Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Bupati Kotim Kerahkan Dua Ekskavator untuk Percepat Penanganan Karhutla di Kawasan Bandara H. Asan Sampit

Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, terus diperkuat.

Pemerintah Kabupaten Kotim menurunkan dua unit alat berat berupa ekskavator untuk membantu proses pemadaman sekaligus mencegah meluasnya kebakaran di kawasan sekitar Bandara H Asan Sampit.

Langkah tersebut dipimpin langsung Bupati Kotim Halikinnor yang didampingi Dandim 1015/Sampit, Kapolres Kotim, serta sejumlah instansi terkait saat meninjau lokasi penanganan karhutla, Selasa (1/9/2026).

Di tengah kondisi lahan gambut yang masih berpotensi terbakar, suara mesin alat berat mulai bekerja membuka jalur di area yang selama ini sulit dijangkau petugas.

Langkah tersebut dipimpin langsung Bupati Kotim Halikinnor yang didampingi Dandim 1015/Sampit, Kapolres Kotim, serta sejumlah instansi vertikal saat meninjau lokasi penanganan karhutla, Selasa (1/9/2026).

Di tengah kondisi lahan gambut yang masih berpotensi terbakar, suara mesin alat berat mulai bekerja membuka jalur di area yang selama ini sulit dijangkau petugas.

Jalur tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai akses pemadaman, tetapi juga menjadi sekat bakar untuk menahan pergerakan api.

Halikinnor mengatakan dua ekskavator yang diturunkan memiliki tugas utama membuat kanal, sekat bakar, serta membuka jalan menuju titik-titik kebakaran yang berada jauh di dalam kawasan lahan.

“Hari ini kita menurunkan dua alat berat berupa ekskavator yang kegunaannya untuk membuat kanal dan sekat bakar, sekaligus membuat jalan bagi petugas pemadaman agar lebih mudah masuk ke daerah-daerah yang berada di bagian dalam,” kata Halikinnor.

Menurutnya, keberadaan jalur tersebut diharapkan mampu mempercepat mobilisasi personel sekaligus menjadi penghalang alami agar api tidak merambat ke wilayah lain.

“Jalan ini harapannya juga berfungsi sebagai kanal dan sekat bakar untuk menahan agar api tidak melebar ke mana-mana,” ujarnya.

Ia menjelaskan, fokus pengerjaan saat ini berada di kawasan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara H Asan Sampit yang menjadi salah satu area prioritas perlindungan.

Selain pembangunan kanal dan sekat bakar, alat berat juga akan digunakan untuk membuat kolam atau embung penampungan air apabila ditemukan lokasi yang memungkinkan.

“Selain pemadaman yang terus berjalan, kita juga dibantu alat berat untuk membuat kanal-kanal. Jika ada kawasan yang memungkinkan, kita gali untuk membuat tampungan air sehingga bisa dimanfaatkan dalam proses pemadaman,” jelasnya.

Di sisi lain, dukungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) juga terus diperkuat sejak status tanggap darurat karhutla diperpanjang.

0 komentar

Belum ada komentar

Tuliskan pesan/tanggapan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *