BORNEONEWS, Sampit - Dalam memperingati hari santri tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar upacara di halaman kantor pemerintah. 

Upacara dipimpin Bupati Kotim Halikinnor. Dalam amanatnya dia menyampaikan bahwa santri harus siaga jiwa dan raga untuk membela tanah air tercinta. 

"Santri merupakan perwujudan perdamaian,  karena seorang santri tidak lengah dalam menjaga kesucian hati dan akhlak, terutama dalam ajaran Islam," ujarnya, Jumat 22 Oktober 2021. 

Saat ini ancaman masuknya ideologi untuk merusak persatuan dan kesatuan umat beragama, sehingga menjadi sebuah tantangan bagi seorang santri untuk menutup celah masuknya ideologi menyimpang tersebut. 

Dia juga berharap agar santri tidak pernah lelah untuk berusaha dan terus berkarya dalam membangun daerah serta negeri ini. 

Para santri juga diingatkan agar terus menjaga protokol kesehatan Covid-19 dalam kehidupan sehari-hari agar terhindar dari sebaran virus tersebut. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)

 

Sumber : disini

Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Halikinnor meresmikan wadah kreativitas yang diberi nama "Sampit Creative Hub" sebagai bagian upaya mencapai target terciptanya Smart City atau Kota Cerdas.

"Hari ini Command Center Diskominfo saya resmikan menjadi Sampit Creative Hub sebagai wadah kreativitas segenap lapisan di Kabupaten Kotawaringin Timur," kata Halikinnor di Sampit, Jumat.

Sampit Creative Hub memanfaatkan fasilitas di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika di Jalan Ahmad Yani. Wadah kreativitas ini bertujuan memberi akses bagi masyarakat memanfaatkan fasilitas yang dimiliki pemerintah, dalam hal ini khususnya tempat yang nyaman dilengkapi multimedia dan internet memadai.

Halikinnor menegaskan, dirinya selaku kepala daerah berkomitmen untuk terus mendukung terwujudnya Kota Cerdas atau Smart City di Kabupaten Kotawaringin Timur. Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu kerja keras dan cerdas semua pihak.

Gerakan menuju Smart City yang dimulai dari berbagai perubahan nature, penyediaan regulasi, infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia dan kemampuan anggaran diharapkan dapat menjadi budaya di Kabupaten Kotawaringin Timur dalam mewujudkan pelaksanaan "good governance" dalam ekosistem digital.

Menurut Halikinnor, pemanfaatan digital memberi banyak kemudahan bagi pemerintah dalam pelayanan publik. Untuk itu perlu secepatnya adaptasi dalam hal sarana maupun regulasinya.

Pelayanan publik menjadi suatu keniscayaan yang harus terus dipacu kualitasnya agar sinergitas program, baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional secara berkelanjutan dan berkemajuan yang berpadu dengan semakin menguatnya peran serta masyarakat dan dunia usaha yang berkontribusi positif bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

"Ini yang sedang kita kembangkan. Diskominfo akan dibuat semakin mudah diakses masyarakat, termasuk UMKM. Akses internet yang selama ini hanya digunakan saat kerja, sedangkan sisanya akan dimanfaatkan untuk masyarakat, termasuk di ruang publik," tegas Halikinnor.

Kepala Diskominfo Kotawaringin Timur Multazam mengatakan, Sampit Creative Hub merupakan salah satu wujud komitmen pemerintah daerah menunjang regulasi akses layanan mudah, lebih murah dan lebih cepat kepada masyarakat.

Melalui program ini, Diskominfo semakin membuka akses mereka kepada masyarakat yang ingin memanfaatkan fasilitas yang ada di kantor itu. Tentunya ini dengan tetap sesuai dengan pengawasan dan pengendalian.

"Kita ingin kantor tidak hanya untuk kegiatan pemerintah, tetapi juga bisa diakses masyarakat, salah satunya akses internet, melakukan diskusi-diskusi kreatif. Harapannya ekosistem kreatifnya muncul melalui tempat yang bisa mendorong orang untuk berubah cara berpikirnya," jelas Multazam.

Apa yang dilakukan Diskominfo menjadi pembuka dan diharapkan juga akan diikuti oleh organisasi perangkat daerah lainnya sehingga bisa membawa manfaat besar bagi masyarakat di era kemajuan teknologi informasi saat ini.

Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2

Sumber : https://kalteng.antaranews.com/berita/512777/bupati-kotim-resmikan-sampit-creative-hub-dukung-pencapaian-smart-city

Siaran Pers No. 327/HM/KOMINFO/09/2021

Senin, 13 September 2021

Tentang

Menkominfo: Kolaborasi Kepemimpinan Digital Kunci Transformasi

Menghadapi era disrupsi, kepemimpinan digital menjadi kunci untuk mengubah sistem dan lansekap menjadi lebih baru. Perubahan itu diperlukan untuk memandu pesatnya  digitalisasi yang memunculkan beragam inovasi dan perubahan besar secara fundamental.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan, laju arus digitalisasi yang terjadi begitu cepat memacu organisasi publik dan privat di seluruh dunia untuk melakukan perubahan yang dapat dimulai dari titik kepemimpinan digital.

"Kepemimpinan digital ini merupakan salah satu kunci keberhasilan transformasi digital nasional, mengingat para pemimpin semakin dituntut untuk memiliki kemampuan pengambilan keputusan yang tangkas dan relevan dengan perkembangan era digital," ujarnya dalam Pembukaan Digital Leadership Academy (DLA) yang berlangsung secara virtual dari Jakarta, Senin (13/09/2021).

Menurut Menkominfo, para pemimpin baik sektor privat maupun publik sangat memerlukan pengeahuan substantif.

"Pengetahuan substantif menstimulasi pemikiran-pemikiran segar, dinamis, dan visioner, serta kesempatan untuk berinteraksi dan bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem digital nasional maupun global," jelasnya.

Persiapkan SDM

Menteri Johnny menjelaskan empat tantangan bagi para pembuat kebijakan di era kepemimpinan digital saat ini, diantaranya mendorong transformasi digital sebagai perubahan cara hidup baru, memfasilitasi tata kelola e-government dan bisnis digital, menyusun kebijakan atau legislasi untuk mendukung transformasi digital, serta meningkatkan kinerja melalui penyiapan dan pengembangan SDM di bidang digital.

Oleh karenanya, perlu mendorong kesiapan pemimpin Indonesia untuk berpacu dengan perubahan di era transformasi digital.

"Kesiapan pemimpin di Indonesia dalam berpacu dengan perubahan di era transformasi digital ini perlu didorong sesegera mungkin. Terlebih, karena Indonesia berpotensi memiliki nilai ekonomi digital sebesar 124 miliar Dollar Amerika Serikat pada tahun 2025, 40% dari ekonomi digital ASEAN, terbesar di antara negara-negara Asia Tenggara lainnya," ujarnya.

Kementerian Kominfo telah menyiapkan Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024 sebagai pedoman strategis dalam melaksanakan agenda transformasi digital nasional.

"Peta jalan tersebut dirancang untuk diimplementasikan pada empat sektor strategis, seperti Infrastruktur Digital (Digital Infrastructure), pemerintahan Digital (Digital Governance), Ekonomi Digital (Digital Economy) dan Masyarakat Digital (Digital Society)," jelasnya.

Sedangkan dalam mewujudkan pengembangan masyarakat digital, Kementerian Kominfo memiliki tiga tingkatan pengembangan SDM.

"Dimulai dari tingkat kecakapan dasar (basic) melalui Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Kementerian Kominfo yang menargetkan pelatihan literasi digital bagi 12,5 juta peserta setiap tahunnya, dari tahun ini sampai tahun 2024 mendatang", tandasnya.

Pada tingkat kecakapan Menengah (intermediate), Kementerian Kominfo menghadirkan Program Digital Talent Scholarship (DTS) yang memfasilitasi program upskilling maupun reskilling di bidang digital bagi 100.000 peserta di seluruh Indonesia di tahun 2021.

"Mulai tahun depan hingga tahun 2024, target akan ditingkatkan menjadi 200.000 peserta setiap tahunnya", paparnya.

Pada tingkat kecakapan lanjutan (advanced), Menteri Johnny menjelaskan program Digital Leadership Academy (DLA) yang merupakan program pelatihan unggulan sebagai manifestasi dari kerjasama triple helix antara unsur Pemerintah, pelaku bisnis, serta akademisi, dalam mendorong akselerasi transformasi digital di Indonesia.

"Pelatihan ini berfokus untuk meningkatkan kepemimpinan digital sebagai titik kritikal dalam mendorong akselerasi transformasi digital nasional", jelasnya.

Butuh Komitmen

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly menegaskan, butuh komitmen bersama dalam membangun pemerintahan yang berbasis digital (e-government).

"Menuju e-Governance paling tidak dibutuhkan komitmen yang tinggi dari pimpinan, perencanaan pembangunan teknologi informasi yang berkesinambungan, penyusunan regulasi yang adaptif dengan perkembangan jaman, pembangunan SDM khususnya yang berkualifikasi teknologi dan informasi (TI) agar mempunyai kompetensi dan berkinerja tinggi dan dukungan yang optimal dalam peningkatan kapasitas satker yang mengemban tugas dan fungsi di bidang teknologi informasi", jelasnya.

Menteri Yasonna mengajak para peserta DLA Kominfo untuk mewujudkan birokrasi berkelas dunia melalui pemanfaatan teknologi informasi, dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada.

"Marilah kita wujudkan birokrasi berkelas dunia dengan pemanfaatan teknologi informasi dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk mendukung tercapainya kesejahteraan rakyat," imbuhnya.

Hadir secara virtual dalam kegiatan tersebut, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI; Yasonna Hamonangan Laoly, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI; Tjahjo Kumolo, Ketua Komisi I DPR RI; Meutya Viada Hafid.

Selanjutnya, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara; Letnan Jenderal TNI (Purn) Hinsa Siburian, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kominfo; Hary Budiarto, Director Oxford Internet Institute dari University of Oxford, Profesor Victoria Nash; Co-Director Institute of Water Policy dari National University of Singapore, Profesor Eduardo Araral; dan Executive Associate Dean School of Public Policy and Management dari Tsinghua University, Profesor Zhu Xufeng.

Ferdinandus Setu

Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo

e-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Telp/Fax : 021-3504024

Twitter @kemkominfo FB: @kemkominfo IG: @kemenkominfo

website: www.kominfo.go.id

Sumber : disini

Penjelasan :

Beredar di media sosial sebuah video yang berisi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang dialami seorang siswa di Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo. Dalam video tersebut terlihat siswa tersebut menangis karena merasakan tangannya tidak bisa digerakkan usai menjalani vaksinasi Covid-19. 

Faktanya, video yang mengklaim bahwa tangan seorang siswa lumpuh setelah vaksinasi Covid-19 adalah keliru. Berdasarkan informasi dari Situs Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, orang tua dari siswa tersebut menjelaskan bahwa anaknya hanya mengalami kram pada lengan kirinya. Ia membantah kabar yang beredar bahwa anaknya mengalami lumpuh pada tangannya. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara, Rizal Yusuf Kune juga menyatakan bahwa memang benar siswa yang mengalami kram di tangan pasca vaksinasi sudah mendapatkan penanganan yang tepat. Saat ini kondisi siswa tersebut telah membaik dan beraktivitas seperti biasa.

KATEGORI: DISINFORMASI

Link Counter:

 
Sumber : https://www.kominfo.go.id/content/detail/36739/disinformasi-video-siswa-lumpuh-usai-divaksinasi-covid-19/0/laporan_isu_hoaks

SAMPIT – Hujan lebat yang beberapa hari ini kembali mengguyur wilayah Kotawaringin Timur (Kotim) membuat sejumlah daerah mengalami bencana banjir, padahal sebelumnya banjir sudah mulai surut namun sejak kemarin 1 September 2021 banjir kembali naik.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandar Udara H Asan Sampit yakni Musuhanaya menyatakan, dari hasil pengamatan curah hujan pada 1 September 2021 di titik pengamatan Stasiun Meteorologi H.Asan Kotim terukur 55.9 mm perhari (kategori hujan intensitas lebat).

“Dan dari pantauan Satelit GSMaP hujan 24 jam yang lalu, sejumlah Kecamatan di Kotim dan Seruyan terpantau hujan dengan intensitas ringan  hingga sedang dan lebat, dan dari pantauan Satelit Himawari-8 cakupan awan hujannya merata di wilayah Kotim dan Seruyan,” kata Musuhanaya, Kamis 2 September 2021.

Berdasarkan analisis pada 1 september 2021 ujar Musuhanaya, hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yang dominan antara lain, suhu permukaan laut di wilayah perairan Indonesia hangat dengan nilai anomali SST berkisar antara 1.0 sampai dengan 4.0°C yang dapat meningkatkan potensi penguapan (penambahan massa uap air).

“Kemudian terdapat adanya belokan angin (shear line) dan konvergensi di wilayah Kotim dengan kecepatan angin berkisar antara 8-11 Knot,” tegasnya.

Dimana belokan angin tersebut memicu penumpukan massa udara dan mendukung pertumbuhan awan konvektif di wilayah Kotim.

“Terpantau kelembaban udara di atmosfer di lapisan 850-700 mb pukul 13.00-19.00 WIB cenderung basah yang berkisar antara 80-95%, hal ini mendukung untuk pertumbuhan awan-awan konvektif,” jelas Musuhanaya.

Dirinya bahkan menyebutkan, prospek 1 minggu ke depan perlu diwaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Kotim pada sore hingga malam hari.

“Dan melihat data curah hujan dari dasarian terakhir hujan yang terus menerus mengguyur, masyarakat diminta untuk terus waspada terhadap bencana Hidrometeorologi seperti banjir yang terjadi saat ini,” tandasnya.

(dia/hab/matakalteng.com)

 

Sumber : https://www.matakalteng.com/daerah/kotawaringin-timur/2021/09/02/banjir-akibat-hujan-lebat-ini-analisa-bmkg-kotim-terkait-cuaca

 

SAMPIT – Pembuatan  alur Sungai Mentaya yang diinginkan oleh Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor akan segera terwujud. Ini ditandai dengan penandatanganan  MoU yang dilakukan Pemkab Kotim dengan pihak ketiga yaitu PT. Kawan Selaras Sejahtera, Kamis 2 September 2021.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan pengelolaan alur sungai ini dipastikan akan berlanjut dan Kotim memiliki tol sungai. 

“Tol sungai tetap dibuat bekerjasama dengan pihak ketiga. Sehingga meski ditengah pandemi Covid-19 yang membuat anggaran berkurang pengelolaan tol itu tetap akan berjalan. Ini tidak hanya sebatas ibaratkan membangun suatu bangunan peletakan batu pertama saja, yakin saja ini selanjutnya ini akan terus bergerak,”katanya, Kamis 2 September 2021.

Disebutkan pengelolaan alur Sungai Mentaya itu setidaknya menghabiskan anggaran sekitar Rp 260 miliar. Anggaran itu ditanggung oleh pihak ketiga. Pasalnya diketahui bahwa saat ini pemerintah pusat maupun daerah sendiri minim anggaran. 

Dibuatnya alur sungai ini bertujuan agar perekonomian di wilayah setempat dapat meningkat. Pasalnya selama ini dinilai pendistribusian barang yang melintasi jalur air terhambat dengan dangkalnya sungai. Sungai Mentaya hanya dapat dilalui 6 sampai 7 jam dalam 1 x 24 jam yaitu saat air tinggi. Sehingga membuat cost yang dikeluarkan oleh pengguna alur itu cukup tinggi. 

Jika tol itu terwujud maka Sungai Mentaya dapat dilalui 1×24 jam meskipun dengan kapal berkapasitas besar. Karena kedalaman tetap terjaga. “Kalau pengerukan dilakukan maka perekonomian daerah ini akan meningkat. Karena distribusi barang dari luar daerah berjalan lancar dan cost akan turun. Harga barang pun akan turun,”

Potensi Sungai Mentaya ini dinilai cukup besar karena di Kotim sendiri memiliki perkebunan kelapa sawit dan tambang yang distribusinya menggunakan alur sungai tersebut. Termasuk kapal barang dari pulau Jawa. “Jadi insyaallah ini akan meningkatkan perekonomian kita secara signifikan,”imbuhnya.

Sementara Direktur PT. Kawan Selaras Sejahtera Rudi Urip Santoso mengatakan tahun 2018 pihaknya mendapat surat tugas dari Kementrian Perhubungan untuk menyelesaikan permasalahan alur Sungai Mentaya. 

“Kita bisa bayangkan Kotim ini pendulang CPO terbesar hampir 6 sampai 7 juta ton per tahun. Sehingga bagaimana alur ini berfungsi dengan baik dan jalur distribusi berjalan baik, tentunya dengan jalur alur baru yaitu tol sungai,”ungkapnya.

Konsultan dalam pembuatan alur sungai itu diambil dari Negara Kincir Angin yaitu Belanda. Alasan pihaknya adalah pihaknya lebih memahami karakter dan perhitungannya. 

Sedangkan bentuk kerjasama antara pihaknya dan pemerintah, sesuai kesepakatan pada tanggal 13 Agustus 2020 yang difasilitasi Pemda Kotim, untuk jenis curah kering seperti tambang termasuk barang-barang  dan curah cair yaitu palm oil itu pihaknya memperoleh bagian sebesar 0,5, U$. Sementara untuk Container 20 Ft  adalah 5 U$ dan 40 Ft sebesar 10 U$.

“Kenapa pakai dolar menjadi patokannya, itu bagian dari kesepakatan karena nilai investasinya dalam  bentuk mata uang asing, selain itu pekerjanya juga dari Belanda. Namun pihak pemda tidak harus membayar pakai dolar. Tapi saya yakin ini ke depan jika tol selesai akan meningkatkan perekonomian daerah,” sebut Rudi.

(dev/matakalteng.com) 

Sumber : https://www.matakalteng.com/daerah/kotawaringin-timur/2021/09/02/bupati-kotim-teken-mou-pengelolaan-alur-sungai-mentaya-dengan-pihak-ketiga

 

 

BORNEONEWS, Sampit - Vaksinasi di Kotawaringin Timur hingga saat ini masih belum memenuhi target. Namun, masyarakat yang menjalani vaksinasi sudah terbilang cukup banyak yakni 92.775 dosis. 

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur, Umar Kaderi mengatakan, saat ini vaksinasi massal belum bisa dilanjutkan. Sebab masih menunggu penyaluran vaksin dari provinsi. 

"Ini menunggu sampai vaksin datang lagi," kata Umar Kaderi, Kamis, 2 September 2021.

Diakuinya saat ini masih tersedia vaksin di Dinkes Kotim. Namun jumlahnya sudah sedikit. Sehingga belum bisa dilaksanakan vaksinasi. 

Sekadar untuk diketahui, alokasi vaksin per 1 September 2021 sebanyak 107.546 dosis dengan rincian 91.600 vaksin Sinovac, 3.430 vaksin Astrazeneca dan 12.516 vaksin Moderna.

"Vaksin yang baru datang kemarin 3.200 dosis dan sudah terpakai pada 1 September itu sebanyak 296 dosis," beber Umar.

Sementara itu untuk capaian vaksinasi bagi tenaga kesehatan (nakes), dosis 1 sebanyak 2.741 dosis atau 96,34 persen, dosis 2 sebanyak 2.548 dosis atau 89,56 persen dan dosis 3 sebanyak 1.634 atau 57,43 persen. Ke tiga dosis itu memiliki sasaran yang sama sebanyak 2.845 nakes.

Untuk layanan publik memiliki sasaran 34.253 dengan capaian dosis 1 sebanyak 33.895 dosis atau 98,95 persen dan dosis 2 sebanyak 17.241 atau 50,33 persen.

Sementara untuk lansia jumlah sasaran 20.786 dengan capaian dosis 1 sebanyak 4.721 dosis atau 22,71 persen dan dosis 2 sebanyak 2.667 dosis atau 12,83 persen.

Vaksinasi untuk masyarakat umum memiliki sasaran 223.892 dengan capaian dosis 1 sebanyak 20.448 dosis atau 9,13 persen dan dosis 2 sebanyak 5.368 dosis atau 2,40 persen.

Sedangkan untuk remaja memiliki sasaran 46.951 dengan capaian dosis 1 sebanyak 705 dosis atau 1,50 persen dan dosis 2 sebanyak 48 dosis atau 0,10 persen.

"Sehingga total dari sasaran sebanyak 328.727 untuk dosis 1 sebanyak 62.510 dosis atau 19,02 persen dan dosis 2 sebanyak 27.872 dosis atau 8,48 persen. Dan untuk sisa vaksin sebanyak 14.700 dosis," pungkasnya. (USAY NOR RAHMAD/B-5)

 

Sumber Berita : https://www.borneonews.co.id/berita/233587-belum-capai-target-vaksinasi-di-kotim-baru-92-775-dosis

 

Aplikasi Antrian Vaksin Manajemen proses Vaksinasi di Puskesmas

Aplikasi ini dapat di akses melalui https://ayovaksin.kotimkab.go.id. Penggunaan aplikasi ini untuk menjembatani masyarakat untuk mendapatkan layanan vaksinasi masyarakat di fasi.itas kesehatan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Selain itu, aplikasi ini menjadi solusi puskesmas untuk dapat fokus pada pekerjaan utama yaitu layanan vaksinasi, sistem antrian di buat dan sangat membantu masyarakat untuk tepat waktu hadir di puskesmas.