Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Berita

Bupati Kotim Kerahkan Dua Ekskavator untuk Percepat Penanganan Karhutla di Kawasan Bandara H. Asan Sampit

Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, terus diperkuat.

Pemerintah Kabupaten Kotim menurunkan dua unit alat berat berupa ekskavator untuk membantu proses pemadaman sekaligus mencegah meluasnya kebakaran di kawasan sekitar Bandara H Asan Sampit.

Langkah tersebut dipimpin langsung Bupati Kotim Halikinnor yang didampingi Dandim 1015/Sampit, Kapolres Kotim, serta sejumlah instansi terkait saat meninjau lokasi penanganan karhutla, Selasa (1/9/2026).

Di tengah kondisi lahan gambut yang masih berpotensi terbakar, suara mesin alat berat mulai bekerja membuka jalur di area yang selama ini sulit dijangkau petugas.

Langkah tersebut dipimpin langsung Bupati Kotim Halikinnor yang didampingi Dandim 1015/Sampit, Kapolres Kotim, serta sejumlah instansi vertikal saat meninjau lokasi penanganan karhutla, Selasa (1/9/2026).

Di tengah kondisi lahan gambut yang masih berpotensi terbakar, suara mesin alat berat mulai bekerja membuka jalur di area yang selama ini sulit dijangkau petugas.

Jalur tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai akses pemadaman, tetapi juga menjadi sekat bakar untuk menahan pergerakan api.

Halikinnor mengatakan dua ekskavator yang diturunkan memiliki tugas utama membuat kanal, sekat bakar, serta membuka jalan menuju titik-titik kebakaran yang berada jauh di dalam kawasan lahan.

“Hari ini kita menurunkan dua alat berat berupa ekskavator yang kegunaannya untuk membuat kanal dan sekat bakar, sekaligus membuat jalan bagi petugas pemadaman agar lebih mudah masuk ke daerah-daerah yang berada di bagian dalam,” kata Halikinnor.

Menurutnya, keberadaan jalur tersebut diharapkan mampu mempercepat mobilisasi personel sekaligus menjadi penghalang alami agar api tidak merambat ke wilayah lain.

“Jalan ini harapannya juga berfungsi sebagai kanal dan sekat bakar untuk menahan agar api tidak melebar ke mana-mana,” ujarnya.

Ia menjelaskan, fokus pengerjaan saat ini berada di kawasan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara H Asan Sampit yang menjadi salah satu area prioritas perlindungan.

Selain pembangunan kanal dan sekat bakar, alat berat juga akan digunakan untuk membuat kolam atau embung penampungan air apabila ditemukan lokasi yang memungkinkan.

“Selain pemadaman yang terus berjalan, kita juga dibantu alat berat untuk membuat kanal-kanal. Jika ada kawasan yang memungkinkan, kita gali untuk membuat tampungan air sehingga bisa dimanfaatkan dalam proses pemadaman,” jelasnya.

Di sisi lain, dukungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) juga terus diperkuat sejak status tanggap darurat karhutla diperpanjang.

Pemkab Kotim Gelar Sholat Istisqa, Mohon Hujan di Tengah Kemarau dan Karhutla

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar Sholat Istisqa dengan mengangkat tema  “Menundukkan Hati, Memohon Rahmat dan Ampunan Allah SWT” , Kamis, 27 Agustus 2026, di Halaman Pemda Kotim.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kotawaringin Timur H.Halikinnor, S.H., M.M., bersama Wakil Bupati Kotim, jajaran  Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kotawaringin Timur , jajaran pemerintah daerah, serta masyarakat.

Sholat Istisqa dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan, khususnya di tengah kondisi kemarau dan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kotawaringin Timur.

Bupati Halikinnor menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk berserah diri kepada Allah SWT sekaligus memohon agar Kabupaten Kotim diberikan hujan dan terhindar dari berbagai musibah.

“Kegiatan ini bertujuan untuk berserah diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meminta agar mudah-mudahan kita diberikan hujan, karena belakangan ini kita dihadapkan dengan cobaan karhutla yang masih sampai sekarang,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi karhutla yang terjadi juga dapat menjadi bahan introspeksi bersama agar masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan. Alam perlu dijaga dan dirawat agar tetap memberikan manfaat bagi kehidupan.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menyadari bahwa upaya menghadapi berbagai bencana tidak hanya membutuhkan ikhtiar manusia, tetapi juga doa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.

“Dan mungkin saja ini teguran agar kita lebih bisa menjaga alam kita dan merawatnya. Kita juga sadar perlu melibatkan yang ada di atas,” tambahnya.

Melalui pelaksanaan Sholat Istisqa ini, Pemkab Kotim berharap hujan segera turun sehingga dapat membantu mengatasi kondisi kemarau serta mengurangi potensi terjadinya karhutla.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, serta bersama-sama memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Pemkab Kotim Terapkan Belajar dari Rumah Selama Tanggap Darurat Karhutla

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengambil langkah perlindungan terhadap peserta didik di tengah meningkatnya risiko kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Melalui Surat Edaran Bupati Kotawaringin Timur Nomor 400.3.1/1182/DISDIK-1/2026, Pemkab Kotim menetapkan pelaksanaan Belajar dari Rumah (BDR) bagi satuan pendidikan selama masa tanggap darurat bencana karhutla. Kebijakan tersebut ditetapkan pada 20 Agustus 2026.

Kebijakan ini mencakup satuan PAUD, SD, SMP, serta satuan pendidikan nonformal di Kabupaten Kotawaringin Timur. BDR diberlakukan sejak surat edaran diterbitkan hingga kondisi kualitas udara kembali pada kategori baik atau sehat, dengan tetap memperhatikan perkembangan status tanggap darurat karhutla di daerah.

Bupati Kotim Halikinnor menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan meliburkan sekolah, melainkan mengalihkan proses pembelajaran dari tatap muka menjadi pembelajaran dari rumah untuk menjaga keberlangsungan pendidikan sekaligus melindungi kesehatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

“Keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi prioritas, sementara proses pembelajaran tetap harus berjalan melalui Belajar dari Rumah hingga kondisi memungkinkan untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka.”tegas bupati

Langkah ini diambil seiring kondisi karhutla Kotim yang masih memerlukan kewaspadaan tinggi. Pemkab sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat karhutla dan kekeringan sejak 30 Juli hingga 26 Agustus 2026, dan tengah mempertimbangkan perpanjangan status tersebut melihat kondisi kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga September.

Dengan kebijakan ini, pemerintah daerah berharap proses pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan anak-anak di tengah kondisi kabut asap.

 

foto : istimewa

Pemkab Kotim Perkuat Penanganan Karhutla melalui Sinergi OPD, TNI dan Polri

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan perangkat daerah, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya.

Bupati Kotim H. Halikinnor menyampaikan, pemerintah daerah bersama TNI dan Polri terus melaksanakan pemadaman di lapangan hingga malam hari. Dukungan juga diperkuat dengan mengerahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membantu penyediaan air melalui armada tangki masing-masing.

Langkah tersebut dilakukan menyusul kembali munculnya sejumlah titik api yang sebelumnya telah berhasil dipadamkan. Pada Jumat (21/8/2026), sekitar 12 titik api terpantau di wilayah sekitar Kota Sampit.

Selain pemadaman, pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api dan mengoptimalkan upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas. Masyarakat turut diminta berperan aktif dengan melakukan pemantauan di lingkungan masing-masing dan segera melaporkan apabila menemukan dugaan pembakaran lahan secara sengaja.

“Saya minta bantuan masyarakat untuk memonitor lingkungan masing-masing. Jika memang ada yang sengaja membakar, segera laporkan kepada pihak berwajib,” ujar Halikinnor saat turut memantau proses pemadaman karhutla di Jalan H.M. Arsyad, Jumat (21/8/2026).

Bupati menjelaskan, salah satu kendala dalam penanganan karhutla saat ini adalah keterbatasan sumber air. Kondisi cuaca yang panas menyebabkan sejumlah embung dan sumur bor yang selama ini menjadi sumber air untuk pemadaman mengalami kekeringan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah dalam memperkuat kesiapsiagaan dan dukungan sumber daya untuk penanganan karhutla, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air di lokasi kejadian.

Halikinnor menyampaikan apresiasi kepada seluruh OPD, TNI, Polri, petugas pemadam, serta unsur terkait yang telah berperan aktif dalam upaya penanganan karhutla. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat kepedulian dan semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Bupati Halikinnor Ajak Masyarakat Bersama Cegah Karhutla Meluas

Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) H. Halikinnor mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas, khususnya di sekitar kawasan permukiman.

Imbauan tersebut disampaikan Halikinnor saat memantau langsung penanganan karhutla di Jalan H.M. Arsyad, Sampit, Jumat (21/8/2026).

Ia meminta masyarakat segera mengambil langkah apabila menemukan titik api kecil di sekitar lingkungan. Menurutnya, penanganan sejak dini penting agar api tidak semakin meluas dan mengancam permukiman warga.

“Kalau ada mulai titik api kecil, segera dipadamkan dulu mumpung masih kecil. Jangan sampai melebar. Kita mengutamakan pemadaman di lingkungan permukiman untuk menjaga rumah-rumah masyarakat,” ujar Halikinnor.

Halikinnor menegaskan, penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterbatasan armada dan sumber air menjadi tantangan dalam menghadapi kondisi karhutla yang terus berkembang.

Karena itu, ia mengajak dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat untuk turut membantu upaya pemadaman sesuai kemampuan masing-masing.

“Memadamkan api ini bukan tanggung jawab pemerintah saja, tapi tanggung jawab bersama. Tolong kita sama-sama berkolaborasi, bersinergi dan bergotong royong untuk sama-sama memadamkan,” tegasnya.

Ia berharap kepedulian dan keterlibatan masyarakat dapat mempercepat penanganan titik api sekaligus mencegah kebakaran menjalar ke kawasan permukiman dan membahayakan rumah warga.

OPD Kotim Bergerak Distribusikan Air dan Dukung Pemadaman Karhutla

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam upaya penanganan di lapangan.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah OPD turut terlihat aktif mendukung petugas dengan mendistribusikan air ke lokasi kebakaran. Armada yang dikerahkan dilengkapi tandon atau tangki air serta mesin pompa untuk memastikan kebutuhan air bagi proses pemadaman tetap tersedia.

Distribusi air dilakukan secara berkelanjutan untuk membantu petugas pemadam yang tengah melakukan penyiraman dan pengendalian api. Dukungan tersebut juga diharapkan mempercepat penanganan sekaligus mencegah api meluas ke area lainnya.

Keterlibatan OPD tidak hanya terbatas pada penyediaan dan distribusi air. Masing-masing perangkat daerah turut memberikan dukungan sesuai tugas, kemampuan, dan sumber daya yang dimiliki sebagai bagian dari sinergi lintas sektor dalam menghadapi karhutla.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Kotim Halikinnor agar seluruh OPD turut mengambil peran dan tidak hanya berfokus pada tugas pemerintahan rutin, tetapi juga hadir membantu masyarakat ketika terjadi kondisi darurat.

Bupati menekankan pentingnya kebersamaan dan gotong royong dalam menghadapi karhutla yang dalam beberapa waktu terakhir membutuhkan penanganan serius. Dukungan personel, armada, peralatan, maupun suplai air menjadi bagian penting dalam memperkuat respons pemerintah daerah di lapangan.

Pemkab Kotim juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Melalui sinergi pemerintah daerah, petugas pemadam, aparat, dan masyarakat, penanganan karhutla diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif sehingga dampaknya terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.

Bupati Kotim Dorong Penguatan Karakter dan Cinta Budaya Sejak Usia Dini

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus mendorong penguatan karakter dan kecintaan terhadap budaya daerah sejak usia dini melalui Gebyar PAUD dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, yang dirangkai dengan peluncuran buku Aku Cinta Budaya Dayak di Atrium Citimall Sampit, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor, S.H., M.M. dan diikuti ratusan anak PAUD dari berbagai sekolah di Kotim. Bupati mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang menyenangkan dan membangun karakter anak.

Salah satu kegiatan yang digelar adalah lomba mewarnai kipas yang diikuti 510 peserta anak TK se-Kotawaringin Timur. Selain menjadi wadah kreativitas, kegiatan ini juga mengenalkan unsur budaya lokal kepada anak melalui aktivitas yang menyenangkan.

Penguatan kecintaan terhadap budaya daerah turut diwujudkan melalui peluncuran buku Aku Cinta Budaya Dayak karya Ermawati, SE., M.Pd. Buku tersebut memperkenalkan budaya Dayak dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Dayak, dan Inggris, serta dilengkapi QR Code untuk mendukung pembelajaran interaktif.

Pemkab Kotim menilai pengenalan budaya sejak dini penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya kreatif dan percaya diri, tetapi juga memiliki karakter serta kebanggaan terhadap identitas daerah.

Melalui sinergi pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, Gebyar PAUD diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama menyiapkan generasi Kotawaringin Timur yang berkarakter, kreatif, dan mencintai budaya daerah.

Sinergi Purnabakti dan Generasi Muda, Pemkab Kotim Dorong PWRI Jadi Inspirasi Pembangunan Daerah

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) terus mendorong peran aktif para purnabakti dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus menjadi sumber inspirasi dan pembimbing bagi generasi muda.

Komitmen tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Kotawaringin Timur, Wim R.K. Benung, saat membacakan sambutan tertulis Bupati Kotim pada Acara Syukuran Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Tahun 2026, Kamis (20/8). Kegiatan berlangsung di Cafe Atlas, Jalan S. Parman, Sampit.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Wim, disampaikan bahwa pengalaman, pengetahuan, serta keteladanan yang dimiliki para anggota PWRI merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi kemajuan daerah.

Masa purnabakti, lanjutnya, bukan berarti berakhirnya pengabdian. Para wredatama tetap memiliki ruang untuk berkontribusi melalui pemikiran, pengalaman, nasihat, dan keteladanan kepada masyarakat maupun generasi penerus.

“Masa purna bakti tetap menjadi masa yang produktif, sejahtera, dan bermartabat. Pengalaman para wredatama sangat dibutuhkan untuk menjadi sumber inspirasi, memberikan nasihat, serta membimbing generasi muda agar memiliki karakter, integritas, dan semangat membangun daerah,” ujar Wim saat membacakan sambutan Bupati.

Mengusung tema “Satu Tekad, Satu Jiwa, Memperkokoh Solidaritas Wredatama Demi Kesejahteraan Bersama”, peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sekaligus memperluas kontribusi PWRI dalam pembangunan.

Pemkab Kotim berharap PWRI dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah, terutama melalui penyampaian pemikiran, pengalaman, dan masukan konstruktif dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Sinergi antara pemerintah, para purnabakti, generasi muda, dan seluruh elemen masyarakat dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan. Pengalaman generasi terdahulu dapat menjadi pijakan, sementara energi dan inovasi generasi muda menjadi kekuatan untuk membawa daerah menuju masa depan yang lebih baik.

Selain memperkuat solidaritas antaranggota, kegiatan syukuran ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara PWRI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Semangat kebersamaan dan gotong royong diharapkan terus tumbuh sebagai kekuatan bersama dalam mewujudkan Kotawaringin Timur yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.

Bupati Kotim Pantau Posko Karhutla

Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang semakin parah mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor, S.H., M.M., turun langsung memantau Pos Jaga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Selasa (18/8/2026).

 

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh unsur yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Karhutla berada dalam kondisi siap menghadapi potensi maupun kejadian karhutla di lapangan.

Bupati Halikinnor melihat langsung kondisi posko serta kesiapan personel yang melaksanakan tugas jaga, termasuk perwakilan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Ia didampingi Wakil Koordinator III Satgas Karhutla Rihel dan Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam.

Menurut Bupati, meningkatnya kondisi karhutla membutuhkan kesiapsiagaan yang lebih kuat, terutama dalam melakukan pemantauan, pencegahan, deteksi dini, hingga respons cepat apabila terjadi kebakaran.

“Kita akan terus memantau dan melihat kesiapan dari petugas jaga, termasuk perwakilan dari OPD,” ujar Halikinnor.

Ia menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan petugas yang berada di lapangan. Keterbatasan jumlah personel menjadi salah satu tantangan, sehingga keterlibatan seluruh unsur dan peran aktif masyarakat sangat diperlukan.

“Saya minta masyarakat juga peka terhadap masalah karhutla ini. Personel kita terbatas. Namanya bencana alam, kita agak sulit menanggulanginya, tetapi setidaknya kita bisa mencegah dan mengurangi risikonya,” tegasnya.

Bupati juga meminta seluruh jajaran terkait untuk meningkatkan koordinasi dan kewaspadaan. Pemerintah daerah bersama BPBD, Satgas Karhutla, OPD, aparat, serta masyarakat harus bergerak secara terpadu agar setiap potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Kesiapsiagaan tersebut menjadi semakin penting di tengah kondisi karhutla yang terus berkembang. Selain penanganan ketika kebakaran terjadi, upaya pencegahan harus menjadi prioritas untuk menghindari meluasnya titik api dan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan maupun masyarakat.

Melalui pemantauan langsung ke Pos Jaga BPBD, Bupati memastikan kesiapan personel dan koordinasi lintas sektor terus berjalan. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.

Dengan sinergi dan kepedulian seluruh pihak, potensi karhutla di Kotim diharapkan dapat ditekan dan ditangani secara cepat, sehingga dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan.

 

Silaturahmi Kebangsaan HUT RI ke-81, Bupati Kotim Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menggelar Silaturahmi Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Futsal Indoor, Kompleks Stadion 29 November Sampit, Minggu (17/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor, SH., MM., Wakil Bupati Kotawaringin Timur, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, pimpinan instansi vertikal, jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, veteran dan pejuang kemerdekaan, Paskibraka, pimpinan dunia usaha, serta masyarakat Kotawaringin Timur.

Pada kesempatan tersebut, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada satuan organisasi vertikal dan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kinerja dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan daerah.

Penghargaan juga diberikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur atas dedikasi dan pengabdian dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, turut dilaksanakan penyerahan remisi kepada warga binaan pemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemberian remisi menjadi bagian dari momentum peringatan kemerdekaan sekaligus bentuk penghargaan atas pembinaan dan perubahan perilaku warga binaan selama menjalani masa pidana.

Dalam sambutannya, Bupati Halikinnor mengatakan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga meneguhkan tanggung jawab bersama dalam melanjutkan perjuangan melalui kerja nyata.

Menurutnya, mengisi kemerdekaan saat ini dilakukan dengan membangun daerah, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjaga persatuan, melindungi lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban di Kotawaringin Timur. Ia mengingatkan pentingnya mencegah konflik, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah persatuan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyoroti sejumlah tantangan pembangunan daerah, mulai dari peningkatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, perekonomian masyarakat hingga perluasan kesempatan bagi generasi muda. Pembangunan juga diharapkan terus menjangkau desa-desa dan wilayah pelosok agar masyarakat merasakan perubahan yang nyata.

Bupati juga mengajak seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesiapsiagaan pemerintah, dukungan dunia usaha, peran tokoh masyarakat, kepedulian generasi muda, serta kesadaran seluruh masyarakat.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan pentingnya semangat Habaring Hurung sebagai jati diri masyarakat Kotawaringin Timur. Semangat tersebut menjadi kekuatan untuk saling membantu, menguatkan, dan bekerja bersama dalam mencapai tujuan pembangunan daerah.

“Kita boleh berbeda suku, agama, budaya, dan latar belakang. Tetapi kita memiliki rumah yang sama yaitu Kotawaringin Timur,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum memperkuat tekad dan kebersamaan, menjaga lingkungan, mencegah karhutla, serta bersama-sama mewujudkan pembangunan yang membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

“Mari kita terus bergerak, mari kita terus berkarya, mari kita terus menjaga persatuan. Mari kita jaga Kotawaringin Timur,” pungkasnya.

Upacara HUT RI ke-81, Momentum Memperkuat Semangat Membangun Kotim

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menggelar Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Stadion 29 November Sampit, Senin (17/8/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor, SH., MM. bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati, S.Pd., M.AP., jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, TNI-Polri, ASN, pelajar, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat.

Rangkaian upacara ditandai dengan pengibaran Bendera Merah Putih oleh Paskibraka Kabupaten Kotawaringin Timur. Prosesi berlangsung tertib dan penuh penghormatan sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa para pahlawan serta perjuangan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Bupati Halikinnor mengatakan, peringatan HUT Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk memperkuat semangat bersama dalam melanjutkan perjuangan melalui pembangunan daerah.

Menurutnya, pembangunan Kotawaringin Timur membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dengan mengedepankan semangat gotong royong, persatuan, dan kerja nyata.

“Perjuangan kita hari ini adalah bekerja dan berkarya untuk membangun daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Halikinnor.

Ia mengajak seluruh masyarakat Kotawaringin Timur untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan serta bersama-sama mengisi kemerdekaan dengan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan daerah dan bangsa.

Apel Kehormatan dan Renungan Suci HUT RI ke-81 di TMP Batarung

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Batarung, Jalan Jenderal Sudirman Km 8 Sampit, Minggu (16/8/2026) menjelang tengah malam.

Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor, SH., MM. hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kotim. Kehadiran tersebut menjadi wujud penghormatan dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan bangsa dan negara.

Apel Kehormatan dan Renungan Suci berlangsung dalam suasana hening, khidmat, dan penuh penghormatan. Cahaya obor yang menerangi kawasan makam semakin menambah suasana sakral dalam prosesi penghormatan kepada para pahlawan.

Seluruh peserta mengikuti rangkaian prosesi dengan penuh kesungguhan hingga tepat pukul 00.00 WIB, sebagai bagian dari tradisi dalam memperingati detik-detik Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengenang jasa para pahlawan sekaligus meneruskan nilai-nilai perjuangan melalui pengabdian, persatuan, gotong royong, dan kerja nyata bagi kemajuan daerah serta bangsa Indonesia.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh generasi penerus agar senantiasa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta mengisi kemerdekaan dengan pembangunan dan karya terbaik.

70 Paskibraka Kotim Siap Kibarkan Sang Merah Putih pada HUT Kemerdekaan RI ke-81

Sebanyak 70 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) siap menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Kesiapan tersebut ditandai dengan pengukuhan Paskibraka Kotim oleh Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor pada Minggu (16/8/2026), di Gedung Futsal/Tennis Indoor Stadion 29 November Sampit. Pengukuhan turut dihadiri Wakil Bupati Kotim Irawati, Ketua DPRD Kotim Rimbun, unsur Forkopimda, serta para pelatih dan pembina Paskibraka.

Dari 70 anggota Paskibraka yang dikukuhkan, terdiri atas 43 putra dan 27 putri. Mereka telah menjalani rangkaian pembinaan dan latihan sebagai persiapan untuk melaksanakan tugas negara dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Bupati Halikinnor berpesan agar seluruh anggota Paskibraka menjaga kesehatan, kedisiplinan, konsentrasi dan kekompakan. Menurutnya, tugas mengibarkan bendera Merah Putih bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan amanah dan kehormatan bagi generasi muda untuk mengambil bagian dalam momentum bersejarah bangsa.

“Ini tugas yang berat, tetapi juga tugas yang mulia. Kita doakan mudah-mudahan seluruh anggota diberikan kesehatan dan dapat menjalankan tugas dengan baik, lancar dan khidmat,” ujar Halikinnor.

Ia juga mengingatkan para anggota Paskibraka agar tetap fokus dan menjaga kondisi hingga pelaksanaan upacara. Kesiapan fisik dan mental menjadi bagian penting agar seluruh rangkaian pengibaran Sang Merah Putih dapat terlaksana secara tertib dan sempurna.

Pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur dijadwalkan berlangsung di Lapangan Sepak Bola Stadion 29 November Sampit. Setelah dikukuhkan, seluruh anggota Paskibraka secara resmi mengemban amanah untuk melaksanakan tugas pengibaran bendera Merah Putih pada upacara tersebut.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka, pelatih, pembina, serta pihak-pihak yang telah mendukung proses pembinaan dan persiapan. Semangat, disiplin dan kekompakan para generasi muda tersebut diharapkan menjadi teladan dalam mengisi kemerdekaan dengan prestasi dan pengabdian.

Melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemkab Kotim juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat persatuan, menjaga semangat gotong royong dan bersama-sama mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata demi kemajuan Kabupaten Kotawaringin Timur.

 

Diskominfo Kotim Dorong Penguatan Pengawasan Anak di Ruang Digital

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mendorong penguatan pengawasan dan pendampingan terhadap anak di ruang digital menyusul temuan Densus 88 Antiteror Polri mengenai adanya anak usia sekolah di Kotim yang terpapar paham kekerasan melalui interaksi di dunia maya.

Hal tersebut disampaikan dalam kunjungan Komandan Tim Identifikasi dan Sosialisasi (Idensos) serta Pencegahan Densus 88, Iptu Ganjar Satrio, ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa (11/8/2026).

Iptu Ganjar menjelaskan, ruang digital dan permainan daring dapat dimanfaatkan pihak tertentu sebagai pintu masuk untuk membangun komunikasi dengan anak. Interaksi yang awalnya berlangsung melalui permainan atau media sosial dapat berlanjut ke platform komunikasi lain dan secara bertahap memengaruhi pola pikir anak.

Karena itu, penanganan tidak cukup dilakukan melalui intervensi sesaat. Diperlukan pendampingan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak sesuai tugas dan kewenangannya, termasuk pemerintah daerah, kepolisian, dunia pendidikan, DP3AP2KB, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, MUI, serta Kementerian Agama.

Kepala Diskominfo Kabupaten Kotawaringin Timur Cok Orda Putra Legawa menegaskan bahwa pencegahan menjadi tanggung jawab bersama, terutama keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat.

“Kita semestinya mulai sekarang lebih aware dan peduli terhadap anak-anak dan lingkungan kita, sehingga peristiwa atau kejadian ini dapat kita tekan dan minimalisir,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital memberikan banyak manfaat bagi anak, namun juga perlu diimbangi dengan literasi digital, pengawasan dan pendampingan yang tepat. Orang tua diharapkan mengetahui aktivitas digital anak, membangun komunikasi terbuka, serta memberikan pemahaman mengenai cara berinteraksi secara aman di internet.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga mendorong sekolah dan masyarakat untuk meningkatkan edukasi mengenai keamanan digital, mengenali potensi paparan konten kekerasan, serta segera berkoordinasi dengan pihak terkait apabila menemukan indikasi yang mengkhawatirkan.

Sinergi pemerintah daerah, aparat keamanan, keluarga, sekolah dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan ruang digital yang lebih aman sekaligus melindungi anak-anak Kotawaringin Timur dari berbagai bentuk pengaruh negatif di dunia maya.