Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Berita

Kotim Miliki Duta UMKM Pertama, Pemilihan Duta UMKM 2026 Jadi Tonggak Penguatan Wirausaha Lokal

Kabupaten Kotawaringin Timur resmi memiliki Duta UMKM pertama setelah Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Kotawaringin Timur sukses menggelar malam Penutupan dan Penobatan Duta UMKM Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2026 di Swalayan UMKM Sampit, Jalan Yos Sudarso, Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Koperasi ke-79 serta Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional Tahun 2026 ini menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya pengembangan UMKM di Kotawaringin Timur. Untuk pertama kalinya, pemerintah daerah menghadirkan ajang pencarian figur muda yang diharapkan mampu menjadi wajah, inspirasi, sekaligus motor penggerak kemajuan UMKM lokal menuju usaha yang modern, inovatif, dan berdaya saing nasional.

Acara penutupan sekaligus penobatan secara resmi dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kotawaringin Timur, Muslih, S.T., M.AP. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, dewan juri, sponsor, serta komunitas Pemuda Peduli Masyarakat Kotim yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.

Muslih menegaskan bahwa Duta UMKM yang terpilih bukan hanya menjadi simbol atau ikon promosi, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar untuk mengawal kemajuan UMKM di Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Tugas Duta UMKM yang terpilih tidak hanya selesai pada acara seremonial hari ini saja. Ada tiga peran penting yang harus diemban ke depan, yaitu sebagai Inovator, yang mampu melahirkan inovasi bagi pelaku UMKM lainnya; Kolaborator, yang menjembatani kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan; serta Promotor, yang aktif memperkenalkan produk-produk unggulan Kotawaringin Timur hingga mampu menembus pasar nasional,” ujar Muslih.

Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh finalis yang belum berhasil meraih gelar agar tetap semangat mengembangkan potensi diri dan usahanya. Menurutnya, seluruh peserta merupakan aset daerah yang akan terus mendapatkan pembinaan untuk mendukung lahirnya wirausaha-wirausaha baru yang berkualitas.

“Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berkomitmen untuk terus memberikan ruang, pembinaan, dan pendampingan bagi para pelaku UMKM agar mampu berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

Pada malam puncak tersebut, dewan juri yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, dan pegiat UMKM, yakni Cok Orda Putra Legawa, Asykuriah, Fitriani Winarni, Dr. Titiek Setiyowati, Erisa Tria Maulida, dan Fajar Ramadhan, menetapkan enam pemenang terbaik Duta UMKM Kotawaringin Timur Tahun 2026.

Adapun para pemenang yang berhasil meraih penghargaan adalah:

  • Agris Tisaniah sebagai Duta UMKM Kotim 2026;
  • Muhammad Pradika R. sebagai Wakil I Duta UMKM;
  • Putri Rahayu sebagai Wakil II Duta UMKM;
  • Gabriella Siagara sebagai Duta UMKM Inspiratif;
  • Christ Nicolas Wesley sebagai Duta UMKM Inovasi; dan
  • Ashila Rahmatul H. sebagai Duta UMKM Digital Promosi.

Keenam Duta UMKM tersebut diharapkan menjadi duta promosi yang mampu memperkenalkan produk unggulan daerah, mendorong lahirnya inovasi, memperluas jejaring pemasaran, serta menginspirasi generasi muda untuk berwirausaha.

Rangkaian peringatan Hari Koperasi ke-79 dan Hari Kewirausahaan & UMKM Nasional Tahun 2026 kemudian ditutup dengan kegiatan Jalan Sehat bersama masyarakat pada keesokan harinya. Dalam kesempatan tersebut, para Duta UMKM Kotim 2026 diperkenalkan secara resmi kepada masyarakat sebagai representasi semangat baru dalam membangun UMKM yang tangguh, kreatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Pemkab Kotim Resmikan Gedung TK dan Mulai Pembangunan SD Swasta Baitul Ilmi, Perkuat Akses Pendidikan Berkarakter Qur’ani

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan akses pendidikan yang berkualitas dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan peresmian Gedung Taman Kanak-Kanak (TK) Baitul Ilmi sekaligus peletakan batu pertama pembangunan SD Swasta Baitul Ilmi di Jalan Gunung Slamet, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi, yang mewakili Bupati Kotawaringin Timur. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan, Camat Baamang, Lurah Baamang Barat, Ketua DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Kotawaringin Timur, Ketua Yayasan Baitul Ilmi beserta jajaran pengurus, tokoh agama, tokoh masyarakat, guru, dan para orang tua murid.

Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Rafiq Riswandi, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Baitul Ilmi atas dedikasi dan kontribusinya dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang representatif bagi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan gedung baru TK Baitul Ilmi bukan hanya menghadirkan sarana pendidikan yang lebih baik, tetapi juga menjadi simbol kepedulian bersama terhadap masa depan generasi penerus bangsa.

“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, pembangunan SD Swasta Baitul Ilmi ini menjadi langkah penting dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” ujar Rafiq saat membacakan sambutan Bupati.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah menyambut baik peran aktif lembaga pendidikan swasta dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kotawaringin Timur. Sinergi antara pemerintah, yayasan, tenaga pendidik, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia yang unggul, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, serta memiliki daya saing.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga berharap proses pembangunan SD Swasta Baitul Ilmi dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target sehingga segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Kehadiran sekolah tersebut diharapkan mampu mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan nilai-nilai keislaman yang kuat.

Prosesi peresmian Gedung TK Baitul Ilmi dan peletakan batu pertama pembangunan SD Swasta Baitul Ilmi berlangsung khidmat. Acara ditandai dengan pengucapan basmalah sebagai simbol dimulainya operasional gedung TK sekaligus awal pembangunan sekolah dasar yang diharapkan menjadi salah satu pusat pendidikan berkualitas di Kecamatan Baamang.

Melalui pembangunan fasilitas pendidikan ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkarakter sebagai fondasi dalam mencetak sumber daya manusia unggul demi mendukung kemajuan daerah di masa mendatang.

Pemkab Kotim Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan TPPO

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan terhadap perempuan melalui Pertemuan Koordinasi dan Kerja Sama Lintas Sektor dalam rangka Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan (KTP) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Tahun 2026.

Dalam sambutan Bupati Kotawaringin Timur yang dibacakan langsung oleh Asisten I Setda Kotim, Waren, pada kegiatan tersebut, disampaikan apresiasi kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB), seluruh mitra kerja, stakeholder, serta panitia yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah melalui perlindungan perempuan dan anak.

Bupati menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan maupun tindak pidana perdagangan orang merupakan persoalan serius yang tidak hanya melanggar hak asasi manusia, tetapi juga berdampak luas terhadap kualitas hidup masyarakat, pembangunan daerah, serta masa depan korban. Korban tidak hanya mengalami penderitaan fisik, tetapi juga trauma psikologis, kerugian ekonomi, hingga dampak sosial yang berkepanjangan.

Karena itu, penanganan persoalan tersebut tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Diperlukan komitmen, koordinasi, dan kolaborasi yang kuat antara perangkat daerah, aparat penegak hukum, lembaga layanan, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, media, dunia usaha, hingga seluruh elemen masyarakat. Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama agar upaya pencegahan, penanganan perlindungan, dan pemulihan korban dapat berjalan secara efektif.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga berkomitmen untuk terus memperkuat sistem perlindungan perempuan melalui peningkatan edukasi kepada masyarakat, penguatan layanan pengaduan, pendampingan korban, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyempurnaan regulasi dan tata kelola penanganan kasus.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan memiliki akses terhadap informasi yang benar dan berani melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan tindak kekerasan maupun perdagangan orang.

Melalui forum koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap tidak hanya tercipta ruang diskusi, tetapi juga menghasilkan langkah-langkah nyata yang dapat diimplementasikan bersama.

Kesepahaman mengenai peran masing-masing pihak, mekanisme koordinasi yang jelas, pertukaran data dan informasi dengan tetap menjaga kerahasiaan korban, hingga penguatan jejaring layanan sampai ke tingkat desa dan kelurahan menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem perlindungan perempuan di daerah.

Pada kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa hasil pertemuan diharapkan menjadi landasan yang kuat dalam mempererat kerja sama lintas sektor, mempercepat langkah pencegahan, serta meningkatkan kualitas perlindungan bagi perempuan di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kegiatan secara resmi dibuka dengan tema “Sinergi Lintas Sektor dalam Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan Berbasis Gender Online melalui Pendidikan Gender dan Penegakan Hukum.” Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap sinergi yang terbangun dapat menciptakan lingkungan yang aman, adil, dan bebas dari kekerasan serta tindak pidana perdagangan orang bagi seluruh masyarakat.

Bupati Halikinnor Menjadi Responden Sensus Ekonomi 2026, Ajak Masyarakat Berpartisipasi Aktif

Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), H. Halikinnor, S.H., M.M., menerima kedatangan petugas Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang dipimpin langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur, Eddy Surahman, di Rumah Jabatan Bupati Kotim, Selasa (23/6/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan oleh BPS untuk memperoleh data ekonomi yang lengkap, akurat, dan mutakhir sebagai dasar perencanaan pembangunan nasional maupun daerah.

Pada kesempatan itu, H. Halikinnor mengikuti proses pendataan yang dilakukan petugas sensus dengan memberikan informasi yang diperlukan secara terbuka dan lengkap. Ia menyampaikan apresiasi kepada BPS Kabupaten Kotim atas pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dinilai memiliki peran strategis dalam menghasilkan data berkualitas.

“Data yang akurat menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan. Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah dapat memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi dan potensi ekonomi daerah sehingga program pembangunan dapat dirancang lebih tepat sasaran,” ujar Halikinnor.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Kotawaringin Timur, Eddy Surahman, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan pendataan menyeluruh terhadap berbagai aktivitas ekonomi di luar sektor pertanian. Hasil sensus nantinya akan menjadi rujukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan, mendorong investasi, serta memperkuat daya saing usaha dan perekonomian daerah.

 

Bupati Kotim juga mengajak seluruh masyarakat, pelaku usaha, serta berbagai pihak terkait untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar dan lengkap kepada petugas sensus.

“Partisipasi aktif masyarakat sangat penting demi terwujudnya data ekonomi yang berkualitas. Dengan data yang baik, kita dapat bersama-sama mewujudkan Kotawaringin Timur yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.

Bupati Kotim Lepas Kafilah MTQ VIII KORPRI Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026

Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, secara resmi melepas Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII KORPRI Kabupaten Kotawaringin Timur yang akan berlaga pada MTQ VIII KORPRI Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Kabupaten Murung Raya. Pelepasan dilaksanakan di Aula Rumah Jabatan Bupati Kotawaringin Timur, Senin (22/6).

Kafilah Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan mengikuti berbagai cabang perlombaan MTQ KORPRI sebagai perwakilan daerah. Keikutsertaan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pembinaan keagamaan, meningkatkan kualitas sumber daya aparatur, serta menumbuhkan semangat pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari dan pelaksanaan tugas pemerintahan.

Dalam sambutannya, Bupati Halikinnor menegaskan bahwa MTQ KORPRI bukan hanya ajang kompetisi membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk membangun karakter ASN yang religius, berintegritas, dan profesional.

“MTQ KORPRI bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan sarana pembinaan mental dan spiritual Aparatur Sipil Negara agar senantiasa menjunjung tinggi nilai religius, integritas, profesionalisme, dan akhlak mulia dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Halikinnor.

Menurutnya, ASN memiliki peran penting sebagai pelayan masyarakat yang tidak hanya dituntut memiliki kemampuan dan kompetensi, tetapi juga karakter serta moral yang baik. Oleh karena itu, kegiatan MTQ menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keimanan dan ketakwaan di lingkungan KORPRI.

Bupati juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh peserta, pelatih, pembina, serta pihak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan kafilah Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas semangat, dedikasi, dan kesungguhan saudara sekalian dalam mempersiapkan diri mengikuti ajang ini. Tampilkan kemampuan terbaik, jaga kekompakan, dan junjung tinggi sportivitas selama mengikuti perlombaan,” pesannya.

Selain mengejar prestasi, Halikinnor mengingatkan bahwa para peserta juga membawa nama baik daerah. Karena itu, seluruh anggota kafilah diharapkan mampu menunjukkan sikap yang mencerminkan nilai-nilai ASN BerAKHLAK, menjaga etika, disiplin, serta menjadi duta Kabupaten Kotawaringin Timur yang memberikan kesan positif selama berada di Kabupaten Murung Raya.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap keikutsertaan kafilah pada MTQ VIII KORPRI Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan sekaligus memperkuat semangat religius, kebersamaan, dan integritas ASN dalam mendukung terwujudnya pelayanan publik yang berkualitas.

Bupati Kotawaringin Timur Launching Tiga Proyek Perubahan PKN Tingkat II untuk Perkuat Pelayanan Publik dan Transformasi Digital

Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur, Halikinnor, secara resmi melaunching tiga proyek perubahan yang digagas peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin (22/06/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, serta percepatan transformasi digital di daerah.

Tiga inovasi yang diluncurkan yakni SIKADES (Sistem Konsultasi Desa) oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), RADAR SOSIAL (Ruang Aduan dan Respon Cepat Masalah Kemasyarakatan Berbasis Partisipasi Publik) oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, serta KOCERDIK (Kolaborasi Cerdas Digital) oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

Kepala DPMD Kotawaringin Timur, Ninuk Muji Rahayu, menjelaskan SIKADES hadir untuk memudahkan aparatur desa berkonsultasi secara digital dengan DPMD tanpa harus datang langsung ke kantor. Sementara itu, Muslih memperkenalkan RADAR SOSIAL sebagai wadah pengaduan masyarakat yang memungkinkan setiap laporan diverifikasi dan diteruskan kepada perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti secara cepat dan terukur. Di bidang literasi digital, Cok Orda Putra Legawa meluncurkan KOCERDIK yang bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital secara bijak melalui kolaborasi berbagai pihak.

Dalam sambutannya, Bupati Halikinnor menyampaikan apresiasi atas lahirnya ketiga inovasi tersebut. Menurutnya, proyek perubahan yang dihasilkan melalui PKN Tingkat II harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung peningkatan kinerja pemerintah daerah.

“Proyek perubahan ini bukan hanya menjadi syarat dalam pelatihan kepemimpinan, tetapi harus menjadi inovasi yang berkelanjutan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Saya berharap SIKADES, RADAR SOSIAL, dan KOCERDIK dapat diimplementasikan secara optimal untuk mempercepat pelayanan, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mendukung transformasi digital di Kabupaten Kotawaringin Timur,” ujar Halikinnor.

Melalui peluncuran ketiga proyek perubahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pemkab Kotawaringin Timur Jalin Kerja Sama Strategis dengan Pemkot Bandung, Fokus Tingkatkan PAD dan Digitalisasi Layanan Publik

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, sebagai upaya memperkuat pembangunan daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pengembangan inovasi, serta percepatan digitalisasi layanan publik.

Kerja sama tersebut ditandai dengan pertemuan antara Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, dan Wali Kota Muhammad Farhan di Bandung, Senin.(15/06/2026)

Bupati Halikinnor menyampaikan bahwa kolaborasi antardaerah menjadi langkah strategis untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, pengalaman dan inovasi yang telah diterapkan Kota Bandung dapat menjadi referensi berharga bagi Kotawaringin Timur dalam mengoptimalkan potensi daerah.

“Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi kedua daerah, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan pendapatan daerah dan pelayanan publik yang lebih efektif serta modern,” ujar Halikinnor

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus berkomitmen melakukan transformasi tata kelola pemerintahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Melalui kerja sama ini, berbagai peluang sinergi dapat dikembangkan, mulai dari digitalisasi layanan pemerintahan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penguatan sektor ekonomi daerah.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa kemajuan daerah akan lebih mudah dicapai melalui kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarpemerintah daerah. Ia juga melihat Kotawaringin Timur memiliki potensi besar yang dapat terus dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“kita bersama-sama mewujudkan sebuah kolaborasi antardaerah bersama saudara-saudara kita dari Kabupaten Kotawaringin Timur agar kolaborasi ini semakin kuat mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Farhan.

Melalui kemitraan ini, Pemkab Kotawaringin Timur berharap dapat mengadopsi berbagai praktik terbaik yang telah diterapkan Kota Bandung, sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor pembangunan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang inovatif, berdaya saing, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas bagi masyarakat Kotawaringin Timur.

Penerbangan Perdana Super Air Jet, Buka Akses Baru dan Perkuat Konektivitas Udara Kotim

Kabupaten Kotawaringin Timur kembali mencatatkan langkah penting dalam penguatan konektivitas transportasi udara. Maskapai penerbangan Super Air Jet resmi membuka layanan penerbangan perdana rute Jakarta–Sampit–Jakarta melalui Bandara H. Asan Sampit, Kamis (12/6). Kehadiran rute baru ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat, memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, serta mendukung pengembangan sektor investasi dan pariwisata.

Acara inagurasi penerbangan perdana tersebut dihadiri oleh Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan, perwakilan maskapai, instansi vertikal, serta kepala daerah dari kabupaten seruyan.

Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan, Ferdinand Nurdin, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan menghadirkan layanan penerbangan baru harus diikuti dengan komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutannya.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola bandara, dan maskapai penerbangan menjadi faktor utama agar layanan tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Yang sulit bukan hanya menghadirkan pesawat, tetapi bagaimana mempertahankannya agar tetap beroperasi secara berkelanjutan. Untuk itu diperlukan dukungan seluruh pihak,” ujarnya.

Ia juga menilai Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki potensi besar, termasuk dalam pengembangan layanan perjalanan ibadah umrah yang dapat terhubung melalui jaringan penerbangan Lion Group.

Selain itu, Ferdinand turut memberikan sejumlah masukan terkait pengembangan infrastruktur bandara, di antaranya perlunya perpanjangan landasan pacu (runway) hingga minimal 2.250 meter dengan lebar 45 meter agar pesawat berbadan sedang seperti Airbus A320 dapat beroperasi secara lebih optimal. Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan standar keamanan dan keselamatan bandara serta mengapresiasi langkah pemerintah daerah dalam menangani hambatan di sekitar kawasan penerbangan.

Sementara itu, Direktur Utama Super Air Jet, Ari Azhari, menyampaikan rasa bangga karena Sampit menjadi kota ke-36 dalam jaringan layanan penerbangan Super Air Jet di Indonesia.
Menurutnya, pembukaan rute ini akan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat Kotawaringin Timur dan daerah sekitarnya untuk terhubung dengan berbagai kota besar di Indonesia melalui jaringan penerbangan yang terintegrasi dengan Batik Air dan Lion Air.

“Dengan satu tiket penerbangan, masyarakat dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi di Indonesia. Kami berharap kehadiran Super Air Jet dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Bupati Kotawaringin Timur, H. Halikinnor, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung hadirnya layanan penerbangan baru tersebut. Ia menilai konektivitas udara yang semakin baik akan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah, khususnya dalam mendukung investasi, perdagangan, pariwisata, dan pelayanan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, lanjutnya, berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas dan pelayanan di Bandara H. Asan Sampit agar mampu mengakomodasi kebutuhan transportasi udara yang semakin berkembang.

“Kehadiran penerbangan jet dengan jadwal dan tarif yang kompetitif diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, memperlancar arus barang dan jasa, serta memberikan kontribusi terhadap pengendalian inflasi daerah,” ungkapnya.

Dengan resmi beroperasinya rute Jakarta–Sampit–Jakarta oleh Super Air Jet, Kabupaten Kotawaringin Timur semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah. Pemerintah daerah optimistis peningkatan konektivitas udara akan membuka lebih banyak peluang investasi, mempercepat mobilitas masyarakat, dan mendorong kemajuan pembangunan di wilayah Kotim maupun daerah sekitarnya.

Jemaah Haji Kotim Tiba di Tanah Air, Suasana Haru dan Syukur Warnai Penyambutan di Bandara H. Asan Sampit

Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti area kedatangan Bandara H. Asan Sampit, Jumat (12/6), saat ratusan jemaah haji asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tiba kembali di tanah air setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Tangis bahagia, pelukan hangat, dan ucapan syukur mewarnai pertemuan antara para jemaah dengan keluarga yang telah menanti sejak pagi hari.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur secara resmi menyambut kepulangan jemaah haji musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah selama lebih dari satu bulan di Arab Saudi. Kepulangan ini menjadi momentum penuh makna, tidak hanya bagi para jemaah, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat yang turut mendoakan kelancaran pelaksanaan ibadah mereka.

Proses pemulangan jemaah dilakukan dalam dua kelompok terbang (kloter). Meskipun sempat mengalami penyesuaian jadwal akibat keterlambatan armada pesawat, seluruh rangkaian kedatangan berjalan lancar dan tertib. Kloter pertama yang membawa 103 jemaah mendarat di Bandara H. Asan Sampit pada pukul 12.10 WIB, sementara kloter kedua dengan jumlah 60 jemaah dijadwalkan tiba pada pukul 14.50 WIB.

Penyambutan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, bersama unsur terkait. Kehadiran pemerintah daerah merupakan bentuk perhatian dan penghormatan kepada para tamu Allah yang telah menunaikan rukun Islam kelima.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah dalam keadaan sehat dan selamat. Ia juga mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang telah mendukung proses keberangkatan hingga pemulangan jemaah haji tahun ini.

Suasana emosional begitu terasa ketika para jemaah mulai keluar dari area kedatangan. Senyum haru, pelukan erat, hingga air mata kebahagiaan menjadi pemandangan yang mengiringi pertemuan kembali para jemaah dengan keluarga mereka setelah berpisah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Agenda penyambutan turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Kotawaringin Timur, perwakilan instansi vertikal, perangkat daerah terkait, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan dan perhatian bersama terhadap para jemaah haji yang telah menyelesaikan ibadah dengan penuh khidmat.

Dengan tibanya seluruh jemaah di Kabupaten Kotawaringin Timur, diharapkan nilai-nilai spiritual, keteladanan, serta pengalaman selama menjalankan ibadah haji dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan bermasyarakat dan turut memperkuat semangat kebersamaan serta kerukunan di Bumi Habaring Hurung.

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemkab Kotim Gelar Korve Massal di Kawasan Strategis Kota Sampit

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar aksi nyata peduli lingkungan melalui kegiatan kerja bakti massal (korve) yang dilaksanakan pada Sabtu (6/6) pagi.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Hj. Irawati, serta diikuti oleh perwakilan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur. Aksi gotong royong ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan, keindahan, dan kelestarian lingkungan perkotaan.

Sejak pagi hari, para peserta korve bergerak menuju lokasi yang telah ditentukan, dengan fokus pembersihan di sepanjang ruas jalan dari Bundaran Polres Kotim hingga Lampu Lalu Lintas Simpang Empat pertemuan Jalan Tjilik Riwut dan Jalan Pramuka. Kawasan tersebut merupakan salah satu jalur utama yang memiliki tingkat mobilitas masyarakat cukup tinggi setiap harinya.

Dalam pelaksanaannya, Wakil Bupati bersama para peserta tampak bahu-membahu membersihkan berbagai fasilitas umum, khususnya area trotoar dan median jalan. Kegiatan meliputi pembabatan rumput liar yang tumbuh di sepanjang jalur pedestrian, pembersihan drainase ringan, serta pengumpulan dan pengangkutan sampah yang berserakan di sekitar lokasi.

Wakil Bupati Hj. Irawati menyampaikan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga harus diwujudkan melalui aksi nyata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa lingkungan yang bersih dan sehat akan memberikan manfaat besar bagi kualitas hidup masyarakat. Semangat gotong royong seperti ini perlu terus dipertahankan dan menjadi budaya di tengah masyarakat,” ujarnya.

Pemilihan kawasan Bundaran Polres Kotim hingga Simpang Empat Jalan Tjilik Riwut–Jalan Pramuka dinilai strategis karena merupakan salah satu urat nadi transportasi Kota Sampit yang setiap hari dilalui masyarakat. Dengan dilaksanakannya aksi bersih-bersih secara serentak, kawasan tersebut kini terlihat lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi pengguna jalan maupun pejalan kaki.

Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mendorong partisipasi aktif seluruh pihak dalam mewujudkan Kota Sampit yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.

Pemkab Kotim Terima Audiensi Pembentukan DAOPS dan Survei Kantor Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menerima kunjungan audiensi terkait pembentukan Daerah Operasional (DAOPS) dan survei lokasi Kantor Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup pada Kamis (4/6). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pers Sekretariat Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur.

Audiensi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung pengelolaan lingkungan hidup, khususnya peningkatan kesiapsiagaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur diwakili oleh Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kazpul Zein Heriyanto, S.T., M.T.

Turut hadir perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup yang melakukan pemaparan terkait rencana pembentukan DAOPS serta survei lokasi yang akan mendukung operasional Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan.

Dalam sambutannya, Kazpul Zein Heriyanto menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap upaya pengendalian lingkungan hidup di daerah. Menurutnya, keberadaan DAOPS dan Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kebakaran lahan yang selama ini menjadi salah satu tantangan di wilayah Kalimantan.

“Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mendukung penuh kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, termasuk pelaksanaan berbagai kegiatan di daerah operasional (DAOPS) serta rencana penempatan Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Kami berharap dengan adanya brigade ini, upaya penanganan dan pencegahan kebakaran lahan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan efektif sehingga ke depan tidak lagi terjadi kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur,” ujarnya.

Pembentukan DAOPS dan penempatan Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas daerah dalam menghadapi potensi karhutla. Selain memperkuat respons penanganan di lapangan, keberadaan brigade juga diharapkan mampu mengoptimalkan langkah-langkah mitigasi dan pencegahan melalui koordinasi lintas sektor yang lebih terintegrasi.

Melalui audiensi dan survei lapangan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, melindungi kawasan rentan kebakaran, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran lahan.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program strategis di bidang lingkungan hidup sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menciptakan daerah yang aman, lestari, dan bebas dari ancaman kebakaran lahan.

Pemkab Kotim Perkuat Tata Kelola Data Geospasial Melalui Bimtek Berstandar KUGI

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pengelolaan data dan informasi geospasial sebagai fondasi perencanaan pembangunan yang terarah, akurat, dan berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Data dan Informasi Geospasial Berstandar Katalog Unsur Geografi Indonesia (KUGI) Tahun 2026 yang dilaksanakan di Aula Sei Mentaya BAPPERIDA Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan ini dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Umar Kaderi, yang membacakan sambutan Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Badan Informasi Geospasial (BIG), perangkat daerah terkait, serta peserta dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotim.

Dalam sambutannya, Bupati Halikinnor menegaskan bahwa data geospasial memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan daerah. Menurutnya, data geospasial yang akurat, mutakhir, dan terstandarisasi menjadi kebutuhan penting untuk menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.

“Data geospasial yang terintegrasi sangat dibutuhkan untuk mendukung berbagai sektor pembangunan, mulai dari perencanaan tata ruang, pengelolaan lingkungan hidup, pembangunan infrastruktur, pemanfaatan sumber daya alam, hingga pengembangan ekonomi daerah,” ujar Halikinnor dalam sambutan tertulisnya.

Ia menjelaskan, penerapan standar KUGI merupakan langkah penting dalam mewujudkan keseragaman struktur dan atribut data geospasial sesuai standar nasional. Dengan demikian, data yang dihasilkan oleh masing-masing perangkat daerah dapat saling terhubung, mudah diakses, dan memiliki kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui pelaksanaan bimtek ini, Pemerintah Kabupaten Kotim berharap kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintah daerah dalam mengelola data geospasial tematik dapat semakin meningkat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat kualitas dan kelengkapan data yang tersaji pada Geoportal Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai pusat informasi geospasial daerah.

Bupati juga menekankan pentingnya peran aktif seluruh perangkat daerah dalam memastikan data yang diproduksi telah melalui proses validasi dan verifikasi yang baik sebelum diintegrasikan ke dalam sistem informasi geospasial daerah.

“Setiap perangkat daerah memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan data yang berkualitas. Karena itu, diperlukan komitmen bersama agar data geospasial yang tersedia benar-benar valid, akurat, dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan,” tegasnya.

Lebih lanjut, penguatan tata kelola data geospasial ini juga menjadi bagian dari implementasi kebijakan Satu Data Indonesia, yang menekankan pentingnya penyelenggaraan data pemerintah yang terintegrasi, akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan tersedianya data geospasial yang berkualitas dan berstandar nasional, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur optimistis dapat meningkatkan efektivitas perencanaan pembangunan, memperkuat koordinasi antarperangkat daerah, serta menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran demi mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Pemkab Kotim Gelar FGD Penataan Kelembagaan Perangkat Daerah untuk Wujudkan Organisasi yang Adaptif dan Efisien

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penataan Kelembagaan Perangkat Daerah di Ruang Rapat Anggrek Tewu, Gedung A Sekretariat Daerah Kabupaten Kotim, Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengevaluasi dan menata struktur organisasi perangkat daerah agar lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap dinamika pembangunan serta kebutuhan masyarakat.

