Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Siswi SMKN 1 Sampit Raih Juara I Duta Baca Kalteng, Bunda Literasi Dorong Semangat Literasi Pelajar Kotim

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kabupaten Kotawaringin Timur. Seorang siswi SMK Negeri 1 Sampit berhasil meraih Juara I dalam ajang Duta Baca tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2025, mengungguli perwakilan dari 11 kabupaten/kota.

Bunda Literasi Kotim, Khairiah Halikinnor, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan menilai prestasi ini sebagai momentum penting untuk mendorong peningkatan minat literasi di kalangan pelajar.

“Saya selaku Bunda Literasi Kabupaten Kotawaringin Timur mengucapkan terima kasih kepada adik siswi dari SMKN 1 yang telah mewakili Kotim di tingkat provinsi dan alhamdulillah meraih juara 1,” ujarnya, Senin (20/04/2026).

Ia menambahkan, meskipun ajang tersebut tidak berlanjut ke tingkat nasional, semangat literasi tidak boleh berhenti. Ke depan, diharapkan semakin banyak pelajar yang berpartisipasi dalam berbagai kompetisi literasi lainnya.

Menurutnya, literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca, tetapi juga mencakup keterampilan menulis, berpikir kritis, hingga pengelolaan perpustakaan. Untuk itu, pihaknya terus mendorong sosialisasi ke sekolah-sekolah guna meningkatkan partisipasi siswa.

“Kegiatan lomba seperti ini juga dapat menjadi nilai tambah bagi siswa, khususnya dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, peraih Juara I, Meliana Agustin, mengungkapkan bahwa pencapaiannya diraih melalui proses panjang dan seleksi berjenjang, mulai dari tingkat sekolah hingga provinsi.

“Awalnya ada 10 peserta, lalu diseleksi menjadi 6 orang, kemudian 3 orang, dan alhamdulillah saya terpilih mewakili sekolah,” ungkap siswi kelas XII jurusan Manajemen Perkantoran di SMK Negeri 1 Sampit tersebut.

Dalam kompetisi itu, Meliana mengusung inovasi literasi bertajuk “Mahaga” yang berarti “menjaga” dalam bahasa Dayak. Program ini menggabungkan pendekatan digital dan konvensional melalui platform daring serta kotak surat fisik di lingkungan sekolah.

“Inovasi saya Mahaga, yaitu mari bersama wujudkan hebatnya aksi Gemilang aksara melalui mailbox dan literapoint,” jelasnya.

Melalui platform daring, siswa dapat mengirimkan berbagai karya tulis seperti puisi, cerpen, hingga esai. Sementara itu, kotak surat fisik memungkinkan siswa mengirimkan tulisan secara langsung, mengadopsi konsep sederhana seperti layanan pos.

Karya-karya yang terkumpul kemudian dipublikasikan secara rutin di majalah dinding (mading) sekolah setiap pekan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi siswa lain.

“Biasanya setiap hari Jumat saya tempelkan hasil karya mereka di mading sekolah,” tambahnya.

Inovasi tersebut dinilai mampu membangun budaya literasi yang lebih inklusif dan kreatif di lingkungan sekolah, serta menjadi salah satu faktor yang mengantarkan Meliana meraih prestasi di tingkat provinsi.

Keberhasilan ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga memicu lahirnya lebih banyak generasi muda yang aktif, kreatif, dan berdaya saing melalui budaya literasi yang kuat.

0 komentar

Belum ada komentar

Tuliskan pesan/tanggapan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *