Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Berita

Dengarkan Keluhan Warga, Bupati Kotim Pastikan Kebutuhan Air Bersih Terus Dipenuhi

Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) H. Halikinnor bersama Ketua TP PKK Kotim Hj. Khairiah Halikinnor berdialog langsung dengan masyarakat saat meninjau penyaluran air bersih di sejumlah wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kamis (17/9/2026).

Dalam dialog tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai kondisi yang mereka hadapi selama musim kemarau, termasuk dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta keterbatasan air bersih.

Salah satu kendala utama yang disampaikan warga adalah kondisi air dari jaringan PDAM yang terasa payau hingga asin, sehingga tidak dapat digunakan secara optimal untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari.

Kondisi tersebut semakin dirasakan masyarakat seiring menurunnya ketersediaan air baku akibat musim kemarau. Warga berharap pemerintah dapat terus membantu memenuhi kebutuhan air bersih selama kondisi tersebut berlangsung.

Bupati Halikinnor menyampaikan bahwa pemerintah daerah memahami kondisi yang dihadapi masyarakat dan akan terus berupaya memberikan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Yang paling penting kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih, harus tetap terpenuhi. Pemerintah akan terus melakukan penyaluran air bersih selama masyarakat masih membutuhkan,” ujar Halikinnor.

Selain persoalan air bersih, dalam dialog tersebut masyarakat juga menyampaikan kondisi karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah. Bupati mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran, khususnya di tengah kondisi cuaca yang masih kering.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak meluas.

Ketua TP PKK Kotim Hj. Khairiah Halikinnor turut mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan dan saling membantu dalam menghadapi kondisi kemarau.

Pemkab Kotim terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk penanganan karhutla sekaligus pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Penyaluran air bersih diharapkan dapat membantu warga yang terdampak hingga kondisi sumber air kembali normal.

Pemerintah juga terus mengupayakan solusi yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga langkah jangka panjang untuk memperkuat ketersediaan dan kualitas layanan air bersih bagi masyarakat di wilayah yang rawan mengalami kekurangan air.

Pemkab Kotim Salurkan 40 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Wilayah Selatan

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) terus mengambil langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi kemarau yang menyebabkan sejumlah wilayah mengalami keterbatasan air bersih.

Pada Kamis (17/9/2026), Pemkab Kotim menyalurkan sekitar 40 ribu liter air bersih kepada masyarakat di sejumlah wilayah bagian selatan, di antaranya Lempuyang, Sei Ijum, Sebamban, dan Parebok.

Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor turun langsung memantau proses penyaluran air bersih tersebut. Ia menyampaikan bahwa distribusi dilakukan sebagai bentuk respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

“Memang saat ini masyarakat di daerah selatan mengalami kesulitan air bersih. Karena itu, pemerintah hadir dan melakukan penyaluran sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Halikinnor.

Penyaluran air bersih dilakukan dengan dukungan delapan mobil tangki dan 28 mobil profil tank, masing-masing berkapasitas 5.000 liter. Di sejumlah lokasi di wilayah Kecamatan Mentaya Hilir  Selatan  yang terdampak keterbatasan sumber air.

Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi sumber air baku yang terdampak masuknya air laut sehingga air menjadi asin dan tidak dapat digunakan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat.

Bupati menegaskan, penyaluran air bersih akan dilakukan secara berkelanjutan sesuai perkembangan kebutuhan masyarakat. Pemerintah desa diminta aktif menyampaikan laporan apabila persediaan air masyarakat kembali menipis.

“Kalau kepala desa melaporkan bahwa air sudah habis dan masyarakat kembali membutuhkan, tentu akan kita lakukan dropping lagi,” tegasnya.

Penanganan kebutuhan air bersih ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI, Polri, serta perusahaan yang turut mendukung melalui penyediaan armada distribusi.

Selain penanganan jangka pendek, Pemkab Kotim juga menyiapkan langkah jangka panjang untuk memperkuat ketersediaan air bersih di wilayah selatan. Salah satunya melalui rencana pembangunan instalasi pengolahan air tersendiri serta kajian terhadap teknologi pengolahan air laut menjadi air layak konsumsi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Kotim untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih, khususnya ketika kondisi kemarau berdampak terhadap ketersediaan sumber air baku.

Kepala BIN-Menkomdigi-Kepala BSSN Konsolidasi Perkuat Pertahanan Digital Indonesia

Jakarta, 16 September 2026 – Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) bersama Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melakukan konsolidasi demi memperkuat keamanan ekosistem digital nasional. Meutya pun menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga demi menjaga pertahanan digital Indonesia.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Komite Intelijen Pusat (Kominpus) yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di luar Kantor BIN, dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) sebagai tuan rumah perdana pada Rabu (16/9/2026).

Rapat tersebut dipimpin Kepala BIN (KaBIN) Jenderal TNI (Purn) M. Herindra sebagai Kepala Komite Intelijen Pusat (Kominpus) dan dihadiri Kepala BSSN Letnan Jenderal TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi. Pertemuan juga diikuti jajaran pimpinan dan perwakilan unsur intelijen, pertahanan, keamanan, penegakan hukum, serta kementerian/lembaga terkait seperti dari Polri, TNI, dan Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Meutya mengatakan, perkembangan teknologi digital telah menjadikan ruang digital sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat sekaligus kepentingan strategis nasional. Karena itu, pengamanan ekosistem digital tidak dapat dilakukan oleh satu kementerian atau lembaga secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan pertukaran informasi, koordinasi, dan langkah antisipatif yang terintegrasi.

“Keamanan ekosistem digital nasional merupakan tanggung jawab bersama. Kita perlu memastikan bahwa perkembangan teknologi dan ruang digital Indonesia berjalan seiring dengan kemampuan kita dalam mendeteksi, mencegah, dan merespons berbagai potensi ancaman,” ujar Meutya di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026).

Adapun rapat Kominpus menjadi ruang konsolidasi untuk membahas perkembangan situasi strategis yang berkaitan dengan keamanan nasional, termasuk dinamika dan potensi ancaman di ruang digital. Pertukaran perspektif antarlembaga diharapkan memperkuat kemampuan negara dalam mengantisipasi risiko sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih luas.

Salah satu pembahasan dalam rapat adalah percepatan penanganan konten negatif, seperti konten terorisme, pornografi anak, narkoba, judi online, serta disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian (DFK). Penanganan berbagai jenis konten tersebut membutuhkan koordinasi lintas lembaga agar informasi yang tersedia dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.

“Konten negatif memiliki dampak yang nyata terhadap keamanan dan masyarakat. Karena itu, sinergi antarlembaga harus diperkuat agar penanganannya semakin cepat, tepat, dan terukur,” tuturnya.

Meutya menambahkan, informasi intelijen dan kemampuan keamanan siber menjadi bagian penting untuk membaca perkembangan ancaman secara lebih dini dan menyusun respons yang tepat.

“Koordinasi seperti ini penting agar informasi yang dimiliki masing-masing lembaga dapat menjadi dasar pengambilan langkah yang lebih cepat dan terukur. Kita ingin membangun ekosistem digital yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga aman, tangguh, dan terlindungi,” jelas Meutya.

Dalam forum tersebut, Meutya juga menekankan bahwa penguatan keamanan digital perlu berjalan seiring dengan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik. Sebab transformasi digital yang semakin luas membuat ketahanan sistem digital menjadi bagian penting dari ketahanan nasional.

“Semakin banyak aktivitas masyarakat dan negara berpindah ke ruang digital, semakin besar pula kebutuhan untuk memastikan ruang tersebut terjaga. Kita harus membangun kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem digital Indonesia melalui keamanan, perlindungan, dan tata kelola yang kuat,” tutup Meutya.

Pemkab Kotim Libatkan Perusahaan Perkebunan Perkuat Penanganan Karhutla

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satunya dengan melibatkan perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah Kotim untuk meningkatkan dukungan pemadaman dan pendinginan di lapangan.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi evaluasi penanggulangan karhutla bersama perusahaan perkebunan di Sampit, Rabu (16/9/2026). Rapat dipimpin Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor sebagai tindak lanjut evaluasi penanganan karhutla dan kondisi kekeringan yang masih berlangsung.

Bupati menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan sangat diperlukan, terutama karena sejumlah titik kebakaran berada cukup jauh dari sumber air sehingga membutuhkan dukungan armada dan peralatan dari perusahaan yang lokasinya paling dekat dengan titik api.

“Kami meminta perusahaan yang lokasinya paling dekat dengan titik api untuk membantu pemadaman dan pendinginan, sehingga api tidak semakin meluas,” ujar Halikinnor.

Dalam rapat tersebut, Pemkab Kotim juga memaparkan peta sebaran titik kebakaran untuk mengidentifikasi lokasi yang membutuhkan penanganan segera. Sejumlah titik kebakaran masih ditemukan di kawasan perkotaan, termasuk Kecamatan Baamang, Mentawa Baru Ketapang dan Seranau.

Salah satu kendala yang dihadapi di lapangan adalah keterbatasan sumber air akibat kondisi kemarau. Karena itu, Pemkab Kotim meminta setiap perusahaan untuk menyiagakan minimal satu armada lengkap dengan pengemudi dan tangki air guna memperkuat dukungan pemadaman.

“Kita membutuhkan armada tambahan karena salah satu kendala utama saat ini adalah sumber air. Dengan dukungan armada perusahaan, penanganan di lapangan dapat lebih cepat,” jelas Bupati.

Dukungan tersebut mendapat respons positif dari perusahaan perkebunan. Wakil Ketua I GAPKI Kalimantan Tengah sekaligus Ketua GPPI Kotim, Seruyan dan Katingan, Siswanto, menyatakan bahwa perusahaan perkebunan siap mendukung langkah pemerintah daerah dalam penanggulangan karhutla.

Perusahaan tidak hanya melakukan pengamanan di wilayah masing-masing, tetapi juga menyiagakan personel dan armada untuk membantu apabila terjadi kebakaran di sekitar wilayah usaha yang masih dapat dijangkau.

Pemkab Kotim mengapresiasi komitmen perusahaan yang telah berpartisipasi dalam penanganan karhutla. Bupati menegaskan bahwa kolaborasi pemerintah, TNI, Polri dunia usaha dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan kebakaran.

Selain pemadaman, upaya pencegahan juga terus diperkuat melalui pemantauan titik panas dan titik api serta patroli di sekitar wilayah rawan kebakaran.

Bupati kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas pembakaran maupun titik api kepada aparat terdekat, termasuk pemerintah desa, kecamatan, TNI, Polri, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Penanganan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Kita membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak agar kebakaran dapat segera ditangani dan tidak meluas,” tegasnya.

Pemkab Kotim memastikan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat selama kondisi rawan karhutla berlangsung, sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat, lingkungan, serta mencegah meluasnya dampak kebakaran.

Pemkab Kotim Perkuat Sinergi dengan Bea Cukai Berantas Barang Kena Cukai Ilegal

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) mendukung upaya Bea Cukai Sampit dalam memperkuat pengawasan dan memberantas peredaran barang kena cukai (BKC) ilegal di wilayah Kotim.

Dukungan tersebut disampaikan Wakil Bupati Kotawaringin Timur Hj. Irawati saat menghadiri kegiatan pemusnahan Barang yang Menjadi Milik Negara (BMMN) hasil penindakan Bea Cukai Sampit, Selasa (15/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati mengapresiasi kinerja Bea Cukai Sampit beserta jajaran dalam melakukan penindakan terhadap peredaran barang kena cukai ilegal. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian penting dalam menjaga kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku sekaligus melindungi masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mengapresiasi kinerja Bea Cukai Sampit. Upaya penindakan terhadap barang ilegal perlu terus diperkuat karena berkaitan dengan penerimaan negara sekaligus perlindungan masyarakat,” ujar Irawati.

Berdasarkan hasil penindakan yang dilakukan Bea Cukai Sampit, barang yang dimusnahkan meliputi rokok ilegal dan minuman mengandung etil alkohol (MMEA) ilegal. Pemusnahan tersebut merupakan tindak lanjut setelah barang ditetapkan sebagai BMMN dan melalui proses sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemkab Kotim menilai pengawasan terhadap peredaran BKC ilegal membutuhkan sinergi lintas sektor. Hal ini mengingat distribusi barang di wilayah Kotim berlangsung melalui berbagai jalur, termasuk darat dan laut.

Karena itu, Pemkab Kotim siap memperkuat koordinasi bersama Bea Cukai, TNI, Polri, Kejaksaan serta instansi terkait lainnya dalam mendukung pengawasan dan pertukaran informasi terkait potensi peredaran barang ilegal.

“Sinergi lintas sektor sangat penting. Kita akan terus berkoordinasi dan mendukung upaya pengawasan, baik melalui jalur darat maupun jalur laut,” tegas Irawati.

Data Bea Cukai Sampit menunjukkan bahwa sepanjang 1 Januari 2025 hingga 31 Juli 2026 telah dilakukan 101 penindakan. Pada 2026, frekuensi penindakan tercatat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah kerja Bea Cukai Sampit sendiri meliputi Kotawaringin Timur, Seruyan dan Katingan.

Selain aspek penegakan aturan, pengawasan juga perlu disertai peran aktif masyarakat. Pemkab Kotim mengajak masyarakat untuk tidak membeli maupun memperdagangkan barang kena cukai yang tidak memenuhi ketentuan serta menyampaikan informasi kepada instansi berwenang apabila menemukan indikasi peredaran barang ilegal.

Pemkab Kotim bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat sinergi dan koordinasi guna mendukung pengawasan peredaran barang kena cukai, menjaga penerimaan negara, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.

Evaluasi 6 Bulan PP TUNAS, 28 Juta Anak Terlindungi, Kepatuhan Platform Meningkat

Enam bulan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS menjadi momentum bagi Kementerian Komunikasi dan Digital untuk mengevaluasi sejauh mana platform digital menjalankan kewajiban pelindungan anak.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penerapan kewajiban pelindungan anak mulai terukur melalui proses penilaian mandiri (self-assessment), verifikasi dan penetapan profil risiko Produk, Layanan, dan Fitur (PLF), hingga penerapan langkah dan fitur pelindungan anak pada sejumlah platform digital.

Melalui penerapan berbagai kewajiban tersebut, sekitar 28 juta anak di Indonesia telah mendapatkan pelindungan dari berbagai risiko di ruang digital.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan evaluasi enam bulan menjadi tahapan penting untuk memastikan kewajiban pelindungan anak tidak berhenti pada pemenuhan administratif, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret oleh penyelenggara platform digital.

“Enam bulan ini menjadi tahap penting untuk melihat apakah kewajiban pelindungan anak benar-benar dijalankan oleh platform. Kami melihat ada platform yang sudah mengambil langkah konkret, tetapi masih ada yang perlu memenuhi kewajibannya,” ujar Meutya dalam Konferensi Pers Progres Implementasi PP TUNAS di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin (14/09/2026).

Hingga 6 September 2026, sebanyak 252 PLF dari 94 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) telah menyelesaikan self-assessment.

Dari jumlah tersebut, Kemkomdigi telah menyelesaikan proses verifikasi terhadap 60 PLF, yang terdiri atas 38 PLF berprofil risiko rendah dan 22 PLF berprofil risiko tinggi.

Sebanyak 42 (empat puluh dua) PLF telah ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, sedangkan 18 (delapan belas) PLF lainnya telah memperoleh hasil verifikasi dan sedang dalam proses penetapan melalui penyusunan Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital.

Penerapan pelindungan anak juga terlihat dari berbagai langkah teknis yang mulai diterapkan oleh sejumlah platform digital.

Roblox, misalnya, menerapkan sistem age gate dan klasifikasi fitur berdasarkan usia serta secara otomatis mengalihkan sekitar 23 juta akun pengguna di bawah usia 16 tahun ke pengaturan pelindungan yang lebih ketat.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa implementasi PP TUNAS tidak hanya diarahkan pada pemenuhan kewajiban administratif, tetapi juga mendorong perubahan nyata pada desain, fitur, dan tata kelola layanan digital untuk memberikan pelindungan yang lebih kuat bagi anak.

Kemkomdigi masih memberikan kesempatan kepada seluruh PSE untuk menyelesaikan kewajiban self-assessment hingga 31 Desember 2026.

“Apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi, pemerintah dapat menetapkan secara langsung PLF terkait sebagai layanan berprofil risiko tinggi,” tandas Meutya.

Evaluasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan PP TUNAS dan tindak lanjut melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 yang mengatur lebih lanjut mengenai mekanisme penilaian mandiri, verifikasi, serta pelaksanaan kewajiban PSE dalam pelindungan anak.

Kemkomdigi memastikan evaluasi dan pengawasan akan terus dilakukan untuk melihat kesesuaian antara kewajiban yang telah ditetapkan dengan langkah nyata PSE dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak.

Berikut adalah 42 PLF yang telah ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital terdiri atas 28 PLF berprofil risiko rendah, yaitu:

Apple Arcade;
Lapak Gaming;
Itemku;
App Store;
Apple Books;
Situs Web Lazada Service;
OPPO Official Website;
Game Center & Games;
Google Shopping;
Livin’ Next-G;
Eidupay;
DANA;
UniPin;
Livin’ by Mandiri;
Netflix Kids Profile;
FaceTime;
iMessage;
Google Messages;
Gmail;
Canva Pendidikan;
iCloud Drive & Photos;
Siri;
YouTube Kids;
Google Maps;
Gemini;
Apple Maps;
Apple Invites; dan
Google Classroom.
Sementara itu, sebanyak 14 PLF telah ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital sebagai PLF berprofil risiko tinggi, yaitu:

Aplikasi Lazada;
Situs Web Lazada;
Blibli;
BMoney;
Vidio;
Hago App;
Pinterest;
SnackVideo;
X;
Sola Mahjong;
Goddess of Victory: NIKKE;
Age of Empires Mobile;
Valorant; dan
Teamfight Tactics Mobile.
Adapun 18 PLF lainnya telah memperoleh hasil verifikasi dan sedang dalam proses penetapan melalui penyusunan Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 PLF memiliki hasil verifikasi berprofil risiko rendah, yaitu:

Google Play;
PlayStation;
Apple Music;
Apple TV;
Spotify;
Ruangguru App dan Ruangguru Web-based;
Google Workspace;
Google Search;
Safari; dan
Google Photos.
Sementara itu, sebanyak 8 PLF lainnya memiliki hasil verifikasi berprofil risiko tinggi, yaitu:

Apple Podcasts;
WeTV (Layanan Streaming);
MAXStream TV;
Discord;
Telegram Messenger;
YouTube;
Ludo World–Ludo Superstar; dan
Crossfire: Legends.

Pemkab Kotim Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla hingga 30 September 2026

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 30 September 2026. Perpanjangan ini dilakukan karena masih ditemukan titik api serta sejumlah lokasi bekas kebakaran yang memerlukan penanganan dan pendinginan.

Bupati Kotawaringin Timur, H. Halikinnor, S.H., M.M., menyampaikan bahwa perpanjangan status tersebut bertujuan memastikan penanganan karhutla terus berjalan secara optimal dengan melibatkan seluruh unsur terkait.

“Mulai dari siaga kita tingkatkan menjadi tanggap dan kita perpanjang lagi sampai 30 September selama 15 hari,” ujar Bupati, Senin (14/9/2026).

Penanganan karhutla melibatkan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, TNI, Polri, perusahaan, serta unsur terkait lainnya. Dukungan sarana pemadaman juga terus dioptimalkan, termasuk bantuan pemerintah pusat berupa 10 unit tangki.

Berdasarkan laporan terbaru, terdapat 33 titik api di Kotim, dengan sembilan titik masih belum tertangani. Selain titik api baru, petugas juga melakukan pendinginan pada lokasi bekas kebakaran yang masih mengeluarkan asap.

Bupati menegaskan, Pemkab Kotim terus mengevaluasi teknik pemadaman, termasuk kemungkinan penerapan sistem estafet menggunakan embung portable untuk menjangkau lokasi yang jauh dari sumber air.

Keterbatasan air menjadi salah satu kendala utama akibat kondisi kemarau yang menyebabkan sejumlah parit dan sumber air mengering. Sumur bor yang dibangun Kodim turut membantu penanganan, namun kebutuhan peralatan pendukung seperti Alkon masih diperlukan.

Pemkab Kotim berkomitmen memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana penanganan karhutla serta memperkuat koordinasi lintas sektor agar upaya pemadaman dan pencegahan dapat berjalan efektif.

Sampaikan RAPBD 2027,Pemkab Kotim Fokus Penguatan Ekonomi dan Infrastruktur

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kotim, Senin (14/9/2026).

Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Hj. Irawati, S.Pd., M.A.P., menyampaikan bahwa penyusunan RAPBD 2027 mengacu pada RKPD serta KUA-PPAS yang telah disepakati bersama.

Arah kebijakan anggaran difokuskan pada penguatan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, antara lain melalui pengembangan UMKM, hilirisasi kelapa sawit, digitalisasi transaksi daerah, peningkatan konektivitas jalan dan jembatan, serta keberlanjutan program Kotim Bersih.

Di bidang pelayanan dasar, Pemkab Kotim tetap memprioritaskan pendidikan gratis jenjang SMP, beasiswa, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengendalian stunting yang mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam RAPBD 2027, pendapatan daerah dirancang sebesar Rp1,702 triliun, sedangkan belanja daerah sebesar Rp1,736 triliun. Dengan demikian, terdapat defisit anggaran sebesar Rp34,041 miliar yang direncanakan ditutup melalui pembiayaan netto.

Wakil Bupati menegaskan, angka tersebut masih dapat berubah karena belum memperhitungkan sejumlah alokasi dana dari pemerintah pusat, termasuk DAK dan dana transfer lainnya.

Pemkab Kotim berharap seluruh tahapan pembahasan hingga penetapan APBD 2027 dapat diselesaikan tepat waktu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sertijab JPT Pratama Lingkup Pemkab Kotim, Bupati Tekankan Responsivitas dan Pelayanan

Serah terima jabatan (sertijab) pejabat pimpinan tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dan Sekretariat Daerah Kotawaringin Timur dilaksanakan pada Senin, 14 September 2026, bertempat di Lantai II Ruang Anggrek Tewu Setda Kotim.

Kegiatan tersebut dihadiri dan disaksikan langsung oleh Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor, S.H., M.M. Sertijab menjadi bagian penting dalam proses pergantian dan penataan jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, sekaligus momentum bagi para pejabat untuk menjalankan amanah dan tanggung jawab baru.

Dalam arahannya, Bupati Halikinnor secara khusus menyampaikan ucapan selamat kepada Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur yang baru. Ia menggambarkan posisi tersebut sebagai jabatan dengan tanggung jawab besar dalam menggerakkan roda pemerintahan.

“Untuk Pj Sekda yang baru, selamat bertugas. Jabatan Pj Sekda ini ibarat jadi kapten kapal sekaligus teknisi mesin. Kursinya memang empuk, tapi bantalannya sering bikin sulit tidur karena memikirkan anggaran dan koordinasi seluruh perangkat daerah,” ujar Halikinnor.