FGD dihadiri oleh unsur perangkat daerah, pejabat struktural, tenaga ahli, serta pemangku kepentingan terkait yang memiliki peran dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Umar Kaderi, S.H., M.Sc., mewakili Bupati Kotawaringin Timur.

Dalam sambutannya, Umar Kaderi menegaskan bahwa penataan kelembagaan bukan sekadar perubahan struktur organisasi, melainkan langkah strategis untuk memastikan perangkat daerah mampu menjalankan fungsi pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan secara optimal sesuai tantangan serta kebutuhan daerah yang terus berkembang.

Ia menjelaskan bahwa FGD tersebut menjadi forum penting untuk menghimpun berbagai pandangan, masukan, dan rekomendasi dari para peserta sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan penataan kelembagaan yang tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Melalui FGD ini, saya berharap seluruh peserta dapat memberikan masukan, pandangan, dan rekomendasi yang konstruktif berdasarkan data, fakta, serta kebutuhan riil daerah. Hasil diskusi ini diharapkan menjadi landasan dalam mewujudkan organisasi pemerintah daerah yang lebih adaptif, profesional, efisien, dan berorientasi pada hasil,” ujarnya.

Menurut Umar, pemerintah daerah saat ini dituntut untuk mampu membangun tata kelola pemerintahan yang lincah dan efektif di tengah berbagai tantangan pembangunan, perkembangan teknologi, serta tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi. Oleh karena itu, evaluasi dan penyesuaian struktur organisasi perlu dilakukan secara berkala agar perangkat daerah dapat bekerja lebih optimal dan tidak terjadi tumpang tindih fungsi maupun kewenangan.

FGD Penataan Kelembagaan Perangkat Daerah ini juga merupakan tindak lanjut dari evaluasi kelembagaan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran dan reformasi birokrasi yang saat ini menjadi fokus pemerintah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.

Berbagai aspek strategis menjadi fokus pembahasan dalam forum tersebut, mulai dari efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi perangkat daerah, kesesuaian beban kerja organisasi, optimalisasi sumber daya aparatur, hingga peluang penguatan koordinasi dan kolaborasi antarperangkat daerah dalam mendukung pencapaian target pembangunan daerah.

Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap dapat menghasilkan rekomendasi yang komprehensif dan implementatif sebagai dasar penyusunan kebijakan penataan kelembagaan yang lebih tepat, terukur, dan sesuai dengan karakteristik daerah.

Melalui langkah penataan kelembagaan yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik serta percepatan pembangunan daerah.

Bupati Kotim Ajak Masyarakat Jadikan Pancasila Pedoman Menghadapi Tantangan Zaman

Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), H. Halikinnor, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup dalam menghadapi berbagai tantangan global dan dinamika perkembangan zaman. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Halaman Kantor Bupati Kotawaringin Timur, Senin (1/6/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol atau seremonial tahunan, melainkan ideologi yang hidup dan menjadi penuntun bangsa dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman. Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menjadi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila di berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Bupati juga mengajak generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam setiap tindakan nyata serta tidak membiarkan nilai-nilai luhur tersebut hanya menjadi slogan semata.

Menurutnya, ketangguhan Indonesia dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman merupakan bukti nyata relevansi Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Pada kesempatan yang sama, Bupati turut menyampaikan apresiasi atas dimulainya rangkaian kegiatan Sensus Ekonomi 2026. Ia menekankan bahwa sensus tersebut merupakan agenda strategis nasional untuk memperoleh data ekonomi yang akurat, mutakhir, dan terpercaya sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah maupun nasional. Selain itu, Bupati juga menyambut baik peresmian Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan.

Keberadaan Redkar dinilai menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi kebakaran permukiman maupun kebakaran hutan dan lahan. Mengakhiri sambutannya, Bupati berharap semangat gotong royong, persatuan, dan nilai-nilai Pancasila semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat guna mewujudkan Kabupaten Kotawaringin Timur yang maju, mandiri, dan sejahtera.