Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Bupati Kotim Tinjau Kebakaran Lahan di Bagendang Hilir, Penanganan dan Bantuan Warga Jadi Prioritas

SAMPIT— Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gang Dahlia, Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga menghanguskan kebun milik warga yang menjadi sumber penghidupan mereka. Di tengah upaya pemadaman, keterbatasan suplai air menjadi salah satu kendala utama yang harus dihadapi petugas di lapangan.

Kondisi tersebut diketahui saat Bupati Kotawaringin Timur, H. Halikinnor, S.H., M.M., bersama Wakil Bupati Hj. Irawati, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah pejabat terkait meninjau langsung lokasi kebakaran.

Dalam peninjauan itu, Halikinnor menjelaskan bahwa lahan yang terbakar merupakan kebun karet milik warga. Api kemudian merembet ke arah barat hingga membakar sejumlah kebun sawit di sekitarnya.

Menurutnya, kondisi lahan yang didominasi tanah gambut membuat proses pemadaman semakin sulit. Api tidak hanya membakar vegetasi di permukaan, tetapi juga merambat di bawah permukaan tanah sehingga berpotensi memunculkan titik api baru.

“Kendala utama yang kita hadapi saat ini adalah suplai air. Petugas sudah berupaya maksimal melakukan pemadaman, tetapi ketersediaan air di lokasi menjadi tantangan tersendiri.” ujar Halikinnor.

Upaya pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan dengan memanfaatkan peralatan pemadam yang tersedia. Namun, angin kencang dan karakteristik tanah gambut membuat api sulit dikendalikan.

Titik api yang terlihat telah padam di permukaan dapat kembali menyala ketika tertiup angin. Kondisi ini mengharuskan petugas melakukan penyiraman secara berulang untuk memastikan bara api benar-benar terkendali.

Keterbatasan air pun menjadi persoalan penting karena proses pemadaman membutuhkan pasokan yang memadai dan berkelanjutan. Meski menghadapi berbagai kendala, tim gabungan tetap berupaya maksimal untuk mencegah api meluas ke area lainnya.

Halikinnor berharap hujan segera turun sehingga dapat membantu mengurangi intensitas kebakaran dan mempercepat proses pemadaman.

Di balik upaya mengendalikan api, dampak kebakaran terhadap kehidupan masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah daerah. Sejumlah warga mengalami kerugian karena kebun yang selama ini menjadi sumber penghasilan mereka ikut terbakar.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur akan melakukan pendataan terhadap warga terdampak sebagai dasar penyaluran bantuan melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat.

“Kita tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga harus memperhatikan kondisi masyarakat yang terdampak. Kebun mereka terbakar dan itu merupakan sumber penghidupan. Karena itu, warga yang terdampak perlu kita data agar penanganan dan bantuan dapat disiapkan sesuai kebutuhan.”ucapnya

Selain pendataan dan penyaluran bantuan, pemerintah daerah akan menyiapkan langkah antisipasi agar warga yang kehilangan sumber penghidupan tidak sampai mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Salah satu upaya yang disiapkan ialah pengadaan bantuan beras bagi warga terdampak melalui koordinasi dengan perangkat daerah terkait, dengan mempertimbangkan hasil pendataan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

0 komentar

Belum ada komentar

Tuliskan pesan/tanggapan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *