Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Cegah Stunting Sejak Dini, Pemkab Kotim Gelar Gerakan Ibu Hamil Sehat di Cempaka Mulia

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Penggerakan Masyarakat Gerakan Ibu Hamil Sehat Tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2026 yang digelar di Puskesmas Cempaka Mulia, Kecamatan Cempaga, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Bergerak Mewujudkan Ibu Hamil Sehat, Persalinan Aman, dan Generasi Bebas Stunting” ini dibuka secara resmi oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kotawaringin Timur, Eka Bima Wardhana, mewakili Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur.

Dalam sambutan tertulis Pj. Sekretaris Daerah yang dibacakannya, Eka Bima Wardhana menegaskan bahwa kesehatan ibu hamil merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Masa kehamilan menjadi periode yang sangat menentukan terhadap tumbuh kembang janin, sehingga membutuhkan perhatian dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

“Kesehatan ibu hamil merupakan fondasi utama dalam melahirkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berkualitas. Oleh karena itu, menjaga kesehatan selama masa kehamilan bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu, tetapi juga memerlukan dukungan keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, dan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, upaya mewujudkan kehamilan yang sehat dapat dilakukan melalui pemeriksaan kehamilan secara rutin sesuai standar pelayanan kesehatan, pemenuhan gizi seimbang, konsumsi tablet tambah darah secara teratur, serta peningkatan kesadaran dalam mengenali tanda-tanda bahaya kehamilan sehingga penanganan medis dapat dilakukan sedini mungkin.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program kesehatan ibu dan anak. Sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi kemasyarakatan, kader Posyandu, hingga keluarga dinilai menjadi kunci dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi sekaligus mencegah lahirnya anak dengan risiko stunting.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui pendampingan, edukasi, serta pemantauan kondisi ibu hamil di tingkat desa dan kelurahan, kader Posyandu diharapkan mampu mendeteksi lebih dini berbagai faktor risiko, seperti anemia, Kekurangan Energi Kronis (KEK), maupun potensi bayi lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

Sebagai bentuk edukasi yang aplikatif, kegiatan ini tidak hanya diisi dengan penyuluhan dan sosialisasi mengenai pentingnya kesehatan ibu hamil, tetapi juga dilaksanakan aksi serentak minum Tablet Tambah Darah (TTD) dan makan telur bersama yang diikuti seluruh ibu hamil peserta kegiatan.

Aksi tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan kebutuhan zat besi dan protein selama masa kehamilan sebagai salah satu langkah efektif mencegah anemia, meningkatkan status gizi ibu, serta mendukung pertumbuhan janin secara optimal.

Melalui Gerakan Ibu Hamil Sehat Tahun 2026, Pemkab Kotim berharap seluruh ibu hamil semakin aktif memanfaatkan layanan pemeriksaan kehamilan di puskesmas maupun Posyandu, menerapkan pola hidup sehat, serta memperoleh pendampingan yang berkesinambungan hingga proses persalinan. Dengan demikian, target mewujudkan persalinan yang aman, menekan angka kematian ibu dan bayi, serta melahirkan generasi Kotawaringin Timur yang sehat, cerdas, dan bebas stunting dapat tercapai.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Bapperida, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), TP-PKK Kabupaten Kotawaringin Timur, TP Posyandu Kabupaten, Camat Cempaga beserta para kepala desa dan lurah, Kepala Puskesmas Cempaka Mulia, Kepala Puskesmas Kota Besi, para kader Posyandu, serta puluhan ibu hamil bersama suami maupun pendamping dari wilayah kerja Puskesmas Cempaka Mulia.

Melalui keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan. Dengan ibu yang sehat, persalinan yang aman, serta pemenuhan gizi yang optimal sejak dini, Kotawaringin Timur optimistis dapat mencetak generasi yang lebih sehat, tangguh, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

0 komentar

Belum ada komentar

Tuliskan pesan/tanggapan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *