
Author: admin
Pewarta : Norjani
Bupati Kotim Apresiasi Dukungan Forkopimda terhadap Pengembangan Olahraga

Bupati Halikinnor bersama Forkopimda berfoto usai Coffee Morning Komunitas Pecinta Olahraga Tenis Kabupaten Kotawaringin Timur, Minggu (4/7/2021). ANTARA/HO-Diskominfo Kotim
Sampit (ANTARA) – Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Halikinnor mengapresiasi dan berterima kasih atas dukungan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah setempat terhadap pengembangan olahraga di daerah setempat. “Kami berterima kasih atas perhatian dan dukungan unsur Forkompinda terhadap olahraga. Terima kasih juga khususnya saya ucapkan kepada Ketua Pengadilan Negeri Sampit, Ketua Pengadilan Agama dan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sampit yang menggagas acara ini,” kata Halikinnor di Sampit, Minggu. Hal itu disampaikan Halikinnor saat Coffee Morning Komunitas Pecinta Olahraga Tenis Kabupaten Kotawaringin Timur. Acara ini dihadiri unsur Forkopimda, pemain dan pelatih tenis di kabupaten ini. Halikinnor menilai kegiatan ini sangat positif dalam rangka sebuah proses pembinaan olahraga di Kabupaten Kotawaringin Timur. Dia berharap ini menjadi contoh bagi pihak lainnya untuk membantu pembinaan olahraga di Kotawaringin Timur. Menurutnya, kemampuan anggaran pemerintah daerah terbatas sehingga belum optimal dalam memenuhi kebutuhan pembinaan olahraga. Diperlukan peran serta semua pihak untuk bersama-sama membantu pembinaan olahraga.
Dia mencontohkan, perusahaan besar swasta bisa menjadi “orangtua angkat” sebuah cabang olahraga. Perusahaan bisa berkontribusi mendukung kebutuhan seperti peralatan, operasional, pembinaan dan lainnya pada cabang olahraga yang dipilih.
Saat ini pemerintah daerah terus meningkatkan pembinaan olahraga untuk mencetak atlet-atlet prestasi. Terlebih, Kotawaringin Timur akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah pada 2023 mendatang.
Untuk pemerintah daerah meminta dukungan masyarakat dan semua pihak. Halikinnor berharap Kotawaringin Timur bisa meraih sukses ganda dalam event bergengsi ini yakni sukses sebagai tuan rumah yang menyelenggarakan kegiatan sebaik mungkin, serta sukses dalam meraih prestasi.
PEMERINTAHAN

Informasi tentang jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur yang di tampilkan berdasarkan Pangkat dan Golongan, Jenis Kelamin, Usia dan Tingkat Pendidikan.
EKONOMI

Informasi tentang perkoperasian di Kabupaten Kotawaringin Timur yang menampilkan keadaan Koperasi Tahun 2021, perkembangan koperasi selama 5 tahun terakhir dan jumlah koperasi berdasarkan jenis usaha.
KESEHATAN

Informasi Penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur sampai dengan saat ini yaitu sampai dengan Bulan Juni 2021 dengan menampilkan wilayah Kecamatan terbesar kasus positif Covid-19, rata-rata positif, kesembuhan, dan kematian dari Tahun 2020 s/d 2021.
Telekomunikasi

Informasi mengenai peta sebaran wilayah jangkauan telekomunikasi yang menampilkan masing-masing Kecamatan yang terdiri dari luas wilayah, jumlah desa, jumlah daerah yang masih belum terjangkau signal (blank spot) dan jumlah Menara Telekomunikasi (BTS) di Kabupaten Kotawaringin Timur
APEL PAGI RUTIN DINAS KOMINFO KAB. KOTIM

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten kotawaringin Timur melaksanakan apel pagi rutin. Apel pagi Senin (28/6/2021) diikuti oleh seluruh ASN dan Tenaga Kontrak di Lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten kotawaringin Timur.
Bertindak sebagai pemimpin apel yaitu Saripah, A.Md selaku Kepala Sub Bagian Keuangan dan Perencanaan dan bertindak sebagai pembina apel yaitu Emaliyatun, SH.,MM selaku Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik.
Pemkab Kotim Musrenbang Rancangan RPJMD 2021-2026

Wakil Bupati Kotim Irawati saat menyampaikan sambutan dalam musrenbang RKPD 2021-2026
BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), melaksanakan musrenbang rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2021-2026, Rabu, 16 Juni 2021.
“Kegiatan musrenbang ini wajib dilaksanakan dalam proses penyusunan RPJMD di daerah,” ujar Wakil Bupati Kotim, Irawati, Rabu, 16 Juni 2021.
Dalam kegiatan ini diharapkan menjadi sebuah wadah untuk memberikan masukan, saran, dan pendapat, sehingga nantinya dapat menghasilkan kesepakatan untuk penajaman, penyempurnaan terhadap rancangan RPJMD.
Saat ini permasalahan pembangunan di Kotim masih sangat beragam, baik bidang fisik maupun non fisik. Hal itu terjadi karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah, dibandingkan luasan wilayah yang wajib dipenuhi.
“Kami memohon maaf, karena tidak semua dapat memenuhi keinginan para pemangku kepentingan. Semi kemajuan pembangunan di daerah ini,” katanya.
Ia juga meminta maaf karena hingga saat ini masih ada jalan dalam kota yang rusak, masih terdapat desa yang belum bisa diakses melalui jalan darat, desa blank spot, dan desa belum teraliri listrik.
Sehingga masalah ini menjadi targetnya untuk dapat mengatasi permasalahan pembangunan tersebut, dalam beberapa waktu ke depan. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)
Sumber : https://www.borneonews.co.id/berita/222412-pemkab-kotim-musrenbang-rancangan-rpjmd-2021-2026
MAN Kotim juarai LCC Empat Pilar tingkat Kalteng

Tim MAN Kotim berfoto bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Ahmad Syaifudi usai penyerahan hadiah Juara I Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar tingkat Provinsi Kalteng, Rabu (16/6/2021). ANTARA/HO-MAN Kotim
Sampit (ANTARA) – Prestasi membanggakan ditorehkan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Kotawaringin Timur yang telah berhasil menjuarai Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
“Alhamdulillah meski dalam keterbatasan dan di tengah pandemi COVID-19 ini, siswa kami mampu mempersembahkan yang terbaik sehingga bisa menjadi juara. Ini juga berkat dukungan semua pihak,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan MAN Kotawaringin Timur, Jusman di Sampit, Rabu.
Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah. Untuk tahun kedua selama pandemi COVID-19, lomba inovasi dilaksanakan dengan menggunakan dua sistem yakni daring pada babak penyisihan dan luring pada babak semifinal dan final.
Tahun ini ada 32 sekolah se-Kalteng yang pada babak penyisihan I menyisakan 14 peserta dari 14 kabupaten yang berhak masuk ke babak penyisihan II.
Pada babak penyisihan II juga diadakan secara daring dengan sistem pengelompokan berdasarkan wilayah, terdiri dari tiga wilayah. Dari masing-masing wilayah akan diambil peringkat 1 dan 2 akan melaju ke babak semifinal.
Tim dari MAN Kotim berhasil melaju dengan mulus. Babak semifinal dan final dilaksanakan secara luring di Palangka Raya. Hasilnya hari ini diumumkan bahwa MAN Kotim berhasil menjadi juara I lomba tahunan tersebut.
Baca juga: 37 desa di Kotim belum terjangkau jaringan telekomunikasi
Sementara itu juara II diraih tim dari SMAN 2 Palangka Raya, juara III adalah SMAN Jelai Sukamara dan juara IV adalah SMAN Kapuas. Perlombaan ini dilaksanakan secara transparan dan berkualitas.
Jusman mengatakan, prestasi gemilang ini tidak terlepas dari persiapan matang yang dilakukan. Tidak kurang dari empat bulan pihak sekolah membantu siswa untuk mempersiapkan diri dengan menugaskan dua orang guru yang secara khusus membimbing dan mendampingi mereka.
Prestasi ini menjadi kebanggaan luar biasa bagi keluarga besar MAN Kotawaringin Timur. Prestasi ini tidak hanya atas nama sekolah, tetapi juga membawa harum nama Kabupaten Kotawaringin Timur.
“Kami merasa bangga dengan prestasi anak didik kami ini, dan ini berkat kerjasama dan dukungan pihak kepala sekolah dan guru-guru di MAN Kotim. Serta siswa yang mewakili di lomba tersebut yang pantang menyerah,” demikian Jusman.
Baca juga: Sekretariat DPRD Kotim dukung peningkatan kemampuan peserta didik
37 desa di Kotim belum terjangkau jaringan telekomunikasi

Kepala Diskominfo Kotawaringin Timur Multazam (empat kiri) saat rapat sinkronisasi data blank spot di kantor Diskominfosantik Kalteng, Rabu (9/6/2021) lalu. ANTARA/HO-Diskominfosantik Kalteng
Sampit (ANTARA) – Sebanyak 37 desa di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, belum terjangkau jaringan telekomunikasi sehingga menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk mencarikan solusinya.
“Kita ada sekitar 37 desa yang masuk data di Kementerian Kominfo untuk bisa difasilitasi pembangunan tower yang dilaksanakan oleh para provider atau perusahaan operator seluler. Desa-desa tersebut tersebar di 10 kecamatan. Terbanyak di Kecamatan Tualan Hulu,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kotawaringin Timur, Multazam di Sampit, Rabu.
Sarana telekomunikasi kini semakin dibutuhkan, tidak terkecuali bagi masyarakat di desa. Untuk itulah pemerintah daerah memperjuangkan agar harapan masyarakat tersebut bisa dipenuhi.
Pekan lalu Multazam memaparkan kondisi jaringan telekomunikasi di Kotawaringin Timur kepada pemerintah provinsi. Kegiatan tersebut sekaligus pencocokan data untuk selanjutnya disampaikan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk diusulkan pembangunan tower atau menara telekomunikasi.
Sesuai target Kementerian Kominfo, pembangunan tower di 37 desa tersebut bisa dituntaskan pada 2022 nanti. Pemerintah daerah berharap target itu bisa terwujud.
Solusi yang dilakukan Kementerian Kominfo adalah bekerjasama dan memfasilitasi provider atau perusahaan operator seluler membangun tower di desa-desa yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi.
Tahun ini Kotawaringin Timur mendapat jatah pembangunan tower di empat desa oleh salah satu provider melalui program bantuan untuk daerah non 3T (tertinggal, terdepan dan terluar). Empat desa tersebut berada di Kecamatan Telaga Antang, Antang Kalang, Pulau Hanaut dan Mentaya Hilir Selatan.
“Pembangunan tower di empat desa ini tidak termasuk dalam 37 desa yang diusulkan tersebut. Selain itu ada masuk enam usulan tapi sedang dalam proses karena lokasinya di kawasan hutan sehingga harus ada pinjam pakai kawasan hutan. Itu akan difasilitasi Kementerian LHK,” tambah Multazam.
Baca juga: Sekretariat DPRD Kotim dukung peningkatan kemampuan peserta didik
Diakuinya, provider tentu akan menghitung secara ekonomi sebelum memutuskan berinvestasi membangun tower. Berbagai indikator akan menjadi pertimbangan seperti luas wilayah serta jumlah penduduk asli dan pendatang seperti di areal perusahaan perkebunan.
Solusi lain, kata Multazam, saat ini ada beberapa daerah yang mulai mengembangkan secara mandiri yakni desa bisa membangun tower dengan kekuatan daya dukung sekitar 350 kg, kemudian provider meletakkan peralatannya di situ.
Dalam kerjasama ini, provider membayar sewa kepada BUMDes. Ini dinilai menguntungkan karena desa akan mendapat dua hal positif yakni akses internet sekaligus pemasukan dari sewa tower oleh provider.
Pihaknya sedang mengkaji peluang ini, namun sebagai rujukan sudah ada daerah lain yang melaksanakan ini. Program itu juga sudah diaudit dan dinyatakan aman dalam hal pengelolaan anggarannya.
Saat ini juga ada rencana salah satu desa di Kotawaringin Timur yakni Desa Batu Agung yang ingin membangun menara masjid, kemudian di atasnya bisa ditambahkan peralatan milik provider untuk mendukung jangkauan telekomunikasi. Hal ini masih dalam pertimbangan pihak desa.
“Desa-desa di Kotawaringin Timur ini sebenarnya terlintasi jaringan 4G, cuma daya tangkap dan keterbatasan peralatannya karena peralatan itu diatur oleh Kementerian Kominfo sehingga tidak bisa sembarangan. Ada juga yang membangun sistem VSAT atau satelit, tapi itu terbatas dan relatif mahal,” demikian Multazam.
Baca juga: Pemkab Kotim berharap swasta tingkatkan bantuan pembangunan daerah