Bupati juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat pimpinan tinggi pratama yang menerima amanah baru. Menurutnya, posisi tersebut memiliki peran strategis sebagai pembantu utama Bupati dan Wakil Bupati dalam menjalankan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Menjadi pejabat pimpinan tinggi pratama itu ibarat jadi pembantu utama Bupati dan Wakil Bupati. Bedanya, kalau pembantu rumah tangga mengurus dapur rumah, sedangkan Bapak/Ibu mengurus dapur daerah dalam memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, kepada para camat yang baru dilantik, Halikinnor mengingatkan bahwa camat merupakan pemimpin wilayah yang menjadi salah satu tumpuan utama masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat kecamatan.

“Camat ini adalah jabatan paling sakti sekaligus sebagai pemimpin wilayah. Camat menjadi tumpuan utama warga dalam menyelesaikan beragam persoalan. Situasi ini menuntut kesiapan kita untuk responsif 24 jam,” tegasnya.

Ia meminta para camat untuk menjalankan amanah dengan mengedepankan komitmen pelayanan, memperluas kesabaran, serta membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Mari kita jalani amanah ini dengan komitmen pelayanan, memperluas rasa sabar, serta senantiasa menyapa warga dengan senyum dan ketulusan, termasuk saat memenuhi undangan silaturahmi di akhir pekan,” pesan Halikinnor.

Di akhir arahannya, Bupati meminta seluruh pejabat yang mendapat amanah baru agar segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Sekali lagi saya ucapkan selamat bekerja. Segera pelajari tugas pokok dan fungsi pada jabatan baru, identifikasi berbagai kendala program yang sedang berjalan, serta lakukan koordinasi internal secara cepat dan tepat,” pungkasnya.

Melalui sertijab ini, diharapkan para pejabat yang menerima amanah baru dapat segera menjalankan tugas secara optimal, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur.

103 Pejabat Dilantik, Diana Setiawan Dipercaya Menjabat Pj Sekda Kotawaringin Timur

Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) H. Halikinnor, S.H., M.M. melantik dan mengambil sumpah/janji 103 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, sekaligus mengangkat  Diana Setiawan, SE., MAP sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat (11/9/2026).

Sebanyak 103 pejabat yang dilantik terdiri dari *16 pejabat pimpinan tinggi pratama, 44 pejabat administrator, dan 43 pejabat pengawas*. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Bupati Kotim Nomor 800.1.3.3/775/BKPSDM.MP/2026.

Sementara itu, pengangkatan Diana Setiawan sebagai Pj Sekda ditetapkan melalui Keputusan Bupati Kotim Nomor 800.1.3.3/774/BKPSDM.MP/2026.

Dalam sambutannya, Bupati Halikinnor menegaskan bahwa pelantikan merupakan bagian dari penerapan *manajemen talenta* sekaligus upaya memperkuat tata kelola pemerintahan dan mempercepat kinerja pelayanan publik.

Bupati meminta seluruh pejabat yang baru dilantik segera melakukan konsolidasi, memperkuat koordinasi, serta bekerja dengan profesional, disiplin, berintegritas dan penuh tanggung jawab.

“Jangan berhenti pada kebanggaan jabatan. Tunjukkan hasil karya terbaik dari amanah yang saudara emban,” pesan Bupati.

Bupati juga mengingatkan pentingnya kekompakan seluruh pihak dalam menghadapi *Karhutla* yang saat ini menjadi salah satu tantangan daerah. Ia mengajak pemerintah daerah, TNI-Polri, dunia usaha, relawan dan masyarakat bersama-sama memperkuat penanganan Karhutla.

Bupati berharap para pejabat yang dilantik mampu menjalankan amanah dengan baik dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin optimal bagi masyarakat.

Maulid Nabi 1448 H, Wabup Kotim Ajak Masyarakat Perkuat Persaudaraan dan Kepedulian Hadapi Karhutla

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiah, kepedulian sosial dan kebersamaan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), khususnya dalam menghadapi musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (8/9/2026) tersebut berlangsung di Masjid Wahyu Al Hadi Islamic Center Sampit. Peringatan Maulid Nabi mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Memperkuat Ukhuwah Islamiah, Kepedulian dan Kebersamaan Menghadapi Musibah Karhutla dan Kabut Asap.”

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Kotawaringin Timur Hj. Irawati, S.Pd., M.A.P.  Sementara tausiah dalam peringatan tersebut disampaikan oleh Dr. K.H. Muhari, S.Ag., M.I.Kom. dari Banjarmasin.

Dalam sambutannya, Irawati menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun persaudaraan, kepedulian dan semangat saling membantu.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi semakin penting di tengah kondisi masyarakat yang saat ini menghadapi dampak karhutla dan kabut asap. Situasi tersebut membutuhkan kepedulian serta kebersamaan dari seluruh elemen masyarakat.

“Semangat persaudaraan dan toleransi yang diajarkan Rasulullah SAW hendaknya menjadi pedoman bagi kita untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan. Jangan sampai perbedaan menjadi sumber perpecahan,” ujar Irawati.

Ia mengatakan, Kabupaten Kotawaringin Timur merupakan daerah yang memiliki masyarakat dengan latar belakang yang beragam, baik agama, suku, budaya maupun kondisi sosial. Keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang harus terus dijaga dan dirawat bersama.

Irawati mengajak masyarakat menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun daerah. Menurutnya, persatuan dan kebersamaan menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana dan persoalan lingkungan yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

“Dalam kondisi seperti ini, kita harus saling peduli, saling membantu dan memperkuat gotong royong. Kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW,” katanya.

Selain masyarakat, Wakil Bupati juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus meningkatkan kepedulian sosial serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam situasi yang membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.

Ia berharap semangat kebersamaan yang dibangun melalui peringatan Maulid Nabi dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat diharapkan turut berperan dalam menjaga lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, serta saling membantu menghadapi dampak kabut asap.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat, berbagai persoalan yang dihadapi daerah diharapkan dapat ditangani secara bersama-sama.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiah, kepedulian dan kebersamaan, sekaligus mengimplementasikan keteladanan Rasulullah SAW dalam menjaga persatuan, membantu sesama dan menghadapi berbagai tantangan yang terjadi di tengah masyarakat.

Melalui semangat tersebut, masyarakat Kotawaringin Timur diharapkan semakin solid dalam menjaga keharmonisan serta bersama-sama menghadapi musibah karhutla dan kabut asap demi terciptanya lingkungan yang aman, sehat dan kondusif.

Pemkab Kotim Sambut Kunjungan Rombongan HKI dari Jerman, Dorong Pengenalan Budaya dan Kesenian Daerah

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyambut baik kunjungan rombongan Huria Kristen Indonesia (HKI) dari Jerman dalam rangka audiensi sekaligus mendukung upaya pengenalan budaya dan kesenian daerah kepada masyarakat internasional.

Kunjungan tersebut berlangsung pada Senin (7/9/2026) di Aula Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Kotawaringin Timur. Pertemuan tersebut dihadiri dan diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Umar Kaderi, S.H., M.Sc.

Dalam kesempatan tersebut, Umar Kaderi menyampaikan apresiasi atas kedatangan rombongan dari Jerman yang memiliki ketertarikan untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat, budaya dan kesenian yang berkembang di Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur sangat menyambut dan mengapresiasi kedatangan saudara dari Jerman untuk belajar budaya dan kesenian di sini,” ujar Umar Kaderi.

Menurutnya, kunjungan dari luar negeri seperti ini merupakan kesempatan positif bagi daerah untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Kotawaringin Timur.

Kotawaringin Timur memiliki keberagaman budaya dan kesenian yang tumbuh di tengah masyarakat. Keberagaman tersebut menjadi potensi daerah yang perlu terus dilestarikan sekaligus diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk masyarakat dari negara lain.

Umar Kaderi berharap para tamu dari Jerman dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai kehidupan sosial dan budaya masyarakat Kotawaringin Timur. Interaksi selama kunjungan juga diharapkan dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai keberagaman budaya.

“Semoga selama berada di Kotawaringin Timur, para tamu dapat mengenal lebih dekat budaya dan kesenian daerah serta mendapatkan pengalaman yang baik dan berkesan,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur turut memberikan fasilitasi yang diperlukan selama rombongan berada di wilayah Kotim. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu kelancaran rangkaian kegiatan sekaligus memberikan kesempatan kepada rombongan untuk melihat secara langsung berbagai potensi budaya dan kesenian daerah.

Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas pengenalan potensi daerah ke tingkat internasional. Pertukaran budaya melalui kunjungan langsung dinilai dapat menjadi sarana untuk membangun pemahaman, mempererat hubungan antarmasyarakat serta memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada masyarakat dunia.

Pemkab Kotim berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada kunjungan semata, tetapi dapat menjadi awal terjalinnya hubungan yang lebih luas di masa mendatang, termasuk peluang kerja sama dalam bidang sosial, budaya maupun pengembangan potensi daerah.

Melalui dukungan dan keterbukaan terhadap kunjungan seperti ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berkomitmen untuk terus mendorong pelestarian sekaligus promosi budaya dan kesenian daerah, sehingga kekayaan budaya Kotim semakin dikenal dan diapresiasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Hari Lahir Adhyaksa ke-81, Bupati Halikinnor Perkuat Sinergi dengan Kejari Kotim untuk Pembangunan Daerah 

Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) H. Halikinnor, S.H., M.M., didampingi Sekretaris Daerah Kotim Umar Kaderi, S.H., M.Sc., menghadiri syukuran peringatan  Hari Lahir Adhyaksa ke-81 tahun 2026 di Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur, Rabu (2/9/2026).

Kedatangan Bupati Halikinnor disambut langsung Kepala Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur Edwin Ignatius Beslar, S.H., M.H., bersama jajaran.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Halikinnor menyampaikan ucapan selamat kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur beserta seluruh jajaran. Ia berharap Kejaksaan Republik Indonesia, khususnya jajaran Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur, terus meningkatkan profesionalisme, integritas dan pengabdian dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, saya mengucapkan selamat Hari Lahir Adhyaksa ke-81. Semoga Kejaksaan Republik Indonesia semakin profesional, berintegritas, dan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan serta memberikan pelayanan bagi masyarakat,” ujar Halikinnor.

Ia berharap momentum Hari Lahir Adhyaksa ke-81 dapat menjadi penguat komitmen bersama untuk terus membangun kerja sama yang positif, menjaga kepastian hukum, serta mendukung terciptanya iklim pembangunan daerah yang kondusif.

“Dengan semangat *“Menguatkan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas Menuju Indonesia Adil dan Makmur”, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Kejaksaan dan seluruh unsur Forkopimda dalam mewujudkan pemerintahan yang baik, pembangunan yang berkualitas serta pelayanan publik yang semakin optimal.

Bupati Halikinnor Tinjau Posko Karhutla BPBD Kotim, Pastikan Kesehatan Petugas dan Relawan Terjaga

Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) H. Halikinnor didampingi Dandim 1015/Sampit, Kapolres Kotim, serta sejumlah instansi terkait meninjau Posko Karhutla BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa (1/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan personel dalam menghadapi dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus memastikan kondisi kesehatan para petugas dan relawan yang selama ini terlibat dalam penanganan di lapangan.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati bersama rombongan melihat layanan kesehatan yang disediakan di Posko Karhutla sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan dan keselamatan petugas serta relawan. Layanan kesehatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan personel yang harus bekerja di tengah kondisi lapangan yang cukup berat, termasuk paparan asap dan aktivitas pemadaman dalam waktu yang cukup lama.

Layanan kesehatan tersebut disediakan dan didukung melalui kolaborasi berbagai pihak, di antaranya Palang Merah Indonesia (PMI), Apotik Surabaya, BRI, Pudding, Toko Mas Abadi, serta pihak-pihak lainnya yang turut memberikan dukungan bagi petugas dan relawan penanganan karhutla. Dukungan tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat dalam memastikan kesehatan personel tetap terjaga selama menjalankan tugas.

Bupati H. Halikinnor bersama rombongan juga turut melakukan pemeriksaan kesehatan di posko. Pemeriksaan meliputi pengecekan kondisi kesehatan sebagai bentuk perhatian sekaligus contoh bahwa kesehatan personel harus menjadi bagian dari kesiapsiagaan dalam penanganan karhutla.

Halikinnor menegaskan, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada upaya pemadaman, tetapi juga harus memperhatikan keselamatan dan kesehatan seluruh personel yang bertugas.

“Kita ingin memastikan petugas dan relawan yang berada di lapangan dalam kondisi sehat dan siap menjalankan tugas. Mereka bekerja cukup berat dalam penanganan karhutla, sehingga kesehatan harus kita perhatikan,” ujar Halikinnor.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan untuk mengetahui kondisi personel, terutama bagi mereka yang terlibat langsung dalam pemadaman dan penanganan karhutla.

“Kalau kondisi kesehatan mereka baik, tentu akan lebih siap dalam melaksanakan tugas. Jangan sampai karena terlalu fokus menangani karhutla, kesehatan petugas justru terabaikan,” katanya.

Bupati juga mengapresiasi kerja keras seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla, baik BPBD, TNI, Polri, instansi pemerintah, relawan maupun masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang memberikan dukungan terhadap layanan kesehatan di Posko Karhutla. Menurutnya, dukungan tersebut sangat membantu dalam menjaga kondisi fisik petugas dan relawan selama menjalankan tugas di lapangan.

Ia berharap sinergi dan koordinasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga penanganan karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur dapat dilakukan secara cepat, terpadu dan tetap mengutamakan keselamatan personel.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas dan relawan yang terus bekerja di lapangan, termasuk pihak-pihak yang memberikan dukungan terhadap layanan kesehatan. Mari kita bersama-sama menjaga Kotim dari ancaman karhutla dan tetap mengutamakan keselamatan serta kesehatan dalam setiap pelaksanaan tugas,” pungkasnya.