Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Ketua TP Posyandu Kotim Tekankan Pemantauan Tumbuh Kembang Anak dan Pendidikan Dini untuk Cegah Stunting

Ketua Tim Penggerak (TP) Posyandu Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Hj. Khairiah Halikinnor, menegaskan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan sebagai langkah strategis dalam menekan angka stunting. Selain itu, ia juga menekankan perlunya perhatian serius terhadap pendidikan anak sejak usia dini sebagai fondasi dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Hal tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Posyandu Anggur, Kamis (21/05), dalam rangka pemantauan implementasi Transformasi Posyandu yang mengusung tema “Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM): Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat.”

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur untuk memastikan pelaksanaan transformasi Posyandu berjalan optimal di tingkat masyarakat. Program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pelayanan dasar yang terintegrasi dan mudah diakses oleh seluruh warga.

Dalam arahannya kepada kader Posyandu dan masyarakat yang hadir, Hj. Khairiah menekankan bahwa pemantauan tumbuh kembang anak harus dilakukan secara rutin dan menyeluruh. Menurutnya, deteksi dini terhadap permasalahan gizi dan kesehatan anak menjadi kunci penting dalam upaya pencegahan stunting.

“Kita harus terus memantau tumbuh kembang anak-anak kita dengan seksama. Ini sangat penting agar angka stunting di Kabupaten Kotawaringin Timur dapat terus mengalami penurunan secara signifikan. Selain itu, kita semua juga harus memberikan perhatian terhadap pendidikan anak sejak dini karena pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi penerus,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa stunting tidak hanya berdampak pada kondisi fisik anak, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan kognitif, kemampuan belajar, serta produktivitas di masa depan. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan aktif seluruh pihak, mulai dari keluarga, kader Posyandu, tenaga kesehatan, hingga pemerintah daerah dalam memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang cukup dan pelayanan kesehatan yang memadai.

Selain membahas isu kesehatan anak, Hj. Khairiah juga mengingatkan bahwa Posyandu saat ini telah mengalami transformasi yang signifikan. Posyandu tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak, melainkan telah berkembang menjadi pusat layanan masyarakat yang mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Melalui Transformasi Posyandu 6 SPM, layanan yang diberikan mencakup bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga pelayanan sosial. Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih terpadu dan menjawab berbagai kebutuhan dasar masyarakat secara menyeluruh.

“Transformasi Posyandu merupakan upaya untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Posyandu kini menjadi wadah kolaborasi berbagai sektor sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, tidak hanya dalam bidang kesehatan tetapi juga aspek kehidupan lainnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Khairiah juga mengapresiasi peran kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan di tingkat masyarakat. Dedikasi dan kerja keras para kader dinilai memiliki kontribusi besar dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak serta percepatan penurunan stunting.

Melalui Transformasi Posyandu 6 SPM, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat dapat terus meningkat. Kehadiran Posyandu yang lebih adaptif dan terintegrasi diharapkan mampu mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, sejahtera, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

0 komentar

Belum ada komentar

Tuliskan pesan/tanggapan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *