Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Author: pskp

Bupati Kotim Dorong Penguatan Karakter dan Cinta Budaya Sejak Usia Dini

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus mendorong penguatan karakter dan kecintaan terhadap budaya daerah sejak usia dini melalui Gebyar PAUD dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, yang dirangkai dengan peluncuran buku Aku Cinta Budaya Dayak di Atrium Citimall Sampit, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor, S.H., M.M. dan diikuti ratusan anak PAUD dari berbagai sekolah di Kotim. Bupati mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang menyenangkan dan membangun karakter anak.

Salah satu kegiatan yang digelar adalah lomba mewarnai kipas yang diikuti 510 peserta anak TK se-Kotawaringin Timur. Selain menjadi wadah kreativitas, kegiatan ini juga mengenalkan unsur budaya lokal kepada anak melalui aktivitas yang menyenangkan.

Penguatan kecintaan terhadap budaya daerah turut diwujudkan melalui peluncuran buku Aku Cinta Budaya Dayak karya Ermawati, SE., M.Pd. Buku tersebut memperkenalkan budaya Dayak dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Dayak, dan Inggris, serta dilengkapi QR Code untuk mendukung pembelajaran interaktif.

Pemkab Kotim menilai pengenalan budaya sejak dini penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya kreatif dan percaya diri, tetapi juga memiliki karakter serta kebanggaan terhadap identitas daerah.

Melalui sinergi pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, Gebyar PAUD diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama menyiapkan generasi Kotawaringin Timur yang berkarakter, kreatif, dan mencintai budaya daerah.

Sinergi Purnabakti dan Generasi Muda, Pemkab Kotim Dorong PWRI Jadi Inspirasi Pembangunan Daerah

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) terus mendorong peran aktif para purnabakti dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus menjadi sumber inspirasi dan pembimbing bagi generasi muda.

Komitmen tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Kotawaringin Timur, Wim R.K. Benung, saat membacakan sambutan tertulis Bupati Kotim pada Acara Syukuran Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Tahun 2026, Kamis (20/8). Kegiatan berlangsung di Cafe Atlas, Jalan S. Parman, Sampit.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Wim, disampaikan bahwa pengalaman, pengetahuan, serta keteladanan yang dimiliki para anggota PWRI merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi kemajuan daerah.

Masa purnabakti, lanjutnya, bukan berarti berakhirnya pengabdian. Para wredatama tetap memiliki ruang untuk berkontribusi melalui pemikiran, pengalaman, nasihat, dan keteladanan kepada masyarakat maupun generasi penerus.

“Masa purna bakti tetap menjadi masa yang produktif, sejahtera, dan bermartabat. Pengalaman para wredatama sangat dibutuhkan untuk menjadi sumber inspirasi, memberikan nasihat, serta membimbing generasi muda agar memiliki karakter, integritas, dan semangat membangun daerah,” ujar Wim saat membacakan sambutan Bupati.

Mengusung tema “Satu Tekad, Satu Jiwa, Memperkokoh Solidaritas Wredatama Demi Kesejahteraan Bersama”, peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sekaligus memperluas kontribusi PWRI dalam pembangunan.

Pemkab Kotim berharap PWRI dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah, terutama melalui penyampaian pemikiran, pengalaman, dan masukan konstruktif dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Sinergi antara pemerintah, para purnabakti, generasi muda, dan seluruh elemen masyarakat dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan. Pengalaman generasi terdahulu dapat menjadi pijakan, sementara energi dan inovasi generasi muda menjadi kekuatan untuk membawa daerah menuju masa depan yang lebih baik.

Selain memperkuat solidaritas antaranggota, kegiatan syukuran ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara PWRI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Semangat kebersamaan dan gotong royong diharapkan terus tumbuh sebagai kekuatan bersama dalam mewujudkan Kotawaringin Timur yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.

Bupati Kotim Pantau Posko Karhutla

Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang semakin parah mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor, S.H., M.M., turun langsung memantau Pos Jaga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Selasa (18/8/2026).

 

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh unsur yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Karhutla berada dalam kondisi siap menghadapi potensi maupun kejadian karhutla di lapangan.

Bupati Halikinnor melihat langsung kondisi posko serta kesiapan personel yang melaksanakan tugas jaga, termasuk perwakilan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Ia didampingi Wakil Koordinator III Satgas Karhutla Rihel dan Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam.

Menurut Bupati, meningkatnya kondisi karhutla membutuhkan kesiapsiagaan yang lebih kuat, terutama dalam melakukan pemantauan, pencegahan, deteksi dini, hingga respons cepat apabila terjadi kebakaran.

“Kita akan terus memantau dan melihat kesiapan dari petugas jaga, termasuk perwakilan dari OPD,” ujar Halikinnor.

Ia menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan petugas yang berada di lapangan. Keterbatasan jumlah personel menjadi salah satu tantangan, sehingga keterlibatan seluruh unsur dan peran aktif masyarakat sangat diperlukan.

“Saya minta masyarakat juga peka terhadap masalah karhutla ini. Personel kita terbatas. Namanya bencana alam, kita agak sulit menanggulanginya, tetapi setidaknya kita bisa mencegah dan mengurangi risikonya,” tegasnya.

Bupati juga meminta seluruh jajaran terkait untuk meningkatkan koordinasi dan kewaspadaan. Pemerintah daerah bersama BPBD, Satgas Karhutla, OPD, aparat, serta masyarakat harus bergerak secara terpadu agar setiap potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Kesiapsiagaan tersebut menjadi semakin penting di tengah kondisi karhutla yang terus berkembang. Selain penanganan ketika kebakaran terjadi, upaya pencegahan harus menjadi prioritas untuk menghindari meluasnya titik api dan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan maupun masyarakat.

Melalui pemantauan langsung ke Pos Jaga BPBD, Bupati memastikan kesiapan personel dan koordinasi lintas sektor terus berjalan. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.

Dengan sinergi dan kepedulian seluruh pihak, potensi karhutla di Kotim diharapkan dapat ditekan dan ditangani secara cepat, sehingga dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan.

 

Silaturahmi Kebangsaan HUT RI ke-81, Bupati Kotim Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menggelar Silaturahmi Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Futsal Indoor, Kompleks Stadion 29 November Sampit, Minggu (17/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor, SH., MM., Wakil Bupati Kotawaringin Timur, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, pimpinan instansi vertikal, jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, veteran dan pejuang kemerdekaan, Paskibraka, pimpinan dunia usaha, serta masyarakat Kotawaringin Timur.

Pada kesempatan tersebut, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada satuan organisasi vertikal dan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kinerja dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan daerah.

Penghargaan juga diberikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur atas dedikasi dan pengabdian dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, turut dilaksanakan penyerahan remisi kepada warga binaan pemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemberian remisi menjadi bagian dari momentum peringatan kemerdekaan sekaligus bentuk penghargaan atas pembinaan dan perubahan perilaku warga binaan selama menjalani masa pidana.

Dalam sambutannya, Bupati Halikinnor mengatakan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga meneguhkan tanggung jawab bersama dalam melanjutkan perjuangan melalui kerja nyata.

Menurutnya, mengisi kemerdekaan saat ini dilakukan dengan membangun daerah, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjaga persatuan, melindungi lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban di Kotawaringin Timur. Ia mengingatkan pentingnya mencegah konflik, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah persatuan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyoroti sejumlah tantangan pembangunan daerah, mulai dari peningkatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, perekonomian masyarakat hingga perluasan kesempatan bagi generasi muda. Pembangunan juga diharapkan terus menjangkau desa-desa dan wilayah pelosok agar masyarakat merasakan perubahan yang nyata.

Bupati juga mengajak seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesiapsiagaan pemerintah, dukungan dunia usaha, peran tokoh masyarakat, kepedulian generasi muda, serta kesadaran seluruh masyarakat.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan pentingnya semangat Habaring Hurung sebagai jati diri masyarakat Kotawaringin Timur. Semangat tersebut menjadi kekuatan untuk saling membantu, menguatkan, dan bekerja bersama dalam mencapai tujuan pembangunan daerah.

“Kita boleh berbeda suku, agama, budaya, dan latar belakang. Tetapi kita memiliki rumah yang sama yaitu Kotawaringin Timur,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum memperkuat tekad dan kebersamaan, menjaga lingkungan, mencegah karhutla, serta bersama-sama mewujudkan pembangunan yang membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

“Mari kita terus bergerak, mari kita terus berkarya, mari kita terus menjaga persatuan. Mari kita jaga Kotawaringin Timur,” pungkasnya.

Upacara HUT RI ke-81, Momentum Memperkuat Semangat Membangun Kotim

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menggelar Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Stadion 29 November Sampit, Senin (17/8/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor, SH., MM. bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati, S.Pd., M.AP., jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, TNI-Polri, ASN, pelajar, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat.

Rangkaian upacara ditandai dengan pengibaran Bendera Merah Putih oleh Paskibraka Kabupaten Kotawaringin Timur. Prosesi berlangsung tertib dan penuh penghormatan sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa para pahlawan serta perjuangan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Bupati Halikinnor mengatakan, peringatan HUT Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk memperkuat semangat bersama dalam melanjutkan perjuangan melalui pembangunan daerah.

Menurutnya, pembangunan Kotawaringin Timur membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dengan mengedepankan semangat gotong royong, persatuan, dan kerja nyata.

“Perjuangan kita hari ini adalah bekerja dan berkarya untuk membangun daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Halikinnor.

Ia mengajak seluruh masyarakat Kotawaringin Timur untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan serta bersama-sama mengisi kemerdekaan dengan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan daerah dan bangsa.

Apel Kehormatan dan Renungan Suci HUT RI ke-81 di TMP Batarung

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Batarung, Jalan Jenderal Sudirman Km 8 Sampit, Minggu (16/8/2026) menjelang tengah malam.

Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor, SH., MM. hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kotim. Kehadiran tersebut menjadi wujud penghormatan dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan bangsa dan negara.

Apel Kehormatan dan Renungan Suci berlangsung dalam suasana hening, khidmat, dan penuh penghormatan. Cahaya obor yang menerangi kawasan makam semakin menambah suasana sakral dalam prosesi penghormatan kepada para pahlawan.

Seluruh peserta mengikuti rangkaian prosesi dengan penuh kesungguhan hingga tepat pukul 00.00 WIB, sebagai bagian dari tradisi dalam memperingati detik-detik Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengenang jasa para pahlawan sekaligus meneruskan nilai-nilai perjuangan melalui pengabdian, persatuan, gotong royong, dan kerja nyata bagi kemajuan daerah serta bangsa Indonesia.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh generasi penerus agar senantiasa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta mengisi kemerdekaan dengan pembangunan dan karya terbaik.

70 Paskibraka Kotim Siap Kibarkan Sang Merah Putih pada HUT Kemerdekaan RI ke-81

Sebanyak 70 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) siap menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Kesiapan tersebut ditandai dengan pengukuhan Paskibraka Kotim oleh Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor pada Minggu (16/8/2026), di Gedung Futsal/Tennis Indoor Stadion 29 November Sampit. Pengukuhan turut dihadiri Wakil Bupati Kotim Irawati, Ketua DPRD Kotim Rimbun, unsur Forkopimda, serta para pelatih dan pembina Paskibraka.

Dari 70 anggota Paskibraka yang dikukuhkan, terdiri atas 43 putra dan 27 putri. Mereka telah menjalani rangkaian pembinaan dan latihan sebagai persiapan untuk melaksanakan tugas negara dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Bupati Halikinnor berpesan agar seluruh anggota Paskibraka menjaga kesehatan, kedisiplinan, konsentrasi dan kekompakan. Menurutnya, tugas mengibarkan bendera Merah Putih bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan amanah dan kehormatan bagi generasi muda untuk mengambil bagian dalam momentum bersejarah bangsa.

“Ini tugas yang berat, tetapi juga tugas yang mulia. Kita doakan mudah-mudahan seluruh anggota diberikan kesehatan dan dapat menjalankan tugas dengan baik, lancar dan khidmat,” ujar Halikinnor.

Ia juga mengingatkan para anggota Paskibraka agar tetap fokus dan menjaga kondisi hingga pelaksanaan upacara. Kesiapan fisik dan mental menjadi bagian penting agar seluruh rangkaian pengibaran Sang Merah Putih dapat terlaksana secara tertib dan sempurna.

Pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur dijadwalkan berlangsung di Lapangan Sepak Bola Stadion 29 November Sampit. Setelah dikukuhkan, seluruh anggota Paskibraka secara resmi mengemban amanah untuk melaksanakan tugas pengibaran bendera Merah Putih pada upacara tersebut.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka, pelatih, pembina, serta pihak-pihak yang telah mendukung proses pembinaan dan persiapan. Semangat, disiplin dan kekompakan para generasi muda tersebut diharapkan menjadi teladan dalam mengisi kemerdekaan dengan prestasi dan pengabdian.

Melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemkab Kotim juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat persatuan, menjaga semangat gotong royong dan bersama-sama mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata demi kemajuan Kabupaten Kotawaringin Timur.

 

Diskominfo Kotim Dorong Penguatan Pengawasan Anak di Ruang Digital

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mendorong penguatan pengawasan dan pendampingan terhadap anak di ruang digital menyusul temuan Densus 88 Antiteror Polri mengenai adanya anak usia sekolah di Kotim yang terpapar paham kekerasan melalui interaksi di dunia maya.

Hal tersebut disampaikan dalam kunjungan Komandan Tim Identifikasi dan Sosialisasi (Idensos) serta Pencegahan Densus 88, Iptu Ganjar Satrio, ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa (11/8/2026).

Iptu Ganjar menjelaskan, ruang digital dan permainan daring dapat dimanfaatkan pihak tertentu sebagai pintu masuk untuk membangun komunikasi dengan anak. Interaksi yang awalnya berlangsung melalui permainan atau media sosial dapat berlanjut ke platform komunikasi lain dan secara bertahap memengaruhi pola pikir anak.

Karena itu, penanganan tidak cukup dilakukan melalui intervensi sesaat. Diperlukan pendampingan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak sesuai tugas dan kewenangannya, termasuk pemerintah daerah, kepolisian, dunia pendidikan, DP3AP2KB, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, MUI, serta Kementerian Agama.

Kepala Diskominfo Kabupaten Kotawaringin Timur Cok Orda Putra Legawa menegaskan bahwa pencegahan menjadi tanggung jawab bersama, terutama keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat.

“Kita semestinya mulai sekarang lebih aware dan peduli terhadap anak-anak dan lingkungan kita, sehingga peristiwa atau kejadian ini dapat kita tekan dan minimalisir,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital memberikan banyak manfaat bagi anak, namun juga perlu diimbangi dengan literasi digital, pengawasan dan pendampingan yang tepat. Orang tua diharapkan mengetahui aktivitas digital anak, membangun komunikasi terbuka, serta memberikan pemahaman mengenai cara berinteraksi secara aman di internet.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga mendorong sekolah dan masyarakat untuk meningkatkan edukasi mengenai keamanan digital, mengenali potensi paparan konten kekerasan, serta segera berkoordinasi dengan pihak terkait apabila menemukan indikasi yang mengkhawatirkan.

Sinergi pemerintah daerah, aparat keamanan, keluarga, sekolah dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan ruang digital yang lebih aman sekaligus melindungi anak-anak Kotawaringin Timur dari berbagai bentuk pengaruh negatif di dunia maya.

Bupati Halikinnor Instruksikan Camat, Lurah, dan Kades Siaga Cegah Karhutla di Wilayah Masing-Masing

Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, menginstruksikan seluruh camat, lurah dan kepala desa (kades) untuk standby di wilayah masing-masing serta memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Instruksi tersebut disampaikan menyusul meningkatnya intensitas karhutla di sejumlah wilayah Kabupaten Kotim. Kondisi tersebut mulai menimbulkan kabut asap yang berpotensi mengganggu kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta aktivitas sosial dan ekonomi.

“Camat, lurah dan kepala desa, saya minta standby di wilayah masing-masing. Lakukan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat, terutama di daerah yang rawan terjadi karhutla,” kata Halikinnor, Senin (10/8/2026).

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan Kekeringan terhitung sejak 30 Juli hingga 26 Agustus 2026.

Dalam kondisi tersebut, Halikinnor meminta seluruh jajaran pemerintah di tingkat wilayah untuk tidak meninggalkan tempat tugas dan meningkatkan pemantauan terhadap potensi karhutla. Pemerintah wilayah diminta lebih aktif melakukan pencegahan dan tidak hanya menunggu laporan ketika kebakaran sudah terjadi.

“Camat saya minta berkoordinasi dengan seluruh kades, agar bisa lebih aktif dalam mencegah hingga menanggulangi karhutla,” tegasnya.

Menurut Halikinnor, keberadaan aparatur pemerintah di wilayah sangat penting untuk memastikan setiap potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin. Langkah cepat diperlukan agar api tidak berkembang dan meluas, terutama pada wilayah yang memiliki lahan gambut.

Apabila ditemukan titik api, camat, lurah dan kades diminta segera berkoordinasi dengan unsur penanggulangan karhutla untuk melakukan penanganan dan pemadaman.

“Kalau ada titik api segera ditangani. Jangan sampai api kecil dibiarkan kemudian membesar. Apalagi jika kebakaran terjadi di lahan gambut, itu akan sangat sulit untuk dipadamkan,” tuturnya.

Selain memperkuat pemantauan, Halikinnor juga meminta jajaran pemerintah wilayah meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat. Warga diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan.

“Jangan sampai masyarakat melakukan pembakaran lahan. Kita harus bersama-sama mencegah agar karhutla tidak semakin meluas,” ujarnya.

Halikinnor menilai kondisi cuaca yang kering membuat potensi muncul dan meluasnya api semakin tinggi. Karena itu, upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan personel Satuan Tugas (Satgas) Karhutla, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh jajaran pemerintah wilayah dan masyarakat.

Terlebih, dampak karhutla mulai dirasakan masyarakat dengan munculnya kabut asap di sejumlah wilayah. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kabut asap dapat menurunkan kualitas udara dan berdampak terhadap kesehatan serta berbagai sektor lainnya.
“Ini bukan hanya persoalan kebakaran, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat. Kalau sudah muncul kabut asap pekat, dampaknya akan lebih luas, tidak hanya terhadap lingkungan dan kesehatan, tapi juga transportasi, pendidikan hingga perekonomian daerah secara umum,” jelasnya.

Dengan status tanggap darurat yang masih berlangsung, Bupati Halikinnor menegaskan agar seluruh jajaran pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan dan tidak menganggap remeh setiap kemunculan titik api.

“Jangan menunggu sampai besar. Kalau ada indikasi kebakaran, segera lakukan penanganan. Semua harus bergerak bersama,” tegas Halikinnor.

Pemkab Kotim Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mengikuti secara daring Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Peningkatan Eskalasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026, Senin (10/8/2026).

Kegiatan yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) RI Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago tersebut diikuti untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan Karhutla di tengah kondisi cuaca kering akibat fenomena El Nino.

Di Kabupaten Kotawaringin Timur, Rakor dihadiri Wakil Bupati Kotim Irawati, S.Pd., M.A.P., didampingi Sekretaris Daerah Kotim Umar Kaderi, Kepala Pelaksana BPBD Kotim, unsur Forkopimda, tim Karhutla, serta perangkat daerah terkait.

Dalam Rakor, pemerintah pusat menekankan pentingnya pencegahan dan kesiapsiagaan sejak dini melalui penguatan Satgas Darat dan Udara, patroli, pemadaman, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyampaikan bahwa Pemprov Kalteng terus memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Sekitar 10.700 personel dari berbagai unsur telah disiapkan untuk mendukung penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah.

Pemkab Kotim berkomitmen menindaklanjuti arahan tersebut dengan memperkuat pemantauan wilayah, deteksi dini, kesiapan personel dan peralatan, serta koordinasi lintas sektor. Pemerintah kecamatan, kelurahan, dan desa juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan setiap potensi Karhutla.

Upaya pencegahan juga terus didorong melalui edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya pembukaan dan pembersihan lahan dengan cara membakar.

Bupati Kotim Pastikan Kesiapan Penanganan Tanggap Darurat Karhutla dan Kekeringan

Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor, SH., MM. meninjau langsung Posko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu (8/8/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi dan merespons potensi kejadian Karhutla serta dampak kekeringan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Halikinnor memberikan arahan terkait pelaksanaan penanganan status tanggap darurat bencana Karhutla dan kekeringan. Ia menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah dan unsur penanggulangan bencana harus meningkatkan kesiapsiagaan, mengingat kondisi cuaca kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta berdampak terhadap ketersediaan air bagi masyarakat.

Bupati secara langsung mengecek kesiapan personel yang berada di posko, termasuk sarana dan prasarana, peralatan penanggulangan Karhutla, serta dukungan pembiayaan operasional. Menurutnya, seluruh komponen tersebut harus dipastikan dalam kondisi siap digunakan sehingga ketika terjadi kejadian di lapangan, penanganan dapat segera dilakukan tanpa terkendala keterbatasan personel maupun peralatan.

“Kita harus memastikan seluruh personel, peralatan dan dukungan operasional benar-benar siap. Jangan sampai ketika terjadi kebakaran kita baru mencari peralatan atau menyiapkan personel. Semuanya harus sudah dalam kondisi siap,” tegas Bupati Halikinnor.

Bupati juga meminta agar koordinasi antarpihak terus diperkuat, mulai dari pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, pemadam kebakaran, pemerintah kecamatan, kelurahan dan desa, hingga unsur masyarakat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mempercepat penyampaian informasi dan mobilisasi sumber daya apabila ditemukan titik api atau kejadian Karhutla.

Selain kesiapan penanganan, Bupati menekankan pentingnya upaya pencegahan dan deteksi dini. Pemantauan wilayah harus dilakukan secara aktif untuk mengetahui potensi kebakaran sedini mungkin sehingga api dapat segera ditangani sebelum meluas.

Bupati juga menginstruksikan jajaran pemerintah kecamatan, kelurahan, dan desa untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan pemantauan di wilayah masing-masing. Setiap informasi terkait potensi maupun kejadian Karhutla agar segera dilaporkan dan dikoordinasikan untuk mendapatkan penanganan cepat.

Di sisi lain, menghadapi ancaman kekeringan, pemerintah daerah juga perlu memastikan langkah-langkah antisipasi terhadap dampak yang dapat dirasakan masyarakat, termasuk kebutuhan air bersih di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.

Bupati mengingatkan bahwa penanganan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas di lapangan, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat. Karena itu, edukasi dan imbauan kepada masyarakat akan terus diperkuat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar.

“Pencegahan harus menjadi perhatian kita bersama. Masyarakat jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena dalam kondisi kering api sangat mudah menyebar,” ujarnya.

Melalui kesiapsiagaan personel, dukungan sarana dan prasarana, penguatan koordinasi, serta partisipasi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berkomitmen memastikan penanganan Karhutla dan kekeringan selama masa tanggap darurat dapat berjalan secara optimal, sekaligus meminimalkan risiko terhadap keselamatan masyarakat, lingkungan, dan aktivitas sosial ekonomi.

Rakor Persiapan Pekerjaan Pagar Sisi Udara Bandara H. Asan Sampit Libatkan Seluruh Stakeholder

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur bersama Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II H. Asan Sampit menggelar Rapat Koordinasi (Pre Construction Meeting) sebagai langkah awal pelaksanaan pekerjaan pembangunan pagar sisi udara pada lahan baru Bandara H. Asan Sampit.

Rapat ini dihadiri oleh seluruh stakeholder terkait, di antaranya UPBU H. Asan Sampit, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui perangkat daerah terkait, Kepolisian, Kejaksaan Negeri, Kantor ATR/BPN, serta pelaksana pekerjaan. Pertemuan ini bertujuan memastikan seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai ketentuan, memenuhi aspek keselamatan, serta mengantisipasi berbagai potensi kendala sebelum pekerjaan dimulai.

Salah satu agenda utama adalah pembahasan rencana penutupan ruas Jalan Tjilik Riwut yang berada di sekitar lokasi pembangunan pagar sisi udara. Penutupan jalan dilakukan untuk mendukung kelancaran dan keamanan pekerjaan.

Sebagai bentuk komitmen menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, jalur alternatif telah disiapkan sehingga arus lalu lintas tetap dapat berjalan selama proses pekerjaan berlangsung. Selain itu, seluruh pihak sepakat untuk melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat mengenai jadwal pelaksanaan pekerjaan, lokasi penutupan jalan, serta rute alternatif yang dapat digunakan.

Melalui sinergi dan koordinasi seluruh stakeholder, diharapkan pelaksanaan pembangunan pagar sisi udara Bandara H. Asan Sampit dapat berjalan aman, tertib, tepat waktu, sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus mendukung pengembangan infrastruktur transportasi udara di Kabupaten Kotawaringin Timur demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Menkomdigi Meutya Hafid: HUT Ke-81 RI Momentum Perkuat Kolaborasi di Kemkomdigi

Jakarta, 6 Agustus 2026 – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia harus menjadi momentum memperkuat persatuan.

Menurutnya, hanya melalui kolaborasi dan kerja keras, Kementerian Komunikasi dan Digital dapat menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik.

Penegasan tersebut disampaikan Meutya saat membuka rangkaian Komdigi Karnaval 2026, yang menandai dimulainya peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Kemkomdigi di Lapangan Anantakupa, Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026).

Meutya mengatakan sejarah Indonesia menunjukkan bahwa kemerdekaan lahir dari persatuan.

Karena itu, nilai yang sama harus menjadi fondasi budaya kerja di Kemkomdigi.

Setiap unit kerja dituntut meninggalkan ego sektoral dan memperkuat sinergi untuk mencapai tujuan bersama.

“Kemerdekaan lahir dari persatuan. Target utama seluruh rangkaian kegiatan ini adalah membangun rasa kebersamaan. Kita tidak boleh lagi bekerja dalam sekat-sekat. Tanpa persatuan, Indonesia tidak akan pernah merdeka,” ujar Meutya.

Menurut Meutya, persatuan tidak boleh berhenti sebagai slogan.

Semangat tersebut harus diterjemahkan menjadi kolaborasi nyata dalam menjalankan setiap program dan kebijakan.

Karena itu, ia meminta seluruh pimpinan menjadi teladan dalam membangun kerja sama lintas unit agar organisasi bergerak lebih efektif, adaptif, dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.

“Setelah bersatu, kita harus bekerja sama. Kemerdekaan dibangun dan dijaga melalui kerja sama. Ini menjadi tanggung jawab seluruh pimpinan untuk memberi contoh kepada timnya,” katanya.

Meutya juga mengingatkan bahwa perjalanan Indonesia mempertahankan kemerdekaan hingga memasuki usia ke-81 merupakan hasil kerja keras yang tidak pernah berhenti.

Semangat itu, menurutnya, harus tercermin dalam etos kerja setiap insan Kemkomdigi.

Ia meminta seluruh pegawai tetap bekerja secara profesional, memberikan hasil terbaik, dan tidak berkecil hati apabila kontribusinya tidak selalu terlihat di ruang publik.

“Kerja keras tanpa pamrih akan selalu memiliki arti. Jangan khawatir, kerja keras Bapak dan Ibu akan tercatat dengan baik dan menjadi perhatian pimpinan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Meutya menegaskan bahwa Komdigi Karnaval bukan sekadar rangkaian perlombaan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan.

Kegiatan itu dirancang sebagai ruang mempererat komunikasi, membangun kekompakan, dan memperkuat budaya organisasi di tengah proses transformasi Kemkomdigi.

Menurutnya, kompetisi yang sehat justru dapat mendorong lahirnya inovasi dan meningkatkan kualitas organisasi, selama tetap dilandasi semangat persatuan.

“Kompetisi itu baik. Namun kompetisi harus berujung pada persatuan, bukan saling menjatuhkan. Siapa pun yang menang adalah kemenangan Komdigi,” tegasnya.

Meutya berharap semangat kebersamaan yang dibangun melalui rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi energi baru untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Mari bekerja dengan gembira. Semoga semangat kebersamaan yang kita bangun hari ini menjadi bekal untuk menghasilkan karya, inovasi, dan pelayanan publik yang semakin baik,” tuturnya.

Komdigi Karnaval 2026 diikuti pimpinan dan pegawai dari seluruh unit kerja Kemkomdigi.

Rangkaian kegiatan akan berlangsung hingga peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui berbagai kompetisi olahraga, seni, serta kegiatan kebersamaan yang melibatkan seluruh keluarga besar Kemkomdigi.

Gerakan Aksi Bergizi 2026, Pemkab Kotim Perkuat Upaya Cegah Anemia dan Wujudkan Generasi Sehat Berprestasi

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelaksanaan Gerakan Aksi Bergizi di Sekolah Tingkat SMA Tahun 2026 yang dipusatkan di SMAN 2 Sampit, Selasa (5/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis pemerintah daerah dalam membangun generasi muda yang sehat, produktif, dan berdaya saing melalui penguatan edukasi gizi, kesehatan fisik, serta kesehatan mental.

Gerakan yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur tersebut merupakan bagian dari program nasional percepatan pencegahan anemia pada remaja, khususnya remaja putri. Upaya ini dinilai penting mengingat Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2024 menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada remaja perempuan usia 15–24 tahun masih mencapai 15,5 persen. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi konsentrasi belajar, produktivitas, daya tahan tubuh, hingga kesehatan ibu dan anak di masa mendatang apabila tidak ditangani sejak dini.

Mewakili Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Asisten I Setda Kotim, Waren, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan memiliki karakter yang kuat.

“Melalui Gerakan Aksi Bergizi ini, kita ingin memastikan bahwa generasi muda Kotawaringin Timur tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki kondisi fisik dan mental yang sehat. Bangsa yang kuat lahir dari generasi yang sehat sejak usia remaja,” ujar Waren saat membacakan sambutan Pj. Sekretaris Daerah.

Ia menambahkan, keberhasilan program pencegahan anemia tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah mengajak kepala sekolah, guru, tenaga kesehatan, orang tua, serta berbagai pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung penerapan pola hidup sehat.

Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis sebagai tempat membentuk karakter, membangun kebiasaan hidup sehat, sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak usia remaja. Edukasi yang diberikan di lingkungan sekolah diharapkan mampu membentuk perilaku hidup sehat yang berkelanjutan hingga dewasa.

Berbagai kegiatan edukatif dan interaktif mewarnai pelaksanaan Gerakan Aksi Bergizi. Kegiatan diawali dengan senam bersama, dilanjutkan sarapan sehat, makan buah bersama, serta minum Tablet Tambah Darah (TTD) secara serentak oleh para siswa sebagai bagian dari upaya pencegahan anemia. Selain itu, dilakukan Deklarasi Sekolah Bebas Anemia sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung kesehatan remaja di lingkungan sekolah.

Tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, kegiatan ini juga menghadirkan psikolog yang memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental remaja. Materi tersebut menekankan bahwa kesehatan mental dan pemenuhan gizi yang baik merupakan dua aspek yang saling berkaitan dalam mendukung tumbuh kembang remaja menjadi generasi yang sehat, percaya diri, tangguh, dan mampu berprestasi.

Melalui pelaksanaan Gerakan Aksi Bergizi Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap budaya hidup sehat semakin mengakar di lingkungan sekolah. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya gizi seimbang, aktivitas fisik, konsumsi Tablet Tambah Darah, serta kesehatan mental, diharapkan lahir generasi muda Kotawaringin Timur yang unggul, produktif, bebas anemia, dan siap menjadi penerus pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.