Pemkab Kotim Perkuat Koordinasi Lintas Sektor Antisipasi Dinamika Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menggelar rapat koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi berbagai dinamika yang kerap terjadi selama bulan suci Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Fokus utama pembahasan meliputi stabilitas harga pangan, kelancaran distribusi logistik, serta kesiapan angkutan penumpang.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kotim, Rafiq Riswandi, dan dilaksanakan sebagai bagian dari kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi Tahun Baru Imlek 2026, bulan suci Ramadhan, serta Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri.
“Berdasarkan paparan dari masing-masing pihak terkait, dapat disimpulkan bahwa ketersediaan barang atau bahan pokok saat ini cukup baik, harga relatif terkendali, serta distribusi barang dan penumpang masih dalam kondisi aman,” ujar Rafiq usai memimpin rapat koordinasi, Jumat (13/02/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kotim, serta instansi vertikal dan pemangku kepentingan terkait, di antaranya BMKG Kotim, KSOP Kelas III Sampit, operator pelayaran, BPS Kotim, hingga penyedia jasa peti kemas.
Rafiq menegaskan bahwa rapat koordinasi ini bukan sekadar agenda rutin menjelang Ramadhan, melainkan langkah strategis dan krusial untuk memastikan stabilitas sosial dan ekonomi di tengah masyarakat. Sejumlah isu dibahas secara komprehensif, mulai dari ketersediaan dan stabilitas harga pangan, keamanan dan ketertiban umum, pengaturan lalu lintas, hingga kesiapan angkutan mudik dan balik Lebaran.
Ia menyampaikan bahwa berdasarkan laporan OPD dan instansi terkait, kondisi harga dan pasokan pangan masih tergolong stabil, meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, namun selisihnya dinilai tidak signifikan.
“Terkait arus mudik, hal ini juga sudah kita koordinasikan. Salah satunya dari pihak PT Pelni yang menyampaikan akan ada penambahan dua armada kapal selama Ramadhan untuk mengakomodasi potensi lonjakan penumpang. Secara umum, semuanya berjalan dengan baik,” jelasnya.
Meski demikian, Rafiq tetap mengingatkan seluruh pihak terkait agar tidak lengah dan terus menindaklanjuti hasil rapat koordinasi tersebut. Penguatan komunikasi dan kolaborasi lintas sektor dinilai sangat penting, terutama untuk merespons dinamika di lapangan yang berpotensi terjadi di luar perkiraan.
Sejalan dengan paparan BMKG Kotim, prakiraan cuaca pada periode Februari hingga Maret 2026 diperkirakan relatif stabil, khususnya dari sisi ketinggian gelombang laut, sehingga pengiriman logistik melalui jalur laut dinilai aman. Namun, Rafiq menegaskan bahwa kewaspadaan tetap diperlukan mengingat cuaca dapat berubah sewaktu-waktu.
“Ketergantungan Kotim terhadap pasokan dari luar pulau masih cukup tinggi. Jika terjadi hambatan distribusi, tentu bisa berdampak pada gejolak harga di pasaran. Karena itu, koordinasi harus terus diperkuat,” ujarnya.
Ke depan, Pemkab Kotim membuka peluang untuk menggelar rapat koordinasi lanjutan secara berkala, baik mingguan maupun dua mingguan, guna memastikan seluruh aspek benar-benar terkendali.
“Apabila diperlukan, kita siap melaksanakan rapat secara rutin agar kondisi daerah tetap aman, terkendali, dan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan serta merayakan Idul Fitri dengan nyaman,” pungkas Rafiq.
0 komentar