TPID Kotim Ikuti Rakornas Pengendalian Inflasi, Pastikan Pasokan Pangan Terkendali
SAMPIT — Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pengendalian inflasi secara daring dari Gedung B Sekretariat Daerah (Setda) Kotim, Selasa (3/11/2026). Rapat virtual ini dipimpin langsung oleh pihak kementerian terkait guna mengevaluasi serta menyelaraskan langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan di berbagai daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perbandingan IHK dan tingkat inflasi per September 2026 mencatatkan Kota Sampit pada angka IHK 112,55 dengan inflasi year-on-year (y-o-y) sebesar 4,21% dan month-to-month (m-to-m) di angka 0,62%. Selain itu, menurut data BPS, Kalimantan Tengah mengalami inflasi 17% pada komoditas beras.
Meskipun berada di atas rata-rata nasional, hasil pemantauan TPID diwakili oleh Kabid Perdagangan DKUKMPP Kotawaringin Timur, memastikan bahwa ketersediaan stok beras di Gudang Bulog Sampit terpelihara dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, tantangan di sektor distribusi sempat menjadi sorotan menyusul dinamika harga beras lokal dan komoditas premium yang didatangkan dari Pulau Jawa. Pemkab Kotim berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor, mengoptimalkan operasi pasar murah, serta memantau pergerakan harga komoditas secara berkala demi meredam gejolak inflasi. Langkah antisipatif ini diambil guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga dan ketersediaan pasokan pangan di Kotim senantiasa terkendali dengan baik. Inflasi Daerah (TPID) mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pengendalian inflasi secara daring dari Gedung B Sekretariat Daerah (Setda) Kotim, Selasa (3/11/2026). Rakor virtual ini dipimpin langsung oleh Sekjen Kemendagri guna mengevaluasi serta menyelaraskan langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan di berbagai daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perbandingan IHK dan tingkat inflasi per September 2026 mencatatkan Kota Sampit pada angka IHK 112,55 dengan inflasi year-on-year (y-o-y) sebesar 4,21% dan month-to-month (m-to-m) di angka 0,62%. Selain itu, menurut data BPS, Kalimantan Tengah mengalami inflasi 17% pada komoditas beras.
Meskipun berada di atas rata-rata nasional, hasil pemantauan TPID diwakili oleh Kabid Perdagangan DKUKMPP Kotawaringin Timur, memastikan bahwa ketersediaan stok beras di Gudang Bulog Sampit terpelihara dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, tantangan di sektor distribusi sempat menjadi sorotan menyusul dinamika harga beras lokal dan komoditas premium yang didatangkan dari Pulau Jawa. Pemkab Kotim berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor, mengoptimalkan operasi pasar murah, serta memantau pergerakan harga komoditas secara berkala demi meredam gejolak inflasi. Langkah antisipatif ini diambil guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga dan ketersediaan pasokan pangan di Kotim senantiasa terkendali dengan baik.
0 komentar