Gerakan Aksi Bergizi 2026, Pemkab Kotim Perkuat Upaya Cegah Anemia dan Wujudkan Generasi Sehat Berprestasi
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelaksanaan Gerakan Aksi Bergizi di Sekolah Tingkat SMA Tahun 2026 yang dipusatkan di SMAN 2 Sampit, Selasa (5/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis pemerintah daerah dalam membangun generasi muda yang sehat, produktif, dan berdaya saing melalui penguatan edukasi gizi, kesehatan fisik, serta kesehatan mental.
Gerakan yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur tersebut merupakan bagian dari program nasional percepatan pencegahan anemia pada remaja, khususnya remaja putri. Upaya ini dinilai penting mengingat Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2024 menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada remaja perempuan usia 15–24 tahun masih mencapai 15,5 persen. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi konsentrasi belajar, produktivitas, daya tahan tubuh, hingga kesehatan ibu dan anak di masa mendatang apabila tidak ditangani sejak dini.

Mewakili Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Asisten I Setda Kotim, Waren, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan memiliki karakter yang kuat.
“Melalui Gerakan Aksi Bergizi ini, kita ingin memastikan bahwa generasi muda Kotawaringin Timur tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki kondisi fisik dan mental yang sehat. Bangsa yang kuat lahir dari generasi yang sehat sejak usia remaja,” ujar Waren saat membacakan sambutan Pj. Sekretaris Daerah.
Ia menambahkan, keberhasilan program pencegahan anemia tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah mengajak kepala sekolah, guru, tenaga kesehatan, orang tua, serta berbagai pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung penerapan pola hidup sehat.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis sebagai tempat membentuk karakter, membangun kebiasaan hidup sehat, sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak usia remaja. Edukasi yang diberikan di lingkungan sekolah diharapkan mampu membentuk perilaku hidup sehat yang berkelanjutan hingga dewasa.
Berbagai kegiatan edukatif dan interaktif mewarnai pelaksanaan Gerakan Aksi Bergizi. Kegiatan diawali dengan senam bersama, dilanjutkan sarapan sehat, makan buah bersama, serta minum Tablet Tambah Darah (TTD) secara serentak oleh para siswa sebagai bagian dari upaya pencegahan anemia. Selain itu, dilakukan Deklarasi Sekolah Bebas Anemia sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung kesehatan remaja di lingkungan sekolah.
Tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, kegiatan ini juga menghadirkan psikolog yang memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental remaja. Materi tersebut menekankan bahwa kesehatan mental dan pemenuhan gizi yang baik merupakan dua aspek yang saling berkaitan dalam mendukung tumbuh kembang remaja menjadi generasi yang sehat, percaya diri, tangguh, dan mampu berprestasi.
Melalui pelaksanaan Gerakan Aksi Bergizi Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap budaya hidup sehat semakin mengakar di lingkungan sekolah. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya gizi seimbang, aktivitas fisik, konsumsi Tablet Tambah Darah, serta kesehatan mental, diharapkan lahir generasi muda Kotawaringin Timur yang unggul, produktif, bebas anemia, dan siap menjadi penerus pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.
0 komentar