Bupati Kotim Evaluasi Penanganan Karhutla dan Kekeringan, Beri Semangat Tim di Lapangan
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kekeringan yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor memimpin evaluasi penanganan karhutla dan kekeringan di Pos Komando (Posko) Penanganan Karhutla dan Kekeringan, Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Sabtu (26/9/2026).

Evaluasi tersebut melibatkan seluruh unsur yang tergabung dalam posko, di antaranya Pemkab Kotim, TNI, Polri, BPBD, serta unsur terkait lainnya yang selama ini bersama-sama melakukan penanganan karhutla di lapangan.
“Evaluasi ini untuk melihat sejauh mana upaya penanganan yang telah dilakukan, sekaligus menentukan strategi berikutnya dalam menghadapi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah,” ujar Halikinnor.
Dalam rapat tersebut, masing-masing unsur menyampaikan perkembangan penanganan di lapangan, mulai dari upaya pemadaman dan pendinginan, kesiapan personel dan peralatan, ketersediaan sumber air, hingga berbagai kendala yang dihadapi serta langkah solusi yang diperlukan.
Halikinnor menegaskan evaluasi secara berkala penting dilakukan mengingat ancaman karhutla masih terjadi di Kotim. Terlebih, wilayah Kotim saat ini berada pada puncak musim kemarau yang menyebabkan kondisi lahan semakin kering dan ketersediaan sumber air semakin terbatas.
Berdasarkan data BPBD Kotim hingga 25 September 2026, sebanyak 1.132 kejadian karhutla telah ditangani dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 1.999 hektare. Sementara itu, akumulasi sebaran titik panas (hotspot) di Kotim tercatat mencapai 36.519 titik.
“Saya minta seluruh jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, dunia usaha, relawan, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat upaya pemadaman dan pengendalian karhutla,” tegasnya.
Menurut Halikinnor, keterlibatan seluruh pihak sangat dibutuhkan karena wilayah yang harus ditangani cukup luas. Selain melakukan pemadaman, petugas juga harus melaksanakan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.
Pemkab Kotim juga terus memperkuat dukungan sarana dan prasarana penanganan karhutla. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diarahkan untuk turut mendukung kebutuhan di lapangan, termasuk penyediaan air untuk membantu proses pemadaman dan pendinginan.
Pada kesempatan tersebut, Halikinnor juga memberikan semangat dan apresiasi kepada seluruh tim yang selama ini bekerja di lapangan. Ia meminta para petugas tetap menjaga kekompakan, keselamatan, dan semangat dalam menjalankan tugas, meskipun menghadapi kondisi lapangan yang berat.
“Terima kasih kepada seluruh tim yang terus bekerja keras di lapangan. Tetap semangat, jaga kesehatan dan keselamatan. Kita bersama-sama berupaya agar karhutla ini dapat kita kendalikan,” pesan Halikinnor.
Ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk kepentingan apa pun, terutama dalam kondisi kemarau panjang seperti saat ini. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
“Jangan hanya untuk mencari keuntungan pribadi dengan membuka lahan secara dibakar, tetapi akibat yang ditimbulkan luar biasa dan berdampak kepada banyak orang,” tegasnya.
Pemkab Kotim mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembakaran lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di lingkungan masing-masing. Kolaborasi seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat mempercepat penanganan dan mencegah meluasnya karhutla di wilayah Kotim.
0 komentar