jabatan definitif tersebut, pengembangan sektor pariwisata daerah dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Selain agenda pelantikan, Bupati juga mensosialisasikan penerapan pola kerja baru bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Kotawaringin Timur. Mengacu pada surat edaran Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia tentang transformasi budaya kerja ASN, pemerintah daerah akan mulai menerapkan pola kerja Work From Home (WFH) setiap hari Jumat.

Menurut Bupati, kebijakan tersebut bukan dimaksudkan untuk mengurangi produktivitas, melainkan sebagai strategi efisiensi anggaran daerah dengan menekan biaya operasional kantor seperti listrik, air, pemeliharaan gedung, serta penggunaan alat tulis kantor. Di sisi lain, kebijakan ini juga diharapkan mendorong percepatan penerapan sistem administrasi berbasis digital.

Ia menegaskan bahwa pelayanan publik harus tetap berjalan optimal meskipun pola kerja baru diterapkan.

“Tidak boleh ada laporan yang tertunda. Unit layanan publik dan administrasi surat-menyurat harus tetap berjalan maksimal,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan agar seluruh ASN yang melaksanakan WFH tetap responsif dan mudah dihubungi dalam koordinasi kerja. Kegiatan tersebut ditutup dengan pesan kepada para pejabat yang baru dilantik agar menjalankan amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta mampu bekerja secara responsif dan komunikatif dalam melayani masyarakat.

Bupati Kotim Tekankan Integritas dan Kepedulian Sosial saat Pengambilan Sumpah PNS Formasi 2024

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melaksanakan pengambilan sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) bagi CPNS Formasi Tahun Anggaran 2024 yang dirangkai dengan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS di lingkungan pemerintah daerah.

Dalam sambutan Bupati Kotawaringin Timur yang dibacakan oleh Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah  Ir. Bima Ekawardhana, MM, ditegaskan bahwa pengambilan sumpah/janji merupakan momen penting dan sakral dalam perjalanan karier seorang aparatur sipil negara. Sebanyak 212 CPNS resmi diambil sumpahnya sebagai PNS, menandai kesiapan mereka untuk mengabdi kepada negara dan masyarakat.

Bupati mengingatkan bahwa status PNS bukan sekadar jabatan, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan integritas, kejujuran, dan dedikasi tinggi demi kemajuan daerah serta pelayanan publik yang lebih baik.

Pada kesempatan yang sama, para peserta juga mengikuti sosialisasi pencegahan HIV/AIDS sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian aparatur terhadap isu kesehatan yang masih menjadi perhatian global.

Melalui kegiatan ini, Bupati berharap para PNS yang baru diambil sumpahnya dapat bekerja secara profesional, menjunjung tinggi loyalitas, serta aktif meningkatkan pengetahuan, termasuk dalam mendukung upaya pencegahan HIV/AIDS dan menghilangkan stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Dengan semangat pengabdian dan integritas yang kuat, diharapkan para PNS mampu berkontribusi dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, sehat, dan berdaya saing di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kotim Ikuti Advokasi Penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman 2026

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mengikuti kegiatan Advokasi Penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman Tahun 2026 yang dilaksanakan secara daring, Selasa (31/3/2026). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Pers Setda Kotim dan diikuti oleh berbagai pihak lintas sektor.

Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati Kotawaringin Timur, Wim R.K. Benung, serta melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai bentuk penguatan sinergi antarinstansi.

Advokasi ini bertujuan untuk meminimalkan risiko keracunan pangan di masyarakat melalui peningkatan pengawasan dan kesadaran terhadap keamanan pangan, termasuk memastikan makanan yang beredar aman serta tidak dalam kondisi kedaluwarsa.

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kualitas dan keamanan pangan di Kabupaten Kotawaringin Timur, demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan terlindungi.

Pemkab Kotim Dorong Penguatan UMKM dan Modernisasi Pasar untuk Serap Tenaga Kerja Lokal

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus berupaya memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus mendorong terciptanya lapangan kerja bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Kotawaringin Timur, Muslih, ST., M.AP, Senin (30/03/2026)

Muslih menegaskan bahwa berbagai program yang telah disampaikan pemerintah daerah merupakan komitmen nyata untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya melalui pengembangan UMKM.

“Pemerintah daerah memahami pentingnya penciptaan lapangan kerja serta dukungan bagi pelaku UMKM. Kami ingin menegaskan bahwa berbagai program yang disampaikan bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan komitmen yang terus kami upayakan untuk diwujudkan,” ujar Muslih.

Ia menjelaskan, sejumlah langkah konkret telah dilakukan pemerintah daerah, di antaranya pengembangan infrastruktur yang mendukung aktivitas UMKM, pelaksanaan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM pemula, serta pemberian akses pinjaman modal usaha bagi pelaku UMKM.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus mendorong kerja sama dengan investor guna membuka peluang lapangan kerja baru di Kabupaten Kotawaringin Timur. Upaya lainnya adalah pengembangan pasar tradisional menjadi pasar yang lebih modern dengan tetap melibatkan tenaga kerja lokal.

Meski demikian, Muslih mengakui bahwa masih terdapat berbagai tantangan dalam pengembangan UMKM dan penciptaan lapangan kerja di daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan terus meningkatkan berbagai program yang telah berjalan.

“Kami memahami bahwa masih banyak yang perlu dilakukan. Namun pemerintah daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya serta memantau dan mengevaluasi progres program-program tersebut, sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Musrenbang RKPD 2027 Kotim: Sinkronkan Perencanaan Pembangunan Daerah

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan RKPD Tahun 2027 sebagai forum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan program prioritas nasional dan Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (26/3/2026).

Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor dalam sambutannya menegaskan bahwa Musrenbang merupakan momentum penting untuk menyerap aspirasi masyarakat serta memastikan program pembangunan yang disusun benar-benar tepat sasaran dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, Kotawaringin Timur memiliki potensi besar di sektor perkebunan, pertanian, perikanan, serta perdagangan dan jasa. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan pembangunan seperti pemerataan infrastruktur, peningkatan layanan dasar, penanganan kawasan kumuh dan rumah tidak layak huni, hingga peningkatan daya saing ekonomi masyarakat.

Untuk itu, penyusunan RKPD 2027 diarahkan lebih adaptif dengan mempertimbangkan keterbatasan fiskal daerah, sehingga program yang diprioritaskan harus benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Beberapa fokus pembangunan yang menjadi perhatian meliputi sinkronisasi perencanaan dari tingkat desa hingga nasional, pembangunan infrastruktur dasar, pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi daerah.

Adapun target pembangunan Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2027 antara lain pertumbuhan ekonomi 5,28 persen, tingkat kemiskinan 4,06 persen, tingkat pengangguran terbuka 3,98 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 77,78, rasio gini ≤0,28, serta Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 71,49.

Melalui Musrenbang ini diharapkan terbangun kesepakatan bersama dalam penyusunan RKPD 2027 sehingga program pembangunan yang direncanakan dapat dilaksanakan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Open House Idul Fitri 1447 H di Rumah Jabatan, Bupati Kotim Sambut Silaturahmi Masyarakat

Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor bersama keluarga menggelar kegiatan open house Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Rumah Jabatan Bupati Kotawaringin Timur, Sabtu (21/3/2026). Kegiatan ini menjadi momen silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat serta berbagai unsur di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai kalangan mulai berdatangan ke rumah jabatan untuk bersilaturahmi secara langsung dengan Bupati dan keluarga. Turut hadir dalam kegiatan tersebut para tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi kemasyarakatan, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur.

Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para tamu disambut langsung oleh Bupati Halikinnor beserta keluarga, sekaligus saling bermaafan dalam suasana Idul Fitri yang sarat dengan nilai kebersamaan dan persaudaraan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Halikinnor menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada seluruh masyarakat Kotawaringin Timur. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, momentum Idul Fitri tidak hanya menjadi waktu untuk saling memaafkan, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat sebagai mitra dalam membangun daerah.

Melalui kegiatan open house ini diharapkan terjalin komunikasi yang semakin baik antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai silaturahmi yang menjadi bagian penting dalam perayaan Idul Fitri.

Malam Takbiran Bergema di Kotim! 80 Peserta Ramaikan Pawai Sambut Idul Fitri 1447 H

Sebanyak 80 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan Pawai Takbiran dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Kotawaringin Timur. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari instansi pemerintah, sekolah, hingga pondok pesantren yang bersama-sama memeriahkan malam kemenangan dengan penuh kebersamaan dan syiar Islam.

Pawai takbiran berlangsung meriah dengan lantunan takbir yang menggema, menciptakan suasana religius sekaligus semarak di sepanjang rute yang dilalui peserta. Antusiasme masyarakat juga terlihat tinggi dengan turut menyaksikan jalannya pawai.

Dalam sambutannya, Bupati Kotawaringin Timur menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat yang merayakan.

“Atas nama Pemerintah Daerah, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya, Sabtu (20/03/2026).

Bupati juga mengingatkan seluruh peserta agar tetap mengutamakan keselamatan selama kegiatan berlangsung. Ia mengimbau peserta untuk berhati-hati di jalan, mematuhi peraturan lalu lintas, serta mengikuti arahan panitia demi kelancaran dan keamanan bersama.

Selain itu, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi serta kepada panitia yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan baik,” tambahnya.

Pawai takbiran ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antarwarga, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menambah kemeriahan malam Idul Fitri di Kotawaringin Timur.

Gubernur Kalteng Hadiri Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama di Sampit, Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menghadiri kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar di Masjid Agung Wahyu Al Hadi Islamic Center, Senin (16/03/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Gubernur di Kabupaten Kotawaringin Timur selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Selain sebagai agenda keagamaan, momen ini dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor dan Wakil Bupati Irawati, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, serta pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Suasana kebersamaan terlihat hangat saat para undangan mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari silaturahmi hingga buka puasa bersama. Momentum Ramadan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin solid antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, serta kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Tengah.

Selain itu, kehadiran Gubernur di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan semangat dan mempererat kedekatan antara pemerintah dan warga, khususnya dalam suasana penuh keberkahan di bulan Ramadan.

Pantau Langsung Arus Mudik, Gubernur Kalteng Sapa Pemudik di Kapal hingga Cek Bandara Sampit

Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran turun langsung memantau kesiapan arus mudik di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin (16/3/2026).

Didampingi Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor dan jajaran terkait, kunjungan kerja ini difokuskan pada peninjauan sarana dan prasarana transportasi guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat yang hendak pulang kampung.

Peninjauan diawali di Bandara H. Asan Sampit. Di lokasi ini, Gubernur mengecek langsung fasilitas pelayanan penumpang, mulai dari ruang tunggu hingga kesiapan operasional penerbangan. Momen ini menjadi perhatian, mengingat transportasi udara menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk mudik cepat dan nyaman.

Rombongan kemudian bergerak menuju Pelabuhan Sampit yang tampak mulai dipadati calon penumpang. Seperti yang kerap terlihat dalam liputan arus mudik di berbagai daerah, suasana pelabuhan dipenuhi aktivitas warga yang membawa barang bawaan, antre tiket, hingga menunggu jadwal keberangkatan kapal.

Menariknya, dalam momen yang jarang terjadi, Gubernur Agustiar Sabran naik langsung ke atas kapal untuk menyapa para pemudik. Ia berdialog santai dengan warga, menanyakan kondisi perjalanan hingga memastikan fasilitas yang mereka terima sudah memadai.

“Di sini dalam rangka kunjungan kerja peninjauan arus mudik beserta sarana dan prasarana, kami ingin memastikan masyarakat bisa mudik dengan aman dan lancar, sehingga selamat sampai tujuan,” ujarnya di sela peninjauan.

Suasana hangat pun tercipta, dengan sejumlah pemudik tampak antusias berinteraksi langsung dengan Gubernur. Momen ini menjadi gambaran kedekatan pemimpin daerah dengan masyarakat di tengah situasi padatnya arus mudik—sebuah potret yang juga sering mewarnai pemberitaan mudik di berbagai wilayah Indonesia.

Gubernur juga menegaskan pentingnya kesiapsiagaan petugas di lapangan, baik di bandara maupun pelabuhan. Ia meminta seluruh pihak terkait untuk memberikan pelayanan maksimal guna mengantisipasi lonjakan penumpang pada puncak arus mudik.

Tak hanya fokus pada aspek transportasi, kunjungan kerja ini juga dirangkaikan dengan agenda sosial. Gubernur dijadwalkan menghadiri kegiatan pasar murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Lebaran.

Selain itu, sejumlah bantuan juga akan disalurkan kepada masyarakat, di antaranya program Huma Betang Sejahtera serta Bantuan Presiden (Banpres) bagi warga yang telah terdata sebagai penerima manfaat.

Melalui kunjungan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya dapat mudik dengan aman dan nyaman, tetapi juga tetap terbantu secara ekonomi dalam menghadapi kebutuhan menjelang hari raya.

Jelang Lebaran, Warga Sampit Serbu Bantuan! Dari Sembako Murah hingga Cek Kesehatan Gratis

Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menghadirkan berbagai program bantuan strategis yang langsung dirasakan masyarakat. Bertempat di Museum Kayu Sampit, Senin (16/3/2026), Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran memimpin langsung kegiatan penyaluran bantuan pangan, pasar murah, hingga layanan kesehatan gratis.

Kegiatan ini menjadi salah satu momen yang paling dinantikan warga, terutama menjelang hari raya ketika kebutuhan rumah tangga meningkat. Sejak pagi, masyarakat tampak antusias memadati lokasi untuk mendapatkan paket sembako bersubsidi dan memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang disediakan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat pusat dan daerah, di antaranya Anggota Komisi V DPR RI Syauqie, Pangdam XXII/Tambun Bungai Zainul Arifin, Kapolda Kalimantan Tengah Irwan Kurniawan, Danrem Panju Panjung, serta Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Leonard S. Ampung menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan Forkopimda dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok menjelang Idulfitri.

Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah penyaluran bantuan pangan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Untuk wilayah Kalimantan Tengah, bantuan tersebut menyasar sebanyak 205.140 penerima, dengan 37.754 paket dialokasikan khusus bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur.

Setiap paket bantuan berisi 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng, yang diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat menjelang hari raya.

Tak hanya itu, program Gerakan Pangan Murah dan Pasar Murah juga menjadi daya tarik utama. Dalam program ini, pemerintah memberikan subsidi besar sehingga masyarakat cukup membayar Rp10.000 untuk paket sembako dengan nilai asli mencapai Rp147.000. Berbagai komoditas disediakan, mulai dari 15 ton beras premium, bawang merah, bawang putih, telur ayam, hingga ikan segar dengan harga terjangkau.

Di sisi lain, perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat juga diwujudkan melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera. Sebanyak 28.492 keluarga penerima manfaat di Kotawaringin Timur menerima bantuan tunai sebesar Rp250.000.

Menariknya, di lokasi kegiatan masyarakat juga dapat menikmati layanan pemeriksaan kesehatan gratis, seperti pengecekan tekanan darah dan kolesterol, serta pemberian obat bagi yang membutuhkan. Banyak warga memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi langsung dengan tenaga medis.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap dapat meringankan beban masyarakat, menjaga daya beli, serta menekan laju inflasi menjelang Hari Raya Idulfitri. Selain itu, kehadiran langsung pimpinan daerah di tengah masyarakat menjadi simbol komitmen pemerintah dalam memastikan kesejahteraan warga menjelang momen hari besar keagamaan.

Perubahan Jadwal Pelaksanaan Verifikasi Faktual Media Massa Dengan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2026

Perubahan Jadwal Pelaksanaan Verifikasi Faktual Media Massa Dengan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2026

Pelaksanaan Verifikasi Faktual kepada Perusahaan Pers/Media Massa yang telah melalui verifikasi berkas pada aplikasi SIADIK serta dinyatakan memenuhi syarat dan ketentuan. Pelaksanaan verifikasi faktual yang sebelumnya dijadwalkan pada tanggal 09 Maret sampai dengan 17 Maret 2026, diubah menjadi tanggal 30 Maret sampai dengan 11 April 2026, Surat pemberitahuan dan jadwal verifikasi faktual akan disampaikan kepada masing-masing Perusahaan Pers/Media Massa.

