Coffee Morning Jadi Forum Penguatan Koordinasi Pemkab Kotim Hadapi Isu Strategis Daerah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar Coffee Morning bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Senin (3/8/2026), di Rumah Jabatan Bupati Kotawaringin Timur. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Kotawaringin Timur, H. Halikinnor, tersebut menjadi forum koordinasi untuk membahas sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian pemerintah daerah, di antaranya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), penguatan kapasitas fiskal daerah, serta persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam rapat tersebut, Bupati juga menekankan pentingnya menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan dan penguatan semangat nasionalisme di tengah masyarakat. Untuk itu, ia menugaskan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar berkolaborasi dengan TNI, Polri, serta perangkat kecamatan dan kelurahan dalam melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat, pelaku usaha, serta instansi pemerintah agar memasang Bendera Merah Putih, umbul-umbul, dan dekorasi bernuansa kemerdekaan selama bulan Agustus.
“Satpol PP bersama TNI dan Polri agar turun langsung memberikan imbauan kepada masyarakat, pertokoan, pelaku usaha, dan perkantoran untuk memasang Bendera Merah Putih serta umbul-umbul. Momentum Hari Kemerdekaan harus kita semarakkan sebagai wujud cinta tanah air dan penghormatan kepada para pahlawan,” tegas Halikinnor.
Dalam arahannya, Bupati Halikinnor juga menegaskan bahwa penanganan karhutla harus menjadi perhatian seluruh jajaran pemerintah, terutama di tengah musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Ia meminta camat, lurah, kepala desa, hingga ketua RT dan RW untuk meningkatkan pengawasan serta mengintensifkan patroli di wilayah masing-masing guna mendeteksi potensi kebakaran sejak dini. Menurutnya, langkah pencegahan merupakan upaya paling efektif untuk meminimalkan dampak karhutla terhadap masyarakat.
“Saya meminta camat, lurah, kepala desa, hingga RT dan RW memperketat patroli dan pengawasan di wilayah masing-masing. Pencegahan harus dilakukan sedini mungkin agar tidak terjadi kebakaran yang berdampak luas,” tegasnya.
Bupati menambahkan, pengendalian karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah diminta terus memperkuat koordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dunia usaha, serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian karhutla sangat penting untuk menjaga kualitas udara, melindungi kesehatan masyarakat, serta memastikan aktivitas transportasi, termasuk operasional penerbangan di Bandara H. Asan Sampit, tetap berjalan dengan baik.
Selain isu penanganan karhutla, Bupati Halikinnor juga menyoroti tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah. Menurutnya, keterbatasan kemampuan keuangan daerah harus direspons dengan berbagai terobosan untuk memperoleh sumber pendanaan pembangunan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, lanjutnya, akan terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat guna memperoleh dukungan pendanaan melalui berbagai program strategis nasional. Di sisi lain, pemerintah daerah juga membuka peluang kerja sama dengan dunia usaha dan investor guna mempercepat pembangunan di berbagai sektor.
“Kondisi fiskal saat ini menuntut kita untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pembiayaan pembangunan. Karena itu, kita akan terus berupaya menjaring dukungan pemerintah pusat sekaligus menarik minat investor agar pembangunan di Kotawaringin Timur tetap berjalan optimal,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengibarkan Bendera Merah Putih di rumah, kantor, tempat usaha, fasilitas umum, maupun lingkungan masing-masing selama bulan Agustus. Menurutnya, partisipasi masyarakat merupakan simbol persatuan, nasionalisme, serta penghargaan atas jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa.
0 komentar