 

Detail informasi dapat dilihat pada link ini

 

 

 

Wings Air Hadir di Sampit, Buka Akses Baru Surabaya, Banjarmasin hingga Palangka Raya

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menyambut penerbangan perdana maskapai Wings Air di Bandara H. Asan Sampit pada Selasa, 10 Maret 2026. Penyambutan ini ditandai dengan prosesi water salute, sebagai simbol dukungan terhadap peningkatan konektivitas transportasi udara di wilayah Kotawaringin Timur.

Acara penyambutan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, S.H., M.M., bersama sejumlah pejabat daerah, pihak bandara, serta perwakilan maskapai.

Kehadiran Wings Air di Bandara H. Asan Sampit membuka beberapa rute penerbangan baru yang diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Adapun rute yang dilayani yaitu Surabaya – Sampit – Surabaya (SUB–SMQ–SUB), Banjarmasin – Sampit – Banjarmasin (BDJ–SMQ–BDJ), serta Palangkaraya – Sampit – Pangkalan Bun (PKY–SMQ–PKN).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Halikinnor menyampaikan bahwa hadirnya Wings Air tentu akan sangat membantu masyarakat, khususnya dalam mempermudah perjalanan antar daerah. Ia juga menambahkan bahwa kehadiran maskapai ini sangat tepat, mengingat saat ini masyarakat mulai bersiap menghadapi musim mudik.

“Dengan adanya maskapai Wings Air ini tentunya sangat memudahkan warga untuk bepergian, apalagi saat ini sudah mendekati masa mudik,” ujarnya.

Bupati juga berharap ke depan akan semakin banyak maskapai yang membuka rute penerbangan di Bandara H. Asan Sampit. Menurutnya, pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan operasional bandara sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan transportasi udara di Kotawaringin Timur.

“Kami berharap maskapai lain juga bisa masuk. Untuk saat ini kita terus melihat perkembangan bandara dan potensi pengembangannya,” tambahnya.

Dengan dibukanya rute penerbangan baru ini, diharapkan konektivitas Kotawaringin Timur dengan berbagai daerah di Kalimantan maupun luar pulau semakin meningkat, sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi, pariwisata, dan mobilitas masyarakat.

Pemerintah Jelaskan Alasan Penundaan Akses Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun

Jakarta, 9 Maret 2026 – Pemerintah menunda akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun sebagai langkah perlindungan dari berbagai risiko di ruang digital, mulai dari kecanduan gawai hingga paparan konten berbahaya.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan kebijakan ini bukan bertujuan melarang anak menggunakan teknologi, melainkan memastikan mereka memiliki kesiapan mental dan psikologis sebelum memasuki ruang media sosial yang kompleks.

“Usia yang dinilai paling tepat untuk mulai mengakses media sosial adalah sekitar 16 tahun. Ini bukan keputusan sepihak pemerintah, tetapi hasil diskusi panjang dengan para psikolog, pemerhati tumbuh kembang anak, serta berbagai penelitian mengenai dampak media sosial terhadap perkembangan anak,” ujar Meutya dalam kegiatan Kelas Digital Sahabat Tunas: Tunggu Anak Siap di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Menurut Meutya, pemerintah menerima banyak masukan dari masyarakat mengenai meningkatnya risiko penggunaan media sosial bagi anak. Risiko tersebut mencakup kecanduan digital, paparan konten negatif, perundungan siber, hingga penipuan daring yang kerap menyasar pengguna usia muda.

“Pemerintah hadir agar orang tua tidak lagi bertarung sendirian menghadapi kekuatan algoritma,” katanya.

Ia menambahkan perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI) juga memperbesar tantangan di ruang digital karena memungkinkan manipulasi konten yang semakin sulit dibedakan dari informasi asli.

“Dengan perkembangan AI, konten digital akan makin sulit dibedakan antara yang asli dan yang dimanipulasi. Anak-anak tentu akan semakin kesulitan memilah mana informasi yang benar dan mana yang tidak,” jelasnya.

Melalui kebijakan “Tunggu Anak Siap”, pemerintah menekankan bahwa akses penuh ke media sosial sebaiknya diberikan secara bertahap sesuai kesiapan anak.

Dukungan dari Kalangan Pendidikan

Pendiri Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan Najeela Shihab menilai kebijakan dalam PP Tunas merupakan langkah penting untuk memperkuat pelindungan anak di era digital.

Menurutnya, regulasi tersebut lahir dari proses panjang yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari peneliti, pemerhati pendidikan, hingga komunitas pelindungan anak.

“Yang diatur bukan penggunaan teknologi secara keseluruhan. Anak-anak tetap bisa menggunakan internet untuk belajar atau berkreasi. Yang dibatasi adalah platform dengan risiko tinggi seperti media sosial atau permainan daring tertentu,” ujar Najeela.

Berbagai penelitian, lanjutnya, menunjukkan penggunaan media sosial yang berlebihan dapat berdampak pada meningkatnya kecanduan gawai, kekerasan daring, hingga menurunnya konsentrasi belajar.

Suara Pelajar

Salah seorang siswa SMAN 3 Jakarta, Yasser Baihaqi Balny, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan penundaan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.

Menurutnya, banyak pelajar seusianya mulai terpapar konten yang tidak sesuai ketika menggunakan media sosial.

“Kadang muncul juga konten yang sebenarnya tidak pantas dilihat oleh anak di bawah 16 tahun. Karena itu menurut saya aturan ini memang perlu diterapkan,” ujarnya.

Yasser menilai kebijakan tersebut bukan untuk membatasi kebebasan anak, tetapi sebagai bentuk perlindungan agar generasi muda dapat menggunakan teknologi secara lebih sehat.

“Kalau melihat pengalaman sendiri dan teman-teman di sekitar, aturan ini sebenarnya sangat positif,” katanya.

Dalam kegiatan Kelas Digital Sahabat Tunas, sekitar 500 pelajar tingkat SMP hingga SMA hadir untuk berdiskusi mengenai keamanan digital dan penggunaan teknologi secara sehat.

Menkomdigi juga mengajak para pelajar menjadi “Duta Tunas” di sekolah dan lingkungan keluarga guna menyebarkan pesan penggunaan teknologi yang lebih bijak.

Turut hadir mendampingi Menkomdigi, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital Fifi Aleyda Yahya.

Lepas PNS Purna Tugas, Bupati Kotim : Pengabdian Tak Pernah Benar-Benar Berakhir

Suasana hangat dan penuh haru mewarnai acara pelepasan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memasuki masa purna tugas terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Maret dan 1 April 2026 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim). Kegiatan tersebut digelar secara khidmat di Aula Rumah Jabatan Bupati Kotawaringin Timur.

Bupati Kotawaringin Timur, H. Halikinnor,SH.,M.M, hadir langsung dan menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi serta pengabdian para PNS yang telah puluhan tahun mengabdikan diri dalam pemerintahan dan pelayanan publik.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa masa purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari perjalanan baru yang tetap sarat makna.

“Purna tugas ini bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari babak baru dalam kehidupan Bapak dan Ibu. Pengalaman, semangat, dan keteladanan yang telah ditorehkan akan selalu menjadi inspirasi bagi kami yang masih melanjutkan tugas,” ujar Halikinnor,Jum,at (27/02/2026).

Ia juga mengajak seluruh hadirin menjadikan momentum tersebut sebagai refleksi bahwa pengabdian sejati tidak berhenti ketika jabatan berakhir, tetapi terus hidup melalui karya, nilai, dan kontribusi di tengah masyarakat.

Acara berlangsung penuh keakraban, diiringi ungkapan terima kasih serta pemberian penghargaan sebagai simbol penghormatan atas loyalitas, integritas, dan dedikasi para PNS purna tugas dalam mendukung roda pemerintahan dan pembangunan daerah.

Momentum pelepasan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Kotim untuk menghargai setiap pengabdian aparatur sipil negara sebagai bagian penting dari perjalanan pembangunan Kabupaten Kotawaringin Timur. Diharapkan, silaturahmi tetap terjaga dan semangat pengabdian terus berlanjut, meski masa tugas formal telah usai